POJOKSATU.id, REKTOR Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof Arief Sjamsulaksana Kartasasmita dr Sp M(K) MKes PhD menyampaikan permintaan maaf atas timbulnya korban penipuan dari oknum tak bertanggung jawab, yang telah meretas akun resmi kampus tersebut.

Akun Instagram @universitaspadjadjaran sendiri berhasil pulih setelah per hari ini, Rabu, 9 April 2025, setelah diretas pada Sabtu, 5 April 2025 sekira pukul 14.00 WIB.

Diketahui beberapa orang mengaku menjadi korban dengan kerugian uang dengan nominal berbeda setelah tergiur postingan akun @universitaspadjadjaran saat diretas menawarkan jual beli emas dan transaksi lainnya.

Baca Juga: 8 Tahun Bersama Hahaha Corp, Komika Eci Resti Hengkang dari Manajemen Artis yang Diprakarsai Ernest Prakasa Itu

"Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas insiden pengambilalihan akun Instagram resmi @universitaspadjadjaran oleh pihak yang tidak bertanggung jawab pada tanggal 5 hingga 7 April 2025," ujar Prof Arief di akun @rektor.unpad.

Disampaikannya pihak rektorat memahami bahwa peristiwa ini menimbulkan ketidaknyamanan dan bahkan kerugian bagi sejumlah pihak.

"Untuk itu, Universitas Padjadjaran menyediakan layanan bantuan advokasi hukum bagi masyarakat atau sivitas akademika yang menjadi korban penipuan akibat peretasan tersebut," tegasnya.

Baca Juga: Kronologi Dokter Residen Anestesi PPDS FK Kampus Ternama Diduga Melakukan Pemerkosaan Kepada Penunggu Pasien!

Prof Arief menjelaskan sebagai institusi pendidikan tinggi yang menjunjung tinggi integritas dan kepercayaan publik, pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan sistem keamanan digital.

"Dan memastikan bahwa seluruh informasi yang disampaikan melalui kanal resmi kami adalah akurat dan terpercaya," pungkasnya.

Sementara itu, akun @universitaspadjadjaran mengumumkan telah resmi pulih. "Setelah sempat diretas dan dikuasai oleh pihak tidak bertanggung jawab, kini akun instagram ini telah dipulihkan sepenuhnya, dan saat ini sedang dalam pemulihan serta pemantauan keamanan. Terima kasih atas doa dari semua," jelas akun tersebut.

Baca Juga: Netizen Bongkar Sosok Dokter PPDS di RSHS yang Perkosa Keluarga Pasien, Bukan S1 dari Unpad

Admin akun tersebut memohon maaf sebesar-besarnya atas kerugian dan ketidaknyamanan yang terjadi.

"Untuk kedepannya kami mengimbau kepada semua pihak agar tidak mudah tergiur atau tertipu dengan postingan yang tidak wajar pada media sosial. Sebagai sebuah institusi pendidikan tinggi, Universitas Padjadjaran tidak akan melakukan transaksi jual beli terutama melalui media sosial," tegas akun itu.

Dipastikan, akun resmi Universitas Padjadjaran hanya dipergunakan untuk melakukan sosialisasi dan diseminasi kegiatan yang berkaitan dengan tridharma pendidikan tinggi saja.

Dan, Unpad siap memberikan bantuan advokasi hukum bagi korban penipuan dari peretasan akun tersebut dengan menghubungi email [email protected] dan WA, 0821-2161-7886 Deden Doni, SH, MH.

Baca Juga: Ulah Promotor Lokal, Fan Meeting Aktor Park Jihoon di Jakarta Mendadak Dibatalkan

Terpisah, Unpas menjadi sorotan saat ini karena dugaan kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh seorang peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran (FK) dari kampus tersebut terhadap anggota keluarga pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. ***