POJOKSATU.ID - Bencana gempa bumi yang melanda wilayah Flores di Nusa Tenggara Timur membawa dampak kehancuran yang sangat serius pada sektor pendidikan.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah merespons cepat situasi darurat tersebut dengan menetapkan program revitalisasi sebagai prioritas utama bagi sekolah yang terdampak.

Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Nagekeo.

Pemerintah saat ini bergerak cepat memvalidasi seluruh data kerusakan bangunan sekolah yang masuk sebagai landasan penentuan alokasi bantuan.

Baca Juga: Kabar Baik Buat Lansia dan Disabilitas! Program Bantuan Makanan Segera Ditempelkan ke MBG

Proses pendataan tersebut dilakukan secara sistematis melalui formulir daring terpadu yang terhubung langsung dengan portal data BNPB.

Transparansi data ini sengaja dibuka agar masyarakat dan pihak terkait dapat memantau perkembangan pemulihan sekolah secara real-time.

Setelah tahapan verifikasi dan perhitungan kebutuhan selesai, pemerintah akan segera memproses dokumen penandatanganan Perjanjian Kerja Sama.

Langkah ini menjadi syarat mutlak sebelum dana Anggaran Belanja Tambahan tahap kedua dialokasikan ke dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran.

Baca Juga: Proyek Sekolah Rakyat Terus Membesar, Bappenas Ingatkan Kemensos Agar Asrama Tak Berakhir Jadi Bangunan Mangkrak!

Pembangunan fisik fasilitas sekolah baru bisa dimulai secara masif setelah dana tersebut resmi disalurkan langsung ke rekening sekolah tujuan.

Sebelum program revitalisasi fisik berjalan, bantuan logistik tahap awal sebenarnya sudah mendahului masuk ke wilayah terdampak di Nagekeo dan Ngada.

Bantuan awal tersebut mencakup puluhan ribu buku bacaan nonteks, ratusan paket perlengkapan sekolah, hingga paket makanan darurat.

Selain logistik fisik, pemerintah juga menyerahkan bantuan tunai berbentuk voucher senilai ratusan juta rupiah untuk puluhan sekolah terdampak.

Mendikdasmen optimistis bahwa kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah akan mempercepat pemulihan pendidikan di Flores.***