POJOKSATU.ID - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) mendorong pemerintah daerah untuk mengambil peran sentral dalam mengatasi berbagai tantangan pendidikan di Indonesia.
Menurut Mendikdasmen, pemerintah daerah memiliki posisi paling strategis dalam memajukan sektor pendidikan di tingkat nasional.
Penegasan ini didasarkan pada alokasi anggaran pendidikan nasional tahun 2025 yang mencapai Rp724,2 triliun.
Baca Juga: Kunjungan Wisman ke Indonesia Melonjak di Mei 2024, Turis Rusia Catat Rekor Tinggal Terlama
Dari total anggaran tersebut, Mendikdasmen mengungkapkan bahwa sebagian besar dana, yaitu 48 persen atau sebesar Rp347,1 triliun, ditransfer langsung ke daerah.
Sementara itu, anggaran yang dikelola langsung oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah hanya sebesar Rp33,5 triliun atau sekitar 4,6 persen dari total anggaran pendidikan nasional.
Dengan proporsi anggaran yang signifikan berada di tangan pemerintah daerah, Mendikdasmen berharap agar pemerintah daerah dapat mengoptimalkannya.
Baca Juga: Curhatan Guru di Instagram Puslapdik: TPG TW 1 Belum Cair Meski SKTP Sudah Terbit Sejak Bulan Lalu!
Termasuk dalam pemanfaatan sumber daya yang ada untuk mendukung implementasi program-program prioritas yang telah ditetapkan oleh Kemendikdasmen.
Sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah dinilai krusial untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan nasional.
Untuk mendukung upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan, Mendikdasmen menambahkan bahwa Kemendikdasmen telah menyediakan Rapor Pendidikan.
Rapor ini berfungsi sebagai alat bantu bagi pemerintah daerah dan sekolah dalam memantau capaian pendidikan di wilayah masing-masing.
Dengan adanya Rapor Pendidikan, diharapkan pemerintah daerah dapat melakukan perencanaan program yang lebih terarah.
Selain itu juga sesuai dengan kebutuhan serta tantangan spesifik di daerahnya.***




