POJOKSATU.id - Tak bisa disangkal, madrasah menjadi lembaga pendidikan Islam yang memiliki peran penting dalam proses transmisi ilmu dan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.
Faktanya kini, madrasah sangat berperan dalam merealisasikan cita-cita umat Islam yang menginginkan anak mereka dididik menjadi manusia beriman dan berilmu pengetahuan.
Demikian juga animo yang dicerminkan masyarakat di sekitar kaki Gunung Salak, tepatnya di MI Plus Alfurqon, Jl E. Sumawijaya, Kampung Parakan Mulya RT.05/04 No. 17, Ciomas Kabupaten Bogor.
Warga yang kental dengan berbagai kegiatan keagamaan ini, berharap agar MI Plus Alfurqon dapat segera menyelesaikan pembangunan ruang kelas yang masih tertunda, agar anak mereka dapat segera mendapat pendidikan yang baik.
Pimpinan Yayasan Al-Furqon Kusnadi menyebut yayasan yang didirikannya sejak 2010 ini dibangun di atas lahan wakaf seluas 654 meter persegi. Ia sudah berikhtiar melengkapi sarana dan prasarana sejak 2021.
Yayasan ini, tutur Kusnadi, sudah mendapatkan pengesahan dan Kemenkumham Nomor: AHU-576.AH.01.04 Tahun 2010 melalui permohonan dari Notaris Vonny Rahayu Pawaka.
Baca Juga: 12 Tahun Menunggu, Akhirnya Tunjangan Inpassing 98.972 Guru Madrasah Bukan ASN, Cair Desember Ini
Secara legal, yayasan yang bernama lengkap Yayasan Al-Furqon Parakan Mulya ini juga sudah memiliki kelengkapan administrasi lainnya seperti NPWP, sertifikat wakaf hingga piagam penyelenggaraan pendidikan dari Kementerian Agama Republik Indonesia dengan Nomor Statistik 3112.32.01.0995 pada 29 April 2011.
Kini, ia dan masyarakat sedikit demi sedikit tengah berusaha melengkapi kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan bagi masyarakat desa di kaki Gunung Salak itu.
"Alhamdulillah pada tahun 2021 baru selesai satu unit ruang kelas dan satu unit ruang guru. Sehingga sampai dengan sekarang masih lima ruang kelas lagi yg belum selesai," jelas Kusnadi.
Ia bertutur, saat ini baru tersedia satu ruang yang dipakai bergiliran oleh kelas 1 dan kelas 2. Lalu ada ruang sementara yang biasanya digunakan untuk kelas 3.
"Ruang kelas yang diharapkan setidaknya berjumlah 5 kelas untuk menjawab animo masyarakat yang ingin menitipkan anaknya untuk mendapat pendidikan Islami," tambahnya.
Baca Juga: Tasyakuran Hari Guru Nasional 2023: 50 Guru dan Tenaga Pendidikan Raih Penghargaan GTK Madrasah 2023
Dalam perencanaan pembangunan madrasah, ia memperkirakan kebutuhan penambahan ruang kelas ini berkisar Rp120.195.600 per kelas.
Saat ini, pembangunan madrasah belum mendapatkan bantuan resmi dari pemerintah baik itu melalui program sejenis Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU), Bantuan Sarpras Madrasah Tahun 2023 maupun hibah pembangunan ruang kelas baru.
"Masih kami lakukan secara mandiri, ikhtiar dari berbagai donatur yang terketuk hatinya untuk membantu penyelenggaraan pendidikan Islam di wilayah kami," ungkap Kusnadi di tengah kegiatan pengajian rutin yayasan pada Minggu (24/12/2023).
Pengajian rutin saat itu terasa lebih istimewa karena kedatangan Dadeng Wahyudi, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor yang dekat dengan lingkungan pendidikan dan kerap mendukung kegiatan keagamaan.
Dadeng menilai pendidikan gratis bagi masyarakat harus terus dipastikan untuk mempercepat program wajib belajar manusia Indonesia yang sehat, cerdas, produktif, berakhlak, serta berbudaya.
"Memang sudah saatnya gratis. Ini bagian dari upaya pemerataan hak pendidikan bagi masyarakat. Caranya, ya saat ini kita harus terus berusaha melakukan peningkatan daya tampung di lembaga pendidikan," tanggap Dadeng.
Anggota DPRD Kabupaten Bogor yang kini di Jabar V DPR RI ini juga berharap bisa ikut memastikan kelayakan sarana dan prasarana lingkungan belajar, termasuk madrasah dan pesantren-pesantren.
Meski begitu, Dadeng mengakui perjuangan untuk menciptakan pemerataan hak pendidikan dan masyarakat yang cerdas tidaklah mudah. Perlu mendapat dukungan dari semua lapisan masyarakat.
"Revitalisasi fasilitas fisik madrasah dan sekolah berbasis agama yang lainnya, baik yang berada di bawah naungan Kemenag RI ataupun swasta memang harus terjadi. Ikhtiar itu yang harus kita perjuangkan bersama," pungkas Dadeng. ***




