POJOKSATU.id - Uji Kompetensi Peserta Pendidikan Profesi Guru (UKPPPG) bertujuan untuk mengukur ketercapaian standar kompetensi lulusan PPG, memetakan mutu hasil pembelajaran PPG, mengevaluasi pembelajaran PPG, dan menjadi dasar penerbitan sertifikat pendidik.

Itu sebabnya persiapan menghadapi UKPPPG ini menjadi kunci penting dalam menyelesaikan proses pembelajaran akhir di program PPG Guru Tertentu 2024.

Tes yang dihadapi bagi PPG Guru Tertentu berbentuk uji tertulis dan uji kinerja. Dalam uji tertulis, ada jenis Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) dan Penilaian Uraian Reflektif Berbasis Kasus.

Penilaian Uraian Reflektif Berbasis Kasus bersifat Tes Subjektif, yaitu ujian personal bagi guru tertentu yang dilakukan berbentuk uraian reflektif berbasis studi kasus, sesuai dengan pengalaman nyata masing-masing guru.

Baca Juga: LATIHAN Soal dan Jawaban Pedagogical Content Knowledge (PCK) BAGIAN 3 PILIHAN GANDA, Tes Objektif UKPPPG Bagi Guru Tertentu 2024, Bismillah Bisa!

Studi kasus bagi guru tertentu digunakan untuk mengukur kompetensi dalam melakukan refleksi dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik, terkait:

  • (1) mengidentifikasi masalah yang pernah dihadapi,
  • (2) upaya mengatasi masalah yang dihadapi,
  • (3) hasil dari upaya yang dilakukan, dan
  • (4) pengalaman berharga yang bisa digunakan untuk meningkatkan diri dalam melaksanakan tugas keprofesian guru.

Aturan Penilaian Uraian Reflektif Berbasis Kasus

Tes ini dikerjakan langsung dalam aplikasi ujian pada saat pelaksanaan UTBK dengan durasi waktu pengerjaan 30 menit dan dinilai oleh Penguji pada saat UKin.

Peserta akan diminta menuliskan refleksi terhadap kasus yang pernah mereka hadapi.

Pada saat pengerjaan soal Studi Kasus, peserta akan diberikan petunjuk. Bacalah dengan sekasama pentujuk yang diberikan. Jika petunjuk itu sudah dipaham, silahkan masukkan token dan klik tombol "Mulai".

Mengingat waktu yang terbatas, peserta harus berlatih menguasai materi menghadapi soal uraian reflektif Studi Kasus dengan waktu pengerjaan 30 menit. Sebab, apabila waktu habis, jawaban akan tersimpan secara otomatis.

Baca Juga: LATIHAN Soal dan Jawaban Pedagogical Content Knowledge (PCK) BAGIAN 2 PILIHAN GANDA, Lancar Tes Objektif UKPPPG Guru Tertentu 2024, Tingkatan Kecepata

Perhatikan jumlah kata yang sudah diketik di bagian bawah untuk memastikan jawaban yang diberikan tidak melebihi batas maksimal 500 kata. Jika melebihi, harus diringkas. Jika kurang, tentu harus disesuaikan secara efektif.

Berikut pertanyaan utama yang perlu dijawab dalam testing uraian reflektif Studi Kasus dengan batasan jawaban maksimal 500 kata:

  • 1. Permasalahan apa yang Bapak/Ibu hadapi?
  • 2. Bagaimana upaya Bapak/Ibu menyelesaikan permasalahan?
  • 3. Apa hasil dari upaya Bapak/Ibu tersebut?
  • 4. Tulis pengalaman berharga yang bisa Bapak/Ibu petik ketika menyelesaikan masalah tersebut?

Baca Juga: LATIHAN Soal dan Jawaban Pedagogical Content Knowledge (PCK) BAGIAN 3 PILIHAN GANDA, Tes Objektif UKPPPG Bagi Guru Tertentu 2024, Bismillah Bisa!

Memahami Maksud Pertanyaan

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, pahami terlebih dahulu penjabaran dan maksud dari pertanyaan tersebut.

