POJOKSATU.id - Pembaruan sistem Info GTK pada awal 2026 mulai memunculkan berbagai keluhan dari kalangan guru.
Sejumlah pendidik mengaku menemukan status data tidak valid, jam mengajar bermasalah, hingga informasi sertifikasi yang tidak sesuai.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran karena Info GTK 2026 menjadi acuan utama dalam penyaluran tunjangan dan validasi status profesional guru.
Info GTK atau Informasi Guru dan Tenaga Kependidikan merupakan laman resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang menampilkan hasil tarik data dari Dapodik.
Baca Juga: 8 Masalah Info GTK 2026 yang Sering Dialami Guru dan Cara Mengatasinya
Melalui sistem ini, pemerintah memverifikasi kelayakan guru untuk menerima tunjangan profesi, tunjangan khusus, hingga administrasi kepegawaian.
Karena perannya sangat vital, setiap perubahan status di Info GTK 2026 selalu mendapat perhatian serius dari guru.
Memasuki tahun 2026, pembaruan sistem dilakukan secara bertahap.
Namun, pada fase awal pembaruan tersebut, banyak guru justru menemukan data mereka belum sepenuhnya valid.
Baca Juga: Sudah Cek Bansos Tapi Profil Keluarga Tak Terdaftar di DTSEN? Ini Penyebab Utamanya
Keluhan ini ramai dibagikan di forum guru, grup media sosial, hingga komunikasi internal sekolah.
Salah satu masalah paling sering muncul adalah keterangan “data belum valid”.
Status ini muncul meski guru merasa seluruh data sudah diisi lengkap di Dapodik.
Sebagian guru bahkan menyebut tidak ada perubahan data signifikan, namun Info GTK tetap menampilkan peringatan.
Menurut penjelasan operator sekolah, kondisi ini berkaitan dengan proses sinkronisasi data.
Dapodik yang telah diperbarui di sekolah tidak langsung terbaca oleh sistem pusat.
Info GTK membutuhkan waktu untuk menarik, memproses, dan memvalidasi data tersebut.
Proses ini dikenal tidak berlangsung secara real time.
Pada periode awal tahun, beban server pusat biasanya meningkat karena diakses jutaan akun guru secara bersamaan.
Akibatnya, validasi data berjalan lebih lambat dibanding hari biasa.
Baca Juga: Menganggur Tak Otomatis Dapat Bansos, Ini Cara Sistem Menilai Siapa yang Berhak
Masalah ini juga diperparah oleh perubahan struktur data di Dapodik versi terbaru.
Penyesuaian rombongan belajar, pembelajaran, dan penugasan guru memerlukan sinkronisasi yang benar-benar akurat.
Jika ada satu saja komponen yang belum sesuai, Info GTK akan menahan status validasi.
Selain status data, jam mengajar juga menjadi sorotan utama.
Banyak guru ASN dan PPPK melaporkan jam mengajar di Info GTK tidak memenuhi ketentuan minimal.
Padahal, secara faktual guru tersebut mengajar sesuai jadwal di sekolah.
Kondisi ini membuat guru khawatir karena jam mengajar berpengaruh langsung pada kelayakan tunjangan profesi.
Dalam aturan yang berlaku, guru ASN dan PPPK wajib memenuhi minimal 24 jam tatap muka per minggu.
Jika Info GTK mencatat jam di bawah ketentuan, sistem otomatis menandai guru tidak memenuhi syarat.
Namun, menurut penjelasan teknis, jam mengajar yang tidak terbaca biasanya bersumber dari Dapodik.
Kesalahan bisa terjadi pada pengisian pembelajaran, rombongan belajar, atau kode mata pelajaran.
Mapel yang tidak linear dengan sertifikat pendidik juga berpotensi ditolak sistem. Masalah lain yang mulai muncul adalah status sertifikasi.
Beberapa guru bersertifikat mendapati Info GTK masih menampilkan keterangan belum sertifikasi.
Hal ini tentu menimbulkan keresahan karena sertifikasi merupakan syarat utama tunjangan profesi guru atau TPG.
Baca Juga: Setiap Bulan Mentor Wajib Buat Tagihan Uang Saku, Ini Syarat Mutlak Gaji Peserta Magang Cair
Dalam banyak kasus, persoalan ini disebabkan oleh data sertifikat yang belum tervalidasi pusat.
Nomor sertifikat, tahun lulus, atau bidang studi yang tidak sesuai bisa membuat sistem gagal membaca data.
Karena itu, guru diminta tidak langsung menyimpulkan adanya kesalahan permanen.
Dari sisi kepegawaian, guru PPPK juga mulai menyampaikan keluhan.
Sebagian guru PPPK masih tercatat sebagai honorer di Info GTK. Padahal, SK pengangkatan sudah diterima dan berlaku.
Kondisi tersebut biasanya terjadi karena SK belum diinput atau belum disinkronkan oleh operator.
Kesalahan penulisan TMT juga menjadi faktor yang cukup sering ditemukan. Selama data belum benar di Dapodik, Info GTK tidak akan menampilkan status terbaru.
Pihak sekolah dan operator menegaskan bahwa sebagian besar kendala Info GTK bukan kesalahan individu guru.
Masalah lebih banyak terjadi pada proses teknis dan tahapan validasi sistem.
Karena itu, guru diminta tetap tenang dan mengikuti alur perbaikan data secara prosedural.
Operator sekolah memegang peran sangat penting dalam fase ini. Mereka bertugas memastikan seluruh data di Dapodik benar dan sinkron sesuai jadwal.
Koordinasi yang baik antara guru dan operator menjadi kunci utama. Guru juga diimbau untuk tidak melakukan perubahan data sendiri tanpa koordinasi.
Perubahan sepihak justru berpotensi menimbulkan konflik data baru. Setiap perbaikan sebaiknya dilakukan secara terencana dan tercatat.***




