POJOKSATU.id - Dari daerah, untuk dunia. Kalimat ini terasa pas menggambarkan langkah dua pelajar asal Musi Banyuasin yang berhasil menembus panggung internasional lewat riset sederhana tapi berdampak besar.

Dua siswa berprestasi tersebut adalah Kianzhu P. Alfarobby dari SMP Negeri 6 Unggul Sekayu dan M. Zaffa P. Alfarobby dari SMA Negeri 2 Sekayu. 

Keduanya sukses melaju ke ajang riset internasional di Bangkok, Thailand, pada April 2026 melalui inovasi pemanfaatan limbah kelapa sawit menjadi energi bersih.

Mereka tampil dalam Lomba Penelitian Belia dengan membawa karya bertajuk Palm Waste to Clean Energy.

Baca Juga: Beasiswa Calon Pelaut Pertamina 2026 Dibuka, Siap Jadi Kru Kapal? Ini Syarat dan Keuntungannya

Apresiasi pun datang dari Bupati Musi Banyuasin, H. M. Toha Tohet, yang menerima langsung audiensi kedua pelajar tersebut di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Selasa (21/4/2026).

“Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Muba agar terus berkarya, berinovasi, dan berani tampil di tingkat internasional,” ujar Toha, dikutip dari laman Pemerintah Kabupaten Muba, Senin, 4 Mei 2026.

Limbah yang Selama Ini Terabaikan

Dalam pemaparannya, Kianzhu dan Zaffa menyoroti satu hal penting: limbah kelapa sawit di Indonesia sangat melimpah, tapi belum dimanfaatkan secara optimal.

Baca Juga: Daftar Kampus Paling Berprestasi di Indonesia 2025, UGM Unggul Tipis dari ITS

Dari situ, muncul ide untuk mengolah limbah tersebut menjadi biomassa yang punya nilai guna lebih tinggi sekaligus lebih ramah lingkungan.

“Melalui penelitian ini, kami melihat peluang besar untuk mengolah limbah kelapa sawit menjadi energi biomassa yang lebih ramah lingkungan,” ungkap Kianzhu dan Zaffa.

Prosesnya Nggak Sederhana, Tapi Terukur

Penelitian yang mereka lakukan tidak asal coba-coba. Ada tahapan teknis yang cukup detail dan terstruktur:

Hasilnya? Tidak main-main.

Briket yang dihasilkan memiliki nilai kalor tinggi, kadar air rendah, dan durasi pembakaran yang lebih lama dibandingkan bahan mentahnya.

Dukungan Sekolah dan Pemerintah Daerah

Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Kepala SMA Negeri 2 Sekayu dan Kepala SMP Negeri 6 Unggul Sekayu memberikan dukungan penuh terhadap langkah para siswanya.

Mereka menilai riset menjadi salah satu kunci penting dalam mencetak generasi muda yang kompetitif di tingkat global.

Baca Juga: Beban Tinggi Upah Tak Seimbang, Gaji Dosen di Bawah UMK, DPR Minta Standar Upah Nasional

Tak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin juga turut memfasilitasi keberangkatan tim peneliti muda ini ke Bangkok.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya daerah dalam mendorong inovasi berbasis potensi lokal agar bisa bersaing di level internasional. ***