POJOKSATU.ID - Sebanyak lebih dari seribu personel Taruna Bhakti Nusantara yang berasal dari unsur TNI dan Polri kini resmi mengemban tugas baru di berbagai Sekolah Rakyat di Indonesia.

Para personel militer dan kepolisian ini diterjunkan langsung untuk mendampingi kehidupan berasrama para siswa selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah.

Penugasan khusus ini difokuskan pada upaya pembinaan karakter, kedisiplinan, jiwa kepemimpinan, serta pendampingan berbagai kegiatan ekstrakurikuler.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf memastikan bahwa seluruh personel beserta tim pendamping telah menempati lokasi penugasan mereka masing-masing.

Baca Juga: Berburu Tiket di Musim Kemerdekaan: Potret Diskon Hingga Lonjakan Harga Hotel dan Transportasi Versi OTA

Peninjauan langsung pelaksanaan program ini telah dilakukan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Gresik dengan dihadiri jajaran pejabat daerah setempat.

Pembinaan yang diberikan oleh para personel TNI dan Polri ini ditegaskan sama sekali tidak berorientasi pada pelatihan fisik ala militer.

Pendampingan difokuskan pada pembentukan kebiasaan hidup sehari-hari yang tertib, mandiri, dan teratur di lingkungan asrama.

Para siswa diajarkan dasar-dasar kepramukaan, latihan baris-berbaris, cara merawat barang pribadi, hingga merapikan tempat tidur sendiri.

Baca Juga: Tukin Kemenhan dan TNI Akhirnya Disesuaikan Setelah Stagnan Sejak 2018 Namun Tidak Sampai 100 Persen

Kehadiran para personel keamanan ini bertujuan memberikan keteladanan yang nyata agar siswa mampu beradaptasi dengan sistem pendidikan berasrama.

Salah satu perwira TNI yang bertugas di Gresik mengungkapkan rasa bangganya dapat berkontribusi langsung membina generasi penerus bangsa.

Ia menekankan bahwa ikatan kekeluargaan dan saling merangkul menjadi kunci utama dalam mengatasi rasa bosan selama tinggal di asrama.

Dampak positif dari pola pendampingan ini mulai dirasakan langsung oleh para siswa yang mengaku kini jauh lebih disiplin.

Keberhasilan pembinaan karakter tersebut juga ditunjukkan melalui aksi baris-berbaris yang kompak dan penuh semangat dari para siswa.

Kehadiran kolaborasi lintas sektor ini menjadi warna baru dalam penguatan karakter anak didik di fasilitas pendidikan milik pemerintah.***