POJOKSATU.id – Pemerintah masih menyusun skema pembiayaan Universitas Republik Indonesia (URI) yang baru dibentuk Presiden Prabowo Subianto sebagai pusat pendidikan kepemimpinan nasional.
Hingga kini, besaran anggaran maupun sumber pendanaannya belum dipastikan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pihaknya masih akan mengecek mekanisme pembiayaan lembaga tersebut, termasuk kemungkinan keterkaitannya dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Baca Juga: Cara Mengetahui HP Terkena Malware, Ini Penyebab, Gejala, dan Langkah Mengatasinya
Purbaya mengatakan, "URI nanti sebagian dari dana itu... saya enggak tahu akan cek lagi. Kalau enggak salah ada hubungan dengan Kementerian Diktisaintek," kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (23/7/2026).
Saat ditanya apakah pembiayaan URI akan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Purbaya mengaku belum dapat memastikannya.
"Nanti kita lihat lagi," ujarnya.
Baca Juga: Kenapa Foto KTP Ada yang Merah dan Biru? Ini Penjelasan Lengkapnya
Anggaran URI Masih Dalam Tahap Perincian
Sementara itu, Gubernur Universitas Republik Indonesia, Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto, menjelaskan kebutuhan anggaran URI masih dalam tahap penyusunan.
Menurut Donny, pemerintah tengah merinci kebutuhan pembiayaan untuk operasional pada sisa tahun anggaran berjalan sekaligus menyiapkan alokasi anggaran tahun depan.
"Belum ada, sedang kita susun. Kita sedang rinci. Kalau yang sekolah unggulan kan sudah ada di Kementerian Dikti, itu sudah teranggarkan yang sudah membangun empat sekolah unggulan itu sudah ada.
Tapi kita sedang menyiapkan untuk akhir tahun ini dan juga untuk tahun depan," ungkap Donny.
Ia menambahkan, anggaran untuk Sekolah Unggulan Garuda sebelumnya sudah tersedia melalui Kementerian Pendidikan Tinggi.
Sementara itu, kebutuhan pembiayaan khusus Universitas Republik Indonesia masih dihitung secara rinci agar dapat dimasukkan dalam perencanaan anggaran pemerintah.
URI Dibentuk untuk Integrasikan Pendidikan Kepemimpinan Nasional
Universitas Republik Indonesia bersama Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan (BPPK) resmi dibentuk Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari penguatan pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Baca Juga: Jadwal Penjualan Tiket Fan Meeting Byeon Woo-seok Jakarta 2026, Cek Harga dan Seat Plan
Lembaga ini bertugas mengintegrasikan pengelolaan sekolah unggulan, perguruan tinggi, hingga pembinaan aparatur sipil negara dan pegawai badan usaha milik negara (BUMN) dalam satu sistem pendidikan kepemimpinan nasional.
Usai dilantik Presiden Prabowo, Donny menjelaskan pembentukan URI merupakan bagian dari perhatian pemerintah dalam menyiapkan pemimpin Indonesia pada masa depan.
"Pak Presiden sangat concern dengan sumber daya manusia, terutama untuk pemimpin Indonesia di masa depan. Beliau ingin mengonsolidasikan dan mengintegrasikan beberapa pendidikan yang sudah ada saat ini," tambah Donny.
Baca Juga: Cara Daftar Beasiswa Mahaghora 2026, Dapat Bantuan Kuliah, Pelatihan, hingga Kesempatan Karier
Pemerintah Targetkan Pembangunan 10 Kampus URI
Dalam pengembangannya, pemerintah menargetkan pembangunan 10 kampus Universitas Republik Indonesia yang akan tersebar sebagai bagian dari sistem pendidikan kepemimpinan nasional.
Seluruh kampus tersebut berada di bawah koordinasi Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan yang dipimpin Gubernur URI.
Donny menjelaskan terdapat tiga institusi utama yang akan menjadi kewenangan BPPK, yaitu Badan Pengelola Sekolah Unggulan, Badan Pengelola Perguruan Tinggi, dan Lembaga Administrasi Negara (LAN).
Menurut Donny, seluruh institusi tersebut akan saling terintegrasi dalam pembinaan sumber daya manusia untuk kebutuhan pemerintahan maupun BUMN.
"Ini semua terkait dengan pendidikan, pembinaan, dan penyiapan sumber daya manusia ke depan, baik untuk pemerintahan maupun BUMN," ujarnya.
Fokus Mencetak Calon Pemimpin Pemerintahan dan BUMN
Universitas Republik Indonesia diproyeksikan menjadi pusat pembinaan calon aparatur sipil negara, pegawai BUMN, serta pemimpin publik masa depan.
Pendidikan di URI tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi akademik, tetapi juga menitikberatkan pembentukan karakter, integritas, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta kemampuan manajerial.
Meski struktur kelembagaan dan arah pengembangan Universitas Republik Indonesia telah ditetapkan, pemerintah masih harus merampungkan penyusunan kebutuhan anggaran sebelum lembaga tersebut beroperasi secara penuh.
Kepastian mengenai sumber pembiayaan, termasuk apakah seluruhnya berasal dari APBN atau melalui skema lain, akan ditentukan setelah proses perencanaan anggaran selesai. ***




