POJOKSATU.id - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi mengumumkan pembukaan Beasiswa Garuda Sarjana (S1) 2026 dengan penajaman pada bidang-bidang prioritas nasional.

Program ini dirancang untuk mencetak talenta unggul yang siap memperkuat sektor-sektor strategis pembangunan Indonesia.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi fokus utama pemerintah agar Indonesia mampu bersaing di tingkat global.

Baca Juga: UPI Terima Hibah Beasiswa Pemprov Jabar, 215 Mahasiswa Kurang Mampu Berprestasi Terbantu

“Kami menginginkan adanya talenta-talenta unggul dari bangsa kita yang dapat bersaing di kancah global,” kata Brian Yuliarto di Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Beasiswa Garuda Sarjana 2026 tidak hanya membuka akses ke perguruan tinggi kelas dunia, tetapi juga memperluas skema pembelajaran melalui program joint degree dan double degree dengan kampus luar negeri.

Proses seleksi dilakukan secara objektif dan terbuka bagi seluruh peserta dari berbagai latar belakang.

Baca Juga: Meal Prep Jadi Solusi Praktis Ramadan, Sahur dan Buka Tetap Bergizi Tanpa Ribet

“Kami juga akan memilih talenta-talenta terbaik itu untuk bersekolah di kampus-kampus top di Indonesia, tapi dengan tambahan joint degree atau double degree ke sekolah-sekolah di luar negeri,” ujarnya.

Direktur Jenderal Sains dan Teknologi (Dirjen Saintek) Kemdiktisaintek, Ahmad Najib Burhani, menjelaskan bahwa Beasiswa Garuda Sarjana merupakan bagian dari Program

Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto yang terintegrasi dalam ekosistem SMA Unggul Garuda.

Baca Juga: Otorita IKN Pastikan Pelayanan Dasar Siap, Dukung ASN Pindah dan Bekerja Tenang di Nusantara

Program tersebut telah berjalan sejak 2025 dan telah mendukung ratusan mahasiswa Indonesia untuk menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi terbaik dunia.

“Di tahun 2025 kami telah mendukung kurang lebih 416 penerima beasiswa yang saat ini berkuliah di berbagai perguruan tinggi terbaik di dunia,” ucap Najib Burhani.

Pada seleksi 2026, sistem penilaian mengalami penyesuaian penting. Penentuan tujuan studi kini berbasis pada peringkat program studi terbaik dunia atau ranking subject, bukan lagi peringkat universitas secara umum.

Baca Juga: Viral Siswa di Yogyakarta Protes Menu MBG Tidak Sesuai Janjinya Ikan yang Datang Tahu, Sebut 'Kok Engga Sesuai Postingannya?'

“Tahun ini sudah dipilih 100 ranking subject, jadi rankingnya berdasarkan kepada bidang studi atau program studi yang terbaik berdasarkan QS,” tutur Najib Burhani.

Bidang Prioritas Nasional Beasiswa Garuda Sarjana 2026
Fokus Beasiswa Garuda Sarjana 2026 diarahkan pada bidang-bidang strategis yang menjadi kebutuhan utama pembangunan nasional, yaitu:

1. Kesehatan

2. Ketahanan pangan

3. Pertahanan

4. Digitalisasi

Baca Juga: Tunjangan Guru Triwulan vs Sistem Bulanan 2025, Mana Lebih Menguntungkan dan Kenapa Keterlambatan Masih Terjadi?

5. Hilirisasi industri

6. Energi

7. Hukum

8. Kebijakan publik

Baca Juga: TPG 2025 Belum Cair Meski SKTP Terbit? Ini Akar Masalah Sistem Dapodik dan Solusi Agar Tunjangan Sertifikasi Guru Tidak Tertahan Lagi

Bidang-bidang tersebut dipilih untuk memastikan lulusan Beasiswa Garuda Sarjana memiliki relevansi langsung dengan agenda pembangunan nasional serta tantangan global yang dihadapi Indonesia.

Selain itu, pada seleksi tahun ini Letter of Acceptance (LoA) tidak lagi menjadi syarat utama.

Kebijakan ini diterapkan agar program beasiswa lebih terukur, inklusif, dan selaras dengan arah pembangunan nasional berbasis kebutuhan strategis. ***