Baca Juga: BERSIAP Hadapi UKPPPG Guru Tertentu 2024, Pahami JENIS UJIAN INI, Latihan Soal Cek Berkala Tautan Ini

1. Permasalahan apa yang Bapak/Ibu hadapi?

Pertanyaan ini diisi dengan menuliskan pengalaman nyata. Jadi, soal studi kasus ini biasanya meminta Anda untuk menguraikan pengalaman nyata terkait masalah pembelajaran.

Contoh permasalahan yang dihadapi dalam pengalaman nyata para guru pada saat pembelajaran berlangsung misalnya: siswa kurang aktif dalam pembelajaran, sering diam, atau tidak bersemangat. Bisa juga kasus seperti materi pembelajaran yang kurang diminati siswa atau pengalaman nyata lainnya.

2. Bagaimana upaya Bapak/Ibu menyelesaikan permasalahan?

Pertanyaan ini diisi dengan upaya penyelesaian, yaitu berupa identifikasi akar masalah, misalnya, model, metode, dan media pembelajaran yang tidak sesuai dengan karakteristik siswa.

Lalu sampaikan upaya penyelesaian atau solusi, misalnya hal-hal inovatif, langkah-langkah interaktif, dan lain-lain yang dijadikan upaya untuk menyelesaikan permasalahan.

3. Apa hasil dari upaya Bapak/Ibu tersebut?

Uraikan hasil upaya yang sudah dilakukan oleh bapak ibu. Misalnya, pembelajaran menjadi lebih aktif dan menyenangkan, hasil belajar meningkat dan lain-lain.

4. Tulis pengalaman berharga yang bisa Bapak/Ibu petik ketika menyelesaikan masalah tersebut?

Pertanyaan ini meminta untuk menguraikan Pengalaman Berharga, yaitu pengalaman dalam membuat asesmen awal atau diagnostik, penggunaan media pembelajaran menarik, dan penerapan model Project Based Learning (PBL).

Baca Juga: UKPPPG Guru Tertentu Periode 2 Tahun 2024, KETENTUAN UNGGAH 2 VIDEO Full dan Editing, Cek TIPS PENTING Konten Video Praktik Pembelajaran

Contoh Uraian Reflektif Studi Kasus

Berikut Contoh 1 Uraian Reflektif Studi Kasus:

  • Permasalahan: Minat Belajar Peserta Didik Rendah dalam Pembelajaran Matematika
  • Jumlah: 499 kata

1. Permasalahan apa yang Bapak/Ibu hadapi?
Permasalahan yang pernah saya hadapi dalam proses pembelajaran matematika di kelas dengan beragam latar- belakang dan kemampuan peserta didik yaitu minat belajar peserta didik dalam pembelajaran matematika rendah dan kesulitan yang saya alami dalam memilih metode pengajaran yang efektif dan sesuai dengan gaya belajar peserta didik sehingga berakibat kurangnya partipasi peserta didik dalam proses belajar, kesulitan dalam memahami materi pelajaran, peserta didik cenderung pasif, kurangnya kedisiplinan dalam pembelajaran seperti tidak fokus selama pembelajaran, malas mengumpulkan tugas hal ini berdampak pada hasil belajar mereka yang jauh di bawah rata-rata.

2. Bagaimana upaya Bapak/Ibu menyelesaikan permasalahan?
Upaya yang saya lakukan untuk menyelesaikan permasalahan dalam pembelajaran khususnya matematika yaitu:

Baca Juga: LATIHAN Soal dan Jawaban Situational Judgement Test (SJT) BAGIAN 1, 25 Soal dari 78 Soal yang Ditentukan, JANGAN TERKECOH, Soal SJT BEDA dengan PCK

