POJOKSATU.id - Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Guru Tertentu masih menyisakan sekitar 800.000 guru yang belum terpanggil.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyampaikan kuota pelatihan akan dibuka bagi 800 ribu lebih guru yang belum terpanggil.
"Bu Nunuk sudah merancang akan ada sekian seri pelatihan guru untuk 800.000 lebih guru. Bisa dibayangkan itu pelatihan itu tidak ada berhentinya itu," ungkap Mendikdasmen saat sambutan penutup di Seminar Nasional Pendidikan Matematika 2024, Rabu (13/11/2024) lalu di Aula Balai Besar Guru Penggerak (BBGP), Yogyakarta.
Kuota besar-besaran itu disebut untuk mengejar target sertifikasi pendidik hingga tahun 2026.
Program ini tidak hanya membuka kesempatan bagi guru ASN tetapi juga diperuntukan bagi guru non ASN.
Baca Juga: PENOLAKAN PERMANEN Seleksi Administrasi PPG Guru Tertentu, Cek Penyebab dan Solusinya
"Kemudian 2025 ini, itu yang tadi saya sampaikan ada ada sekian sertifikasi guru yang itu tidak hanya untuk guru yang sudah ASN, non ASN juga akan mendapatkan sertifikasi 2025," lanjutnya.
Mu'ti menyebut di tahun-tahun mendatang, pelatihan guru akan menjadi prioritas dengan perubahan berupa penambahan materi baru di PPG Guru Tertentu.
Renacananya, pelatihan ini dirancang untuk mengembangkan kompetensi guru, termasuk bimbingan konseling, pendidikan nilai, dan entrepreneurship.
"Mungkin bapak ibu sekalian para guru di tahun-tahun yang akan datang akan ada banyak pelatihan guru, itu menjadi program paling tidak untuk program tahun 2026," ujar Mu'ti.
Nunuk Live IG Persiapan Seleksi Administrasi
Menjelaskan program yang disebut Mu'ti sudah dirancang Bu Nunuk, Dirjen GTK Mendikdasmen Nunuk Suryani menanggapi persiapan program PPG Guru Tertentu masih akan berlangsung pada 2024, 2025 hingga 2026 melalui seleksi administrasi.
"Bapak/ibu guru yg belum terpanggil PPG tahun ini tidak usah khawatir. Karena dalam hitungan hari, seleksi administrasi akan dibuka," tulis Nunuk di akun instagramnya @nunuksuryani.
Di akun tersebut, Nunuk mengajak para guru untuk bergabung di Live IG NgoPi Bareng Bu Nunuk dengan tema diskusi “Persiapan Seleksi Administrasi PPG bagi Guru Tertentu”, pada hari Senin, 25 November 2024 Pukul 16.00 WIB.
Semula, acara itu akan digelar 27 November 2024. Namun karena libur Pilkada, Live IG NgoPi dimajukan menjadi 25 November 2024, bertepatan dengan Hari Guru Nasional.
Nunuk akan didampingi 'Teman Ngopi' Plt. Direktur Pendidikan Profesi Guru (PPG), Ferry Maulana Putra.
"Dengan dimajukan jadwal ini, harapannya bapak ibu guru punya waktu beberapa hari untuk segera menyiapkan berbagai syarat dan ketentuan, sebelum seleksi administrasi PPG bagi Guru Tertentu resmi dibuka," lanjut Nunuk dalam postingan terbaru, beberapa jam lalu.
Syarat Seleksi Administrasi PPG Guru Tertentu
Dibukanya seleksi administrasi tahun 2024, juga menjadi kesempatan bagi guru yang belum terdaftar atau belum lulus seleksi administrasi pada tahun 2023 lalu.
Dalam penjelasan sebelumnya, Nunuk menyebutkan sasaran peserta PPG Guru Tertentu 2024 adalah mereka yang harus sudah terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dengan status aktif mengajar pada tahun ajaran 2023-2024 dan belum memiliki sertifikat pendidik.
