POJOKSATU.id, UNIVERSITAS Padjadjaran (Unpad) berkomitmen akan memberikan sanksi tegas kepada calon mahasiswa peserta ujian Seleksi Mandiri Universitas Padjadjaran (SMUP) 2025 yang berlaku curang. Salah satunya, hukuman diskualifikasi.
Tak sekadar imbauan, Unpad juga mengupayakan agar ujian seleksi masuk universitas bisa bisa berjalan baik dengan mengantisipasi kecurangan.
Dimana, panitia ujian telah menyiapkan aplikasi ujian SMUP yang harus diinstal peserta serta face recognition antara kartu peserta dengan wajah peserta yang mengikuti ujian.
Rektor Universitas Padjadjaran, Prof Arief S. Kartasasmita memastikan Unpad serius dengan sanksi diskualifikasi bagi peserta curang.
Baca Juga: Iran Kembali Serang Israel, Rudal Hipersonik Targetkan Pelabuhan Haifa dan Tel Aviv
“Jika terbukti, kami akan diskualifikasi. Meski begitu, kami akan sangat hati-hati saat memutuskan diskualifikasi, harus betul-betul melihat berbagai variabel serta memastikan yang bersangkutan secara nyata melakukan tindakan yang melanggar aturan main dalam pelaksanaan seleksi masuk Unpad,” ujarnya dikutip dari Kanal Media Unpad.
Rektor mengungkapkan, cukup banyak variabel yang digunakan untuk menilai calon mahasiswa baru.
Unpad antara lain menggunakan nilai rapor dan UTBK, menggunakan teknologi dalam ujian daring, Unpad juga mengonfirmasi data dengan data yang dikeluarkan panitia nasional saat UTBK.
Unpad dapat mengantisipasi berbagai bentuk kecurangan yang dilakukan peserta. Pelaksanaan ujian secara daring tetap dilakukan Unpad karena telah mengantisipasi berbagai hal untuk mendeteksi kecurangan yang dilakukan peserta.
Selain itu, ujian daring dilaksanakan agar Unpad bisa membuka seluas-luasnya kesempatan bagi pendaftar.
“Sesuai dengan prinsip bahwa Unpad inklusif sehingga siapapun terbuka untuk bisa mendaftar dan masuk ke Unpad, tanpa terbatas oleh Jarak dan Waktu,” ujar Rektor.
Koordinator Bidang Pelaksana Ujian Online, Alan Ridwan Maulana, menjelaskan, panitia telah menyiapkan aplikasi ujian SMUP yang harus diinstal peserta serta face recognition antara kartu peserta dengan wajah peserta yang mengikuti ujian.
“Unpad tidak melaksanakan ujian daring berbasis web untuk menghindari peserta bisa membuka aplikasi lain secara bersamaan di laptop atau komputer yang digunakan," ujarnya.
Dia menjelaskan aplikasi ujian SMUP dapat memblok upaya peserta membuka aplikasi lain sehingga peserta fokus mengerjakan soal ujian saja.
"Ditambah lagi ada pengawasan dua kamera, yaitu dari kamera di laptop/komputer dan kamera dari aplikasi zoom yang dijalankan peserta di ponsel,” sambungnya.
Alan mengurai, dengan teknologi face recognition, pengawas ujian dapat melihat seberapa persen kemiripan antara foto dengan wajah peserta yang mengikuti ujian daring saat itu.
Jika persentasenya rendah maka akan menjadi catatan bagi pengawas untuk ditindaklanjuti usai pelaksanaan ujian.
“Dari pemeriksaan foto pendaftar, panitia juga mendapati wajah beberapa joki yang sebelumnya ramai diberitakan di media.
Baca Juga: UPDATE Penting! Informasi Pencairan Lanjutan Tunjangan Sertifikasi Guru (TPG) Tahap 6 Triwulan I
"Jadi, selain mendaftar di SNBT, para joki ini juga ternyata mendaftar di seleksi jalur mandiri. Program studi yang dipilih para joki itu hanya kedokteran atau kedokteran gigi,” ungkapnya.
Sementara itu, total 35.155 peserta mengikuti SMUP 2025 yang terdiri dari 3 skema, yaitu skema UTBK dan Rapor sebanyak 18.070 peserta, skema Ujian SMUP sebanyak 14.652 peserta dan skema Minat dan Bakat/Prestasi Non Akademik sebanyak 2.433 peserta.
SMUP 2025 juga diikuti oleh 32 peserta disabilitas. Total daya tampung Unpad lewat seleksi mandiri berjumlah 3.198 orang untuk program Sarjana dan 461 orang untuk program Sarjana Terapan.
Jika ditambah dengan daya tampung melalui SNBP dan SNBT jumlahnya mencapai 8 ribuan mahasiswa baru.
Alan Ridwan menambahkan, panitia juga menggunakan WhatsApp Blast untuk menginformasikan pesan-pesan penting kepada peserta ujian. Selain itu, panitia juga menyediakan layanan Nomor Kontak Helpdesk SMUP 0811-2230-1410 yang tersedia sejak awal pendaftaran.
Alan menambahkan, pada 14-15 Juni 2025 akan berlangsung ujian SMUP yang dilaksanakan secara daring. Saat ini, jalur seleksi yang masih buka pendaftaran adalah S1 Kelas Internasional (International Undergraduate Program) Batch 3 hingga 2 Juli 2025. ***



