POJOKSATU.id – Mahasiswa KKN-T IPB cetuskan ide program Kenyang Telur Puyuh Tiap Jumat (Ketupat) sebagai rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) di Kelurahan Curug.
Program Ketupat merupakan hasil inovasi kelompok mahasiswa KKN-T IPB di Kelurahan Curug untuk membantu menurunkan angka balita stunting di wilayah tersebut.
Program ini merupakan hasil kolaborasi tim KKN-T IPB Kelurahan Curug dengan PT SukaQuail Indonesia.
Program terdiri dari edukasi kepada orang tua balita penderita stunting dan pemberian makanan tambahan (PMT) berupa olahan telur puyuh.
Peresmian program ini dilaksanakan pada Jumat (17/01/2025) di Aula Kelurahan Curug Induk.
Kegiatan peresmian dihadiri oleh Lurah Curug Induk, Dosen Pembimbing Lapang, anggota PKK Kelurahan Curug, Kader Posyandu, dan ibu dari balita penderita stunting di wilayah Kelurahan Curug.
Selain peresmian Ketupat, Tim KKN-T IPB juga melakukan edukasi "Sehat Cerdas dengan Si Kecil" yang membahas tentang pencegahan stunting serta pemanfaatan telur puyuh.
Dalam kegiatan edukasi tersebut, mahasiswa yang diwakili oleh salah satu anggota, Muhammad Fayza Ferdiansyach, memaparkan beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pencegahan serta penanganan stunting.
Fayza antara lain memaparkan terkait pemenuhan gizi, sanitasi, serta pencegahan pernikahan dini.
Selain itu, terdapat pemaparan mengenai manfaat konsumsi telur puyuh dalam meningkatkan asupan gizi anak.
Stunting merupakan isu nasional di Indonesia yang juga menjadi perhatian khusus bagi Kelurahan Curug.
Program Ketupat merupakan program inovasi yang dirancang oleh tim mahasiswa KKN-T IPB untuk menurunkan angka stunting di wilayah Kelurahan Curug.
Bentuk kegiatan Ketupat dilakukan dengan pemberian makanan tambahan (PMT) hasil olahan telur puyuh yang dilaksanakan setiap hari Jumat.
PMT dibagikan kepada balita yang tercatat menderita stunting di wilayah kelurahan.
Kelurahan Curug sebelumnya sudah memiliki beberapa program serupa dalam penanganan stunting.
Program Ketupat mendapat respon positif dari berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan stunting di Kelurahan Curug.
Ketupat diharapkan dapat menjadi salah satu program andalan dalam menangani stunting di wilayah tersebut.
Mahasiswa berharap selain menurunkan angka stunting melalui pemberian PMT, program Ketupat juga dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang manfaat konsumsi telur puyuh sebagai asupan protein.
Telur puyuh memiliki nilai gizi yang tinggi dan dapat dijadikan alternatif pengganti telur ayam.
Program Ketupat diharapkan dapat membawa dampak positif dalam penanganan stunting di wilayah Kelurahan Curug.
Melalui program ini, diharapkan terjalin kerjasama antar kelurahan dengan pihak CSR dalam upaya keberlanjutan program Ketupat. ***



