POJOKSATU.id - Kesempatan mendapatkan pengalaman belajar di luar negeri tidak hanya terbuka bagi mahasiswa. 

Siswa SMA juga bisa mengikuti berbagai program pertukaran pelajar yang memungkinkan mereka bersekolah di negara lain sekaligus mengenal budaya dan kehidupan masyarakat setempat secara langsung.

Pengalaman tersebut bukan sekadar kesempatan tinggal di luar negeri. 

Program pertukaran pelajar dapat membantu siswa membangun jejaring internasional sejak dini, melatih kemandirian karena harus beradaptasi jauh dari keluarga, serta meningkatkan kemampuan berbahasa asing melalui interaksi sehari-hari.

Baca Juga: Siap-Siap Merogoh Kocek Dalam-Dalam! Harga Pertamax Berpotensi Melonjak Tembus Rp 20.000 per Liter

Siswa juga dapat memperoleh pemahaman lebih luas mengenai budaya dan kebiasaan masyarakat di negara tujuan. 

Pengetahuan semacam ini tentu berbeda dengan pengalaman yang hanya didapat melalui buku atau pembelajaran di ruang kelas.

Pengalaman sebagai peserta pertukaran pelajar juga dapat menjadi nilai tambah ketika siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau mengikuti program beasiswa.

Namun, calon peserta perlu memperhatikan karakteristik dan ketentuan masing-masing program. Sebab, tidak semua pertukaran pelajar memiliki skema pendanaan dan durasi yang sama.

Baca Juga: Generasi Muda Jawa Barat Siap Adu Skill di Honda DBL 2026 West Java Series

Ada program yang menyediakan beasiswa penuh atau fully funded. Ada pula yang mengharuskan peserta atau orang tua menanggung biaya tertentu alias self-funded.

Durasi program pun beragam, mulai dari satu tahun ajaran hingga beberapa minggu selama masa liburan.

Lantas, apa saja program pertukaran pelajar ke luar negeri yang dapat diikuti siswa SMA?

  1. Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study atau YES Program

Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study atau YES Program merupakan salah satu program pertukaran pelajar yang menawarkan pendanaan penuh atau fully funded.

Program yang diselenggarakan oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ini bertujuan memperkuat pemahaman lintas budaya antara Amerika Serikat dan negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim, termasuk Indonesia.

Baca Juga: BMKG Perbaharui Kekuatan Gempa Kepulauan Seribu Jadi M 6,5 Kedalaman 368 Km

Peserta berkesempatan tinggal dan bersekolah di Amerika Serikat selama satu tahun akademik. 

Selama program berlangsung, siswa juga tinggal bersama keluarga angkat atau host family.

Berdasarkan penyelenggaraan tahun sebelumnya, sejumlah persyaratan yang perlu dipenuhi calon peserta antara lain:

  • Siswa kelas 10 SMA/SMK/MA atau sederajat di Indonesia.

  • Warga Negara Indonesia (WNI), bukan pemegang paspor Amerika Serikat, tidak lahir di Amerika Serikat, dan salah satu orang tua bukan warga negara Amerika Serikat.

  • Mendapatkan persetujuan serta izin dari orang tua dan sekolah.

  • Tidak memiliki anggota keluarga yang bekerja sebagai staf Kedutaan Besar Amerika Serikat atau Organisasi Bina Antarbudaya.

    Baca Juga: BPH Migas Ancam Sanksi Tegas SPBU Nakal di Jember, Warga Diminta Tak Panic Buying BBM dan Lapor Kejanggalan

  • Tidak memiliki orang tua atau saudara kandung yang pernah mengikuti Program YES.

  • Sehat secara fisik dan mental untuk mengikuti program. Siswa penyandang disabilitas juga didorong untuk mendaftar.

  • Memiliki prestasi akademik atau nonakademik yang dibuktikan melalui sertifikat atau surat keterangan. Prestasi minimal berada pada tingkat kota/kabupaten, atau calon peserta merupakan pengurus OSIS dan/atau MPK, seperti ketua, wakil ketua, sekretaris, atau bendahara.

  • Memiliki nilai rata-rata rapor minimal 80 untuk semua mata pelajaran.

    Baca Juga: Gempa Bumi Tektonik M 5,9 Guncang Kepulauan Seribu Saat Subuh, Tak Berpotensi Tsunami

  1. Asia Kakehashi Project - Jepang

Asia Kakehashi Project merupakan program beasiswa pertukaran pelajar dari pemerintah Jepang yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk merasakan secara langsung sistem pendidikan, budaya, serta kehidupan sehari-hari di Negeri Sakura.

Program ini memprioritaskan siswa yang aktif dan memiliki prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

Kesempatan juga terbuka bagi siswa yang mempelajari bahasa Jepang di sekolah, mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, maupun mengikuti kursus bahasa Jepang.

Selama program, peserta akan bersekolah di SMA di Jepang dan tinggal bersama keluarga angkat Jepang dari berbagai latar belakang yang tersebar di sejumlah wilayah.

Baca Juga: Kepmen 358 2026 Ubah Strategi Publikasi Kampus, Ini Dampaknya bagi Dosen, Tegaskan Tujuan Publikasi Ilmiah

Dalam kondisi tertentu, peserta juga dapat memperoleh kesempatan tinggal di asrama sekolah.

Selain belajar dan beradaptasi dengan kehidupan di Jepang, peserta diharapkan menjadi duta muda yang membantu mempererat pemahaman dan hubungan antara masyarakat Indonesia dan Jepang.

Peserta juga dapat mengikuti berbagai kegiatan pengayaan yang menjadi bagian dari program.

Persyaratan Asia Kakehashi Project

Berdasarkan persyaratan yang tercantum dalam bahan program, calon peserta harus memenuhi sejumlah ketentuan berikut:

  1. Warga Negara Indonesia dan berdomisili di Indonesia.

  2. Berusia 15-18 tahun.

  3. Terdaftar sebagai siswa kelas 10 (X) SMA pada saat pendaftaran.

    Baca Juga: Magang Asisten Pranata Humas DPR RI 2026 Dibuka, Ada 15 Kuota! Cek Syarat, Tugas, Jadwal, dan Link Daftar

  4. Mendapatkan nilai minimal B pada setiap mata pelajaran dalam ujian terakhir serta nilai rata-rata minimal B untuk seluruh mata pelajaran selama dua tahun terakhir.

  5. Pernah atau sedang mempelajari bahasa Jepang dan memiliki kemampuan dasar bahasa Jepang, baik lisan maupun tulisan. Kemampuan tersebut perlu didukung sertifikat keikutsertaan dalam kursus atau klub bahasa Jepang dan/atau sertifikat JLPT.

  6. Aktif dalam organisasi di sekolah maupun di luar sekolah serta memiliki potensi kepemimpinan yang kuat untuk menjadi jembatan hubungan Indonesia-Jepang selama dan setelah program.

  7. Belum pernah mengikuti Asia Kakehashi Project sebelumnya.

  8. Sehat jasmani dan rohani untuk mengikuti program.

  9. Bