POJOKSATU.id – Banyak ibu rumah tangga memiliki beragam keterampilan yang berpotensi menjadi sumber penghasilan, mulai dari memasak, menjahit, membuat kerajinan tangan, hingga mengelola media sosial.

Namun, tidak sedikit yang masih ragu melangkah karena merasa belum memiliki pengalaman, keterbatasan modal, atau kurang percaya diri untuk memulai usaha.

Padahal, membangun bisnis tidak selalu diawali dengan modal besar maupun produk yang sempurna.

Baca Juga: Dugaan Love Scamming, Sekdis Ruly Bersama Lelaki Lain Sebelum Tewas di Juanda, Suami Diabetes

Langkah pertama justru dimulai dari mengenali potensi diri, membangun kepercayaan, dan menciptakan identitas yang kuat di mata calon pelanggan.

Pesan inilah yang menjadi inti materi "Membangun Personal Branding dan Memulai Usaha bagi Ibu Rumah Tangga" dalam kegiatan Training of Trainers (ToT) Fasilitator Sekolah Keluarga Berkualitas (SKB) IPB 2026.

Materi tersebut disampaikan oleh Co-Founder dan Owner PT Aqiqah Dinar Indonesia sekaligus alumni IPB University, Praselta Dhea Disca.

Baca Juga: Sejarah Universitas Subang, Berawal dari Universitas Kutawaringin hingga Jadi Kampus Berwawasan Global

Ia mengajak para peserta memahami bahwa setiap orang memiliki peluang untuk membangun usaha selama mampu mengenali potensi yang dimiliki dan memahami kebutuhan masyarakat.

Personal Branding Bukan Sekadar Populer di Media Sosial
Dalam pemaparannya, Praselta menjelaskan bahwa personal branding masih sering dipahami secara keliru sebagai upaya menjadi terkenal di media sosial.

Padahal, makna sesungguhnya jauh lebih luas.

Baca Juga: Pemerintah Kembalikan Dana Rp281 Triliun ke Himbara, Siapkan Tambahan Rp100 Triliun untuk Jaga Likuiditas Bank

Menurutnya, personal branding merupakan proses membangun identitas, persepsi, dan kepercayaan orang lain terhadap diri sendiri maupun usaha yang dijalankan.

Seorang ibu rumah tangga yang dikenal jujur, ramah, konsisten, bertanggung jawab, serta memberikan pelayanan terbaik sebenarnya telah memiliki personal branding yang kuat.

Reputasi positif tersebut menjadi modal penting dalam membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

Praselta menekankan bahwa kepercayaan merupakan aset utama dalam dunia usaha.

Baca Juga: PMII Garut Siapkan Kader Berdaya Saing, Muspimcab I Hasilkan Sejumlah Rekomendasi Strategis

Oleh karena itu, personal branding tidak bisa dibangun secara instan, tetapi memerlukan proses yang konsisten.

Ia menjelaskan bahwa langkah awal dapat dimulai dengan mengenali kelebihan diri, menentukan nilai yang ingin ditampilkan kepada masyarakat, terus meningkatkan kompetensi, memberikan manfaat kepada orang lain, serta menjaga konsistensi dalam setiap tindakan dan pelayanan.

Bangun Bisnis dari Masalah yang Dihadapi Pelanggan
Setelah memiliki fondasi kepercayaan, tahap berikutnya adalah membangun usaha yang mampu menjawab kebutuhan pasar.

Menurut Praselta, banyak calon pelaku usaha terlalu fokus menciptakan produk tanpa terlebih dahulu memahami persoalan yang dihadapi calon konsumennya.

Baca Juga: Logo Resmi HUT ke-81 RI Diluncurkan, Karya Fajar Novario Terpilih Lewat Voting Publik

Akibatnya, produk yang dibuat sering kali sulit diterima pasar.

"Bisnis yang baik selalu dimulai dari memahami masalah yang dihadapi pelanggan.

Setelah itu, tentukan siapa target konsumennya, tawarkan solusi, susun strategi pemasaran, lakukan penjualan, kelola produksi dan keuangan, lalu jangan lupa melakukan evaluasi secara berkala agar usaha terus berkembang," jelas Praselta.

Melalui pendekatan tersebut, calon pelaku usaha didorong untuk berpikir sebagai penyedia solusi (problem solver), bukan sekadar menjual barang atau jasa.

Baca Juga: Sekdis Perumahan Pemkab Bangkalan Tewas di Bandara Juanda, Suami Ungkap Riwayat Lambung Akut

Produk Bagus Saja Belum Cukup
Praselta juga mengingatkan bahwa kualitas produk memang penting, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan usaha.

Produk yang baik akan sulit berkembang apabila belum dikenal masyarakat atau belum mampu membangun kepercayaan pelanggan.

Karena itu, strategi pemasaran menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses membangun bisnis.

Pelaku usaha perlu aktif memperkenalkan produknya kepada target pasar, membangun komunikasi yang baik dengan pelanggan, serta terus menyempurnakan produk berdasarkan masukan dan kebutuhan konsumen.

Baca Juga: Tudingan Ayu Ting Ting Beli Tiket Konser BTS Lewat Jalur Ordal, Ini Pernyataan Resmi Promotor IMe Indonesia

Dengan cara tersebut, usaha memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh secara berkelanjutan.

Kenali Potensi Diri, Lalu Berani Memulai
Menariknya, materi dalam Sekolah Keluarga Berkualitas tidak mengarahkan seluruh peserta untuk menjadi pengusaha.

Sebaliknya, peserta diajak memahami bahwa setiap orang memiliki pilihan karier yang berbeda-beda.

Ada yang memilih menjadi karyawan, profesional, pekerja lepas, maupun pelaku usaha.

Apa pun jalannya, yang terpenting adalah kemampuan menciptakan nilai (value) dan memberikan manfaat bagi orang lain.

Baca Juga: Pidato Bahasa Arab Rais Aam PBNU di Bangkalan Tuai Kritikan

Bagi ibu rumah tangga yang ingin mulai berwirausaha, Praselta berpesan agar tidak menunggu kondisi benar-benar sempurna sebelum mengambil langkah pertama.

"Yang terpenting adalah keberanian untuk mengenali potensi diri, membangun kepercayaan melalui personal branding, memahami kebutuhan pelanggan, dan terus menjaga konsistensi.

Ketika fondasi tersebut dibangun dengan baik, usaha tidak hanya berpeluang tumbuh, tetapi juga mampu bertahan dan berkembang dalam jangka panjang," pungkas Praselta mengakhiri pertemuan ToT SKB hari pertama.

Baca Juga: Prediksi Skor Brasil vs Jepang, Samurai Biru Sangat Tidak Diunggulkan

Melalui materi ini, peserta ToT Sekolah Keluarga Berkualitas diharapkan tidak hanya memperoleh wawasan mengenai dunia usaha, tetapi juga semakin percaya diri mengembangkan potensi yang dimiliki.

Dengan bekal personal branding yang kuat, strategi bisnis yang tepat, dan kemauan untuk terus belajar, semakin banyak ibu rumah tangga diharapkan mampu membangun usaha yang mandiri, berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya. ***