POJOKSATU.id - Kampus tampaknya sedang didorong naik level. Bukan lagi sekadar tempat kuliah dan riset, tapi juga jadi “pabrik gizi” yang langsung terhubung dengan kebutuhan masyarakat.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyarankan perguruan tinggi mulai membangun dan mengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) secara mandiri.
Menurutnya, peluang ini terlalu besar untuk dilewatkan.
Baca Juga: Setelah USU, Unhas Ngebut Jadi Pelopor MBG di Indonesia Timur, Teknologi Ikut Masuk Dapur
“Saya kira kampus perlu memahami ini, karena ini peluang besar. Minimal punya satu SPPG dulu, dan kalau bisa pasokannya berasal dari civitas akademika sendiri,” ujarnya dalam Forum U25 PTN-BH di Makassar.
Dari Dapur ke Sawah, Semua Nyambung
SPPG bukan cuma soal memasak makanan bergizi. Di balik satu dapur, ada sistem besar yang harus berjalan dari hulu ke hilir.
Untuk satu unit saja, dibutuhkan sekitar 8 hektare sawah untuk suplai beras, 19 hektare lahan jagung untuk pakan ternak, hingga sekitar 4.000 ayam petelur demi mencukupi kebutuhan protein harian.
Baca Juga: Prodi Mau Ditutup? Kampus Bilang Jangan Asal Pangkas, Ini Taruhannya!
Di sinilah kampus punya peran strategis. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tapi bisa langsung terlibat dalam praktik nyata, mulai dari pertanian, peternakan, sampai distribusi pangan.
Semua terintegrasi dalam satu ekosistem pembelajaran.
Laboratorium Hidup, Bukan Sekadar Fasilitas
Dadan melihat SPPG sebagai “laboratorium hidup” yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan riset dan inovasi.
Mulai dari teknologi pertanian, pengolahan pangan, hingga manajemen rantai pasok, semuanya bisa diuji langsung di lapangan, bukan hanya di atas kertas.
Baca Juga: Resep Roti Kukus Pontianak Ubi Ungu Lembut, Isi Cream Cheese Lumer di Mulut
Artinya, kampus bisa jadi pusat solusi, bukan sekadar pengamat.
Langkah Awal Sudah Dimulai
Dorongan ini bukan sekadar wacana. Bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto, Dadan turut meresmikan SPPG di Universitas Hasanuddin.
Fasilitas tersebut menjadi dapur MBG pertama di lingkungan perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN-BH).
Brian menegaskan, kehadiran SPPG adalah bentuk nyata kontribusi kampus dalam program prioritas nasional.
“Intinya adalah bagaimana dari perguruan tinggi bisa menjalankan peran untuk mendukung program prioritas Bapak Presiden, salah satunya adalah program MBG,” katanya. ***




