POJOKSATU.id - Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Guru Tertentu dipastikan masih berlanjut pada tahun 2026, namun dengan arah kebijakan yang semakin jelas.
Pemerintah kini memfokuskan PPG Guru Tertentu 2026 pada guru lulusan S-1 baru, sementara posisi guru lama tidak lagi sepenuhnya aman.
Perubahan ini menjadi sinyal kuat bahwa PPG Guru Tertentu bukan lagi program massal, melainkan seleksi terbatas dengan sasaran spesifik.
Baca Juga: Belum Aktivasi Coretax? ASN Terancam Tak Bisa Lapor Pajak 2026
Guru yang lengah dan merasa aman karena masa kerja panjang justru berpotensi tersisih.
Kuota PPG Guru Tertentu 2026 Menyusut Drastis
Salah satu indikator paling jelas dari perubahan kebijakan ini adalah pemangkasan kuota secara signifikan.
Baca Juga: LOWONGAN KERJA Tenaga Ahli DPRKP DKI Jakarta Dibuka, Posisi GIS hingga Media Sosial Tersedia
Pada tahun 2026, kuota PPG Guru Tertentu diproyeksikan hanya sekitar 41 ribu peserta, jauh lebih kecil dibandingkan:
Tahun 2024: sekitar 640 ribu peserta
Tahun 2025: sekitar 804 ribu peserta
Baca Juga: Cara Mendaftar BPJS Kesehatan bagi Panti Asuhan, Ini Alur dan Syaratnya
Dengan kuota sekecil ini, PPG Guru Tertentu 2026 praktis menjadi tahap akhir penyelesaian, bukan lagi jalur utama sertifikasi guru.
Pemerintah Tegaskan PPG Tetap Ada, Tapi Sasarannya Berubah
Kepastian keberlanjutan PPG Guru Tertentu tercantum dalam surat resmi Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru tertanggal 11 Desember 2025.
Dalam surat tersebut ditegaskan bahwa pelaksanaan PPG Guru Tertentu tetap mengacu pada Permendikbudristek Nomor 19 Tahun 2024.
Namun, pemerintah secara implisit menekankan bahwa sasaran PPG kini semakin dipersempit.
Fokusnya bukan lagi siapa yang paling lama mengajar, melainkan siapa yang baru memenuhi syarat akademik.
Guru Lulusan S-1 Baru Jadi Prioritas Utama
Kelompok yang paling diprioritaskan dalam PPG Guru Tertentu 2026 adalah:
1. Guru yang Baru Menyelesaikan Pendidikan S-1
Yakni guru yang sebelumnya mengajar dengan ijazah SMA atau D-III, lalu baru memperoleh gelar S-1 dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Kemendikdasmen Siapkan 47 Ribu Dosen CPNS, PNS Pensiun Bakal Dikaryakan di PTS
Kelompok ini dianggap:
- Baru memenuhi syarat akademik
- Belum terakomodasi pada PPG 2024 dan 2025
- Masih berada dalam sasaran afirmasi pemerintah
Baca Juga: Bocoran Gaji PPPK 2026 Masih Pakai Aturan Lama, Lulusan SD hingga Sarjana Ini Rinciannya
Dengan kata lain, PPG Guru Tertentu 2026 lebih diarahkan untuk menutup “sisa” guru yang baru lulus S-1, bukan mengulang kesempatan bagi semua guru lama.
Guru Lama Jangan Terlena dengan Masa Kerja
Bagi guru lama, perubahan ini menjadi peringatan serius. Masa kerja panjang dan status lama di Dapodik tidak lagi menjadi jaminan utama.
Justru, guru lama yang:
1. Sudah lama memenuhi syarat S-1
2. Tidak terakomodasi pada PPG sebelumnya
3. Tidak masuk kategori prioritas
berpotensi kalah bersaing dengan guru lulusan S-1 baru.
Baca Juga: ASN Pandeglang Boleh WFA di Libur Nataru 2025, Tapi Ada Batasannya!
Seleksi PPG Guru Tertentu 2026 lebih menitikberatkan pada:
1. Riwayat pendidikan terakhir
2. Riwayat sertifikasi
3. Status keaktifan mengajar
Baca Juga: Bea Cukai Buka Opsi untuk Lulusan SMA, Namun Menkeu Purbaya Tegaskan STAN Masih Jadi Andalan
4. Validitas data Dapodik dan SIMPKB
Validasi Data Semakin Ketat, Tak Ada Lagi Ruang Manipulasi
Isu soal “mengakali sistem” kembali mencuat di kalangan guru. Namun pada PPG Guru Tertentu 2026, ruang tersebut nyaris tertutup sepenuhnya.
Sistem seleksi kini terintegrasi antara:
1. Dapodik
2. SIMPKB
3. Riwayat pendidikan
4. Riwayat keikutsertaan PPG
Ketidaksesuaian data dapat berujung pada diskualifikasi permanen, bahkan sanksi administratif. Pemerintah menegaskan bahwa kejujuran data adalah syarat mutlak.
Jika Guru Lama Tak Masuk Sasaran, Ini Konsekuensinya
Bagi guru lama yang tidak masuk sasaran PPG Guru Tertentu 2026, pemerintah telah menegaskan bahwa PPG Calon Guru (Prajabatan) menjadi satu-satunya jalur untuk memperoleh sertifikat pendidik.
Baca Juga: Perpres Tak Kunjung Terbit, Gaji PPPK 2026 Dipastikan Belum Naik, Simak Lengkapnya
Ini menandai perubahan besar:
PPG Guru Tertentu bukan lagi jalur aman, melainkan jalur khusus dengan target sangat terbatas.
PPG Guru Tertentu 2026 Bisa Jadi Penentu Nasib Sertifikasi
Dengan kuota kecil dan fokus pada guru lulusan S-1 baru, PPG Guru Tertentu 2026 bisa menjadi momen penentuan, terutama bagi guru lama yang belum tersertifikasi.
Baca Juga: Terungkap! Pelaku yang Ludahi Kasir Adalah ASN Dosen UIM, Kini Terancam Sanksi Berat
Guru disarankan untuk:
1. Memastikan data Dapodik dan SIMPKB benar dan mutakhir
2. Tidak hanya mengandalkan masa kerja
3. Aktif memantau pengumuman resmi
4. Mulai mempertimbangkan opsi PPG Prajabatan***




