POJOKSATU.id—Di tengah hiruk pikuk Jakarta Utara, tak jauh dari waduk yang kadang jadi tempat mancing, kadang sekadar jadi latar diam bagi kota yang sibuk, berdiri sebuah sanggar kecil bernama Atap Bercerita.

Bukan dalam bentuk bangunan mewah, bahkan tak punya ruang kelas. Ia hanya punya atap langit, lantai rerumputan, dan semangat besar dari mereka yang percaya bahwa pendidikan tak selalu harus datang dari ruang resmi dan seragam.

“Kami ingin anak-anak ini tak cuma bisa membaca, tapi juga bisa berpikir, bermimpi, dan berani bercerita tentang hidup mereka sendiri,” terang salah satu pendiri Atap Bercerita, Lalu Adam pada Senin (4/8/2025).

Baca Juga: Tak Ada Perpanjangan, Instansi Hanya Punya 16 Hari untuk Ajukan PPPK Paruh Waktu

Didirikan pada 28 Desember 2023, Atap Bercerita lahir dari percakapan kecil di warung kopi kawasan Warakas. Dua sahabat, Lalu Adam Farhan Alwi dan Galih Ramadhan.

Duduk membicarakan sesuatu hal yang kerap tak diselesaikan oleh negara: kenapa pendidikan kita gagal membuat anak-anak mengerti siapa mereka dan ingin jadi apa.

“Padahal Paulo Freire bilang, pendidikan seharusnya menumbuhkan kesadaran kritis tentang realitas hidup mereka sendiri,” terangnya.

Kutipan itu bukan sekadar teori. Adam dan kawan-kawannya—Galih, Reynara Atmaka, Alfhian Caesario, dan Akbar Wijaya—berkomitmen menerjemahkan gagasan besar itu ke dalam tindakan kecil.

 

Baca Juga: WASPADA! Ada 17,5 Persen Guru Serdik Gagal Cairkan TPG Tepat Waktu, Ternyata Ada Kesalahan dalam 4 Hal Ini!

Mendirikan ruang belajar kolektif di tengah pemukiman padat, tepatnya di kawasan Waduk Cincin, Papanggo, Jakarta Utara.

“Kami menyadari bahwa sekolah formal sering kali hanya membuat anak-anak patuh, bukan kritis,” ucap Adam.

- Belajar di Bawah Langit, Bukan di Balik Papan Tulis
Setiap hari Minggu, sekitar pukul tiga sore hingga matahari tenggelam, Atap Bercerita menggelar kegiatan. Tak ada absensi, tak ada seragam. Anak-anak yang datang—berumur antara 5 hingga 13 tahun, mayoritas dari keluarga miskin sekitar Waduk Cincin—mengisi sore mereka dengan membaca, menggambar, mewarnai, membuat cerita, hingga berpuisi.

“Kami ingin proses belajar ini riang gembira. Tapi bukan berarti kosong. Kami tetap punya tujuan besar: anak-anak ini harus tahu bahwa mereka punya potensi,” jelas Adam.

 

Baca Juga: WASPADA! Ada 17,5 Persen Guru Serdik Gagal Cairkan TPG Tepat Waktu, Ternyata Ada Kesalahan dalam 4 Hal Ini!

Meski kurikulum formal belum dibentuk, arah pendidikan di Atap Bercerita berpijak jelas. Seperti yang ditulis oleh H.A.R. Tilaar dalam Pendidikan Teoritis untuk Indonesia, pendidikan seharusnya membantu anak menemukan bakat dan perannya dalam masyarakat. Filosofi ini menjadi dasar dari seluruh kegiatan di sanggar.

Di Tanjung Priok, daerah yang lebih sering dikaitkan dengan citra kekerasan, pengangguran, atau kemiskinan struktural, Adam dan tim mencoba menyalakan lilin kecil di tengah gelap. Mereka tidak ingin anak-anak tumbuh dalam ruang sosial yang membatasi harapan.

“Kami cuma ingin mengubah kultur. Dari yang tadinya pasif dan putus asa, menjadi aktif, berpikir, dan kreatif. Kami ingin budaya di Priok bisa berubah ke arah yang positif,” katanya.

Itulah sebabnya, visi Atap Bercerita cukup sederhana tapi berani: Mengembangkan budaya literasi anak muda agar memiliki kesadaran kritis.

 

Baca Juga: ESG dan Carbon Pricing: Saatnya Investor Muda Paham Investasi Berarti

Misinya? Belajar dengan riang gembira.

Tidak ada anggaran negara. Tidak ada dukungan institusi besar. Tapi Atap Bercerita tumbuh dari gotong royong, solidaritas, dan cinta terhadap pendidikan. Sebuah bentuk perlawanan senyap terhadap sistem pendidikan yang sering kali abai terhadap anak-anak dari kelas paling bawah.

“Kami tahu, kami bukan solusi besar. Tapi kami juga bukan hiasan. Kami hadir, konsisten, dan terus belajar bersama anak-anak ini,” pungkas Adam tegas.

Di bawah langit Waduk Cincin, Atap Bercerita menumbuhkan sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar nilai rapor: keberanian untuk berpikir, bercerita, dan bermimpi.***

 

Versi Android: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.promedia.pojoksatu 

versid iOS: https://apps.apple.com/app/pojok-satu/id6670306141 

Channel Whatsapp: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaizUTRDjiOXHsJCgQ2E 

Fanpage edugov: https://www.facebook.com/profile.php?id=61575904868212