POJOKSATU.id - Menghadapi Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2024, pemerintah juga mengimbau agar instansi pusat, daerah, satuan pendidikan, serta kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri turut merayakan dan memeriahkan peringatan Hardiknas 2024.
Tak hanya itu, peringatan Hardiknas 2024 di berbagai daerah juga disarankan untuk melakukan ekspose dan tayangan melalui berbagai media publikasi cetak, elektronik, serta media sosial dengan menggunakan logo dan tema dan tema yang sudah ditentukan.
Saat memasuki hari H peringatan Hardiknas pada tanggal 2 Mei 2024, seluruh instansi pusat, daerah, satuan pendidikan, serta kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri juga diminta untuk menyelenggarakan upacara bendera yang dimulai pukul 07.30 WIB secara tatap muka.
Rangkaian upacara akan terdiri dari berbagai kegiatan yang meliputi sambutan, pembacaan teks Pancasila dan UUD 45.
Secara nasional, biasanya juga akan disertakan acara Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya dan pemberian piagam kepada penerima Satyalancana Karya Satya.
Sebagai informasi, Satyalancana Karya Satya adalah tanda kehormatan yang diberikan atau yang dianugerahkan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai penghargaan atas dedikasi pelaksanaan tugasnya yang telah menunjukan kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran dan kedisiplinan serta telah bekerja secara terus menerus sekurang-kurangnya 10 tahun, 20 tahun atau 30 tahun.
Menghadapi peringatan Hardiknas 2024, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim secara resmi merilis teks pidato sebagai amanat bagi warga pendidikan di Indonesia.
Dalam poin awal Nadiem menyebutkan perjalanan lima tahun terakhir bersama Kemendikbudristek.
"Waktu yang bergulir membawa pada akhir masa pengabdian saya sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Namun, ini bukanlah titik akhir dari gerakan Merdeka Belajar," ungkap Nadiem dalam teks tersebut.
Berikut beberapa poin penting yang bisa dicatat dari sambutan Nadiem dalam rangka Hardiknas 2024:
1. Gerakan Merdeka Belajar: Menekankan pentingnya gerakan ini dalam memajukan pendidikan dan menitipkan agar warga pendidikan meneruskan sebagai gerakan berkelanjutan.
2. Tantangan Transformasi: Mengakui tantangan dalam mentransformasi sistem pendidikan dan menyampaikan bahwa banyak tugas yang belum selesai.
3. Tantangan Pandemi: Memposisikan dampak pandemi sebagai kesempatan untuk mempercepat perubahan.
4. Perjalanan Menuju Perubahan: Menyoroti bahwa perubahan sudah terjadi dan harus diteruskan.
5. Ucapan Terima Kasih dan Harapan: Mengucapkan terima kasih dan menitipkan harapan kepada para penggerak perubahan.
Berikut lengkap Teks Pidato Mendikbudristek di Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas 2024):
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Om swastiastu,
Namo buddhaya,
Salam kebajikan, Rahayu,
Saudara saudariku sebangsa dan setanah air,
Lima tahun terakhir ini adalah waktu yang sangat mengesankan dalam perjalanan kami di Kemendikbudristek.
Menjadi pemimpin dari gerakan Merdeka Belajar semakin menyadarkan kami tentang tantangan dan kesempatan yang kita miliki untuk memajukan pendidikan Indonesia.
Bukan hal yang mudah untuk mentransformasi sebuah sistem yang sangat besar. Bukan tugas yang sederhana untuk mengubah perspektif tentang proses pembelajaran.
Pada awal perjalanan, kita sadar bahwa membuat perubahan butuh perjuangan. Rasa tidak nyaman menyertai setiap langkah menuju perbaikan dan kemajuan.
Kemudian, ketika langkah kita mulai serempak, kita dihadapkan dengan tantangan yang tak pernah terbayangkan yakni pandemi.
Dampak yang ditimbulkan mengubah proses belajar mengajar dan cara hidup kita secara drastis. Pada saat yang sama, pandemi memberi kesempatan untuk mengakselerasi perubahan.
Dengan bergotong royong, kita berjuang untuk pulih dan bangkit kembali menjadi jauh lebih kuat. Ombak kencang dan karang tinggi sudah kita lewati bersama.
Kini, kita sudah mulai merasakan perubahan terjadi di sekitar kita, digerakkan bersama-sama dengan langkah yang serempak dan serentak.
Wajah baru pendidikan dan kebudayaan Indonesia sedang kita bangun bersama dengan gerakan Merdeka Belajar.
Kita sudah mendengar lagi anak-anak Indonesia berani bermimpi karena mereka merasa merdeka saat belajar di kelas.
Kita sudah melihat lagi guru-guru yang berani mencoba hal-hal baru karena mereka mendapatkan kepercayaan untuk mengenal dan menilai murid-muridnya.
Kita sudah menyaksikan lagi para mahasiswa yang siap berkarya dan berkontribusi karena ruang untuk belajar tidak lagi terbatas di dalam kampus.
Dan kita sudah merayakan lagi semarak karya-karya yang kreatif karena seniman dan pelaku budaya terus didukung untuk berekspresi.
Lima tahun bukan waktu yang sebentar untuk menjalankan tugas memimpin gerakan Merdeka Belajar. Namun, lima tahun juga bukan waktu yang lama untuk membuat perubahan yang menyeluruh.
Kita sudah berjalan menuju arah yang benar, tetapi tugas kita belum selesai.
Semua yang telah kita jalankan harus diteruskan sebagai gerakan yang berkelanjutan. Semua yang sudah kita upayakan harus dilanjutkan sebagai perjalanan ke arah perwujudan sekolah yang kita cita-citakan.
Waktu yang bergulir membawa pada akhir masa pengabdian saya sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Namun, ini bukanlah titik akhir dari gerakan Merdeka Belajar.
Dengan penuh ketulusan, saya ucapkan terima kasih banyak atas perjuangan yang Ibu dan Bapak lakukan.
Baca Juga: Guru ‘Siluman’ Hadir Lagi ke SDN 179 Tambangan Diantar 2 Oknum Wartawan, Plt Kadisdik Bilang Begini
Dengan penuh harapan, saya titipkan Merdeka Belajar kepada Anda semua, para penggerak perubahan yang tidak mengenal kata menyerah untuk membawa Indonesia melompat ke masa depan.
Selamat Hari Pendidikan Nasional. Mari terus bergotong royong menyemarakkan dan melanjutkan gerakan Merdeka Belajar. ***




