POJOKSATU.id - Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) siap menyediakan pelatihan enam bahasa asing bagi para siswa sekolah rakyat.

Menteri P2MI, Mukhtarudin, menyebut bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kemampuan dasar siswa.

Selain itu, melalui pelatihan bahasa asing siswa di sekolah rakyat juga diharapkan lebih siap untuk menghadapi dunia kerja dan menjadi fokus utama P2MI dan Kemensos.

Baca Juga: Dari PANDU hingga Tanah Abang Baru, Begini Peta Mobilitas di Tahun Pertama Prabowo

Pelatihan Bahasa Asing
Mukhtarudin menjelaskan bahwa terdapat 6 bahasa asing yang akan diajarkan kepada siswa, salah satu bahasa utama yang ditargetkan adalah bahasa Inggris, yang merupakan bahasa global.

Selain itu, lima bahasa lainnya yang akan diajarkan adalah bahasa Arab, Jepang, Korea, Mandarin, dan Jerman.

Pelatihan 6 bahasa asing yang diprioritaskan P2MI dan Kemensos telah disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja global dan permintaan negara-negara mitra penempatan kerja Indonesia.

Baca Juga: Diduga Langgar Aturan, LBH Merah Putih Desak PUPR Karawang Putus Kontrak Proyek Penahan Abrasi di Muara Pakisjaya

Integrasi dengan Pelatihan Vokasi
Program pendidikan sekolah rakyat juga akan diintegrasikan dengan pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, dan penempatan kerja yang selaras dengan kebutuhan sektor industri.

Tahap awal pengimplementasian program ini akan dimulai dengan kegiatan sosialisasi di seluruh sekolah rakyat.

Dengan adanya hal ini, Kementerian P2MI telah berkomitmen dalam meningkatkan kemampuan dan daya saing pekerja migran Indonesia melalui pelatihan bahasa asing dan vokasi.

Baca Juga: Kadin Tangsel Umumkan Peserta Resmi MUKOTA IV, 98 Peserta Versi SC Gugur

Para siswa sekolah rakyat juga diharapkan dapat terbantu dengan adanya pelatihan bahasa asing untuk meningkatkan kesempatan kerja, baik di dalam maupun luar negeri.***