POJOKSATU.ID - Pada tanggal 10-11 Juni 2025, ribuan honorer R2 dan R3 akan turun ke jalan dalam aksi Jilid 3 di Jakarta.

Pada aksi kali ini akan fokus pada penyelesaian honorer R2 dan R3, melalui Instruksi Presiden (Inpres) terhadap pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu.

"Kami mendesak pemerintah menuntaskan masalah honorer R2 dan R3 dengan menerbitkan regulasi pengangkatan PPPK penuh waktu tahun ini," kata Ketua Umum Aliansi Gabung R2 dan R3 Indonesia Faisol Mahardika, dikutip Kamis (5/6/2025).

Baca Juga: Kata Bu Nunuk, Seleksi CASN 2025 Belum Pasti, Guru Honorer Mau Dapat Tunjangan dan BSU? Begini Jalannya

Menurut Faisol, aksi tersebut merupakan lanjutan dari demo jilid 1 dan 2.

Sampai saat ini sudah 3 ribu honorer R2 dan R3 yang siap mengepung Jakarta.

Ditegaskan Faisol honorer R2 dan R3 harus diselamatkan dahulu sebelum mengangkat pegawai non-ASN lainnya.

"Kami menuntut penyelesaian cepat, karena itu perlu diskresi presiden, mengingat batas waktu penyelesaian honorer hanya sampai tahun ini," tegasnya.

Baca Juga: Didampingi Mentan Amran, Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Jagung Di Kalbar

Adapun guru honorer dari Jawa Timur ini optimistis massa aksi jilid 3 akan lebih banyak dibanding sebelumnya.

Hal tersebut, katanya, karena Aliansi memberikan kemudahan agar perwakilan dari berbagai daerah bisa datang.

Diungkapkan Faisol jika jumlah massa terbanyak dalam aksi tersebut berasal dari wilayah Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan daerah penopang Daerah Khusus Jakarta.

Selain itu, daerah-daerah yang sebelumnya tidak ikut, kali ini ikut aksi jilid 3. Salah satunya Papua.

Baca Juga: Turut Gaungkan Save Raja Ampat, Denny Sumargo : Bapak Prabowo, Tolong Ditinjau Ulang Kebijakan Pengolahan Tambang Nikel di Papua

Faisol menyadari, akan ada upaya penggembosan dalam aksi jilid 3 nanti. Itu sebabnya mereka sudah menyiapkan berbagai antisipasinya.

"Upaya penggembosan saya rasa sudah biasa terjadi di setiap aksi besar, tetapi saya tidak mau berandai-andai. Kami tetap fokus dengan aksi kami dalam perjuangkan nasib honorer R2 dan R3 Indonesia," terangnya.

Dia pun mengimbau kepada seluruh honorer R2 dan R3 untuk mengawal data di masing-masing daerah.

Ini sebagai antisipasi jika pemerintah pusat merespons positif tuntunan aksi jilid 3.

Baca Juga: Sekda Definitif Resmi Dilantik, Pemkot Bandung Dapat Dukungan Penuh DPRD

Jangan sampai muncul honorer bodong yang mengisi ruang-ruang kosong R2 dan R3 karena ada yang pensiun maupun meninggal.

"Berjuang di pusat dan daerah agar tuntutan Aliansi diangkat PPPK penuh waktu tercapai," pungkas Faisol.

Aksi nasional Aliansi Gabungan R2 dan R3 Indonesia ini akan dilaksanakan 2 hari, yaitu pada 10-11 Juni 2025.

Juru Bicara Aliansi Gabungan R2 dan R3 Indonesia Bahri Permana mengungkapkan, titik lokasi aksi di 3 tempat berbeda.

Baca Juga: Bentuk Tim Investigasi Indepen Terkait Tewasnya Mahasiswa Pratama Wijaya, Unila Bekukan Kegiatan Mahepel FEB

Hari pertama fokus di kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Hari kedua di kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) lanjut di Istana Negara. ***