Dengan demikian, seleksi administrasi tahun 2024 ini juga harus membuktikan status aktif mengajar pada tahun ajaran 2024-2025, bagi mereka yang belum memiliki sertifikat pendidik.
Selain syarat terdaftar di Dapodik dan pembuktian aktif mengajar, sasaran peserta PPG Guru Tertentu juga bergantung pada ketersediaan bidang studi di 131 LPTK penyelenggara.
Perhatikan Dapodik dan Satmikal Induk
Seleksi administrasi bagi calon peserta PPG Guru Tertentu merupakan tahap penyederhaan dan percepatan PPG Guru Tertentu.
Oleh sebab itu, penentuan pemanggilan peserta juga sangat bergantung pada pemutakhiran data guru di Dapodik.
Perlu diperhatikan, beberapa faktor penyebab gagalnya seleksi administrasi PPG Guru Tertentu dimungkinkan terjadi karena belum ada pemutakhiran Dapodik.
"Dapodik jika mutasi atau tidak aktif maka tidak bisa PPG. Maka harus diaktifkan kembali," imbuh Nunuk.
Para guru juga diminta untuk terus memantau secara berkala SIMPKB masing-masing, melalukan cek status validitas Nomor Induk Kependudukan (NIK) melalui SIMPKB atau Info GTK.
"Perbaiki ketidakvalidan NIK melalui aplikasi verval PTK atau memperbaiki secara mandiri di aplikasi Dapodik melalui operator sekolah masing-masing," jelas Nunuk.
Jangan abai juga, para guru calon peserta PPG Guru Tertentu juga harus memastikan hanya terdaftar di satu Satuan Administrasi Pangkal (Satminkal) Induk.
Apabila calon peserta PPG Guru Tertentu terdaftar di dua Satminkal, guru harus menentukan salah satu Satminkal.
Peserta yang secara adminisrasi belum melakukan pemutakhiran data, termasuk adanya akun belajar.id yang ganda, akan berdampak penolakan secara permanen.
Jalur Khusus Pendidikan Guru Penggerak
Untuk menyelesaikan target penyelesaian sertifikat pendidik melalui program PPG Guru Tertentu, tidak hanya membuka jalur seleksi administrasi, tetapi juga dibuka bagi jalur khusus Pendidikan Guru Penggerak (PGP).
Karenanya, bagi guru yang sudah memperoleh sertifikat Guru Penggerak (GP) di tahun 2024 dan sudah lolos seleksi administrasi, akan diikutkan ke dalam PPG Guru Tertentu jalur khusus PGP atau yang sudah mengikuti PLPG tapi belum lulus.
Tak hanya itu, Nunuk juga mengingatkan untuk melakukan konfirmasi kesediaan saat mendapatkan panggilan PPG Guru Tertentu di SIMPKB.
"Saya tekankan lagi, yang perlu diperhatikan peserta PPG yaitu jangan lupa konfirmasi kesediaan dengan cara klik 'Bersedia' di SIMPKB, lakukan lapor diri dengan cara unggah berkas secara daring ke laman LPTK. Semuanya daring ya, tidak ada yang harus datang ke LPTK-nya," beber Nunuk.
Sebagai catatan, Kemendikdasmen juga berencana memperbaiki sistem pelaporan pada saat pembelajaran PPG Guru Tertentu, agar lebih ringan dan substansial.
"Kemudian nanti tagihan-tagihan laporan yang kata banyak guru itu semalam suntuk baru bisa di-upload, nah mungkin nanti akan bisa lebih ringan karena beberapa komponennya akan dikurangi tanpa menghilangkan substansi," jelas Mu'ti.
Mu'ti menyebut tengah berkoordinasi dengan tim IT dan Pusdatin Kemendikdasmen dan akan segera menerbitkan surat edaran terkait perubahan itu. ***
#Ikuti aplikasi berita [Pojok Satu] di Play Store dan App Store: [Android] dan [iOS] untuk mendapatkan informasi terbaru.