  • Mengidentifikasi penyebab kesulitan yang dihadapi peserta didik dengan melakukan asesmen diagnostic diawal pelajaran dan meningkatkan kemampuan dasar, karena kemampuan dasar menjadi pondasi untuk memperkuat pemahaman dasar tentang materi yang akan disampaikan.
  • Meningkatkan kompetensi professional saya dengan terus belajar baik dari internet dan mengikuti pelatihan agar saya dapat mengupdate pengetahuan tentang metode pengajaran yang efektif dan sesuai yang bisa digunakan dalam pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran yang relevan diterapkan agar peserta didik termotivasi dan memiliki ketertarikan dalam proses belajar.
  • Mengaitkan konsep matematika dengan kehidupan sehari- hari agar peserta didik dapat meningkatkan pemahaman dan motivasi mereka dalam proses pembelajaran.
  • Meningkatkan interaksi dan keterlibatan antara guru dan peserta didik dengan mengajak mereka berdiskusi, membuat kelompok belajar agar mereka bisa berkolaborasi dalam memecahkan masalah dan guru sebagai fasilitator dalam diskusi tersebut.
  • Memanfaatkan aplikasi dan permainan matematika interaktif yang membuat belajar menjadi lebih menyenangkan. Misalnya, aplikasi yang menawarkan teka-teki atau simulasi matematika bisa membuat pembelajaran lebih menarik (melakukan ice breaking untuk mencairkan suasana).

Baca Juga: LATIHAN Soal dan Jawaban Situational Judgement Test (SJT) BAGIAN 2, 25 Soal Penting, Skor Tertinggi Ada di Pilihan TINDAKAN PALING TEPAT

  • Menggunakan pendekatan positif dengan memberikan penghargaan atau reward bagi peserta didik yang menunjukkan sikap positif seperti peserta didik yang maju mengerjakan latihan di depan.
  • Menerapkan aturan kelas saat pembelajaran yang konsisten dengan melakukan diskusi terlebih dahulu untuk merumuskan aturan yang disepakati bersama agar tidak terjadi keributan dan tingkat kedisiplinan meningkat antar peserta didik.

3. Apa hasil dari upaya Bapak/Ibu tersebut?
Hasil dari upaya dalam mengatasi permasalahan dalam pembelajaran yaitu setelah menerapkan upaya untuk menyelesaikan permasalahan yang saya hadapi peserta didik lebih tertib dan focus dalam proses pembelajaran. Tingkat keributan peserta didik berkurang. Peserta didik lebih dapat memahami konsep-konsep pada materi matematika yang disampaikan. Peserta didik dapat mengembangkan keterampilan dalam memecahkan masalah dengan mereka diskusi kelompok. Peserta didik dapat mengalami perbaikan dalam hasil belajar. Dengan penggunaan metode, media, strategi dan pendekatan pembelajaran yang sesuai, peserta didik lebih termotivasi dan aktif dalam proses pembelajaran sehingga minar belajar meningkat dari sebelumnya. Penguatan interaksi antar guru dan peserta didik dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih positif, saling mendukung dan menyenangkan yang berakibat pada peningkatan kualitas dan hasil belajar mereka.

Baca Juga: LATIHAN Soal dan Jawaban Situational Judgement Test (SJT) BAGIAN 3, Cek 25 Soal Ini Mencakup Materi UbD, TaRL, dan CRT, Jadi Ukuran GURU PROFESIONAL

4. Tulis pengalaman berharga yang bisa Bapak/Ibu petik ketika menyelesaikan masalah tersebut?
Pengalaman berharga yang bisa saya petik dalam menyelesaikan permasalahan dalam pembelajaran yaitu saya bisa belajar lebih banyak tentang cara berpikir dan belajar peserta didik. Saya juga bisa belajar lebih banyak bagaimana merancang pendekatan dan metode, media pengajaran yang sesuai, fleksibel dan relevan untuk mendukung proses belajar peserta didik agar lebih menarik dan menyenangkan. Dan yang terpenting saya dapat belajar lebih sabar dalam menghadapi kesulitan dan masalah peserta didik. Karena guru adalah garda terdepan dalam dunia pendidikan.

Demikian penjelasan dan contoh berbentuk uraian reflektif berbasis studi kasus yang disajikan pojoksatu.id dan bisa dijadikan referensi dalam menghadapi Penilaian Uraian Reflektif Berbasis Kasus di UKPPPG Guru Tertentu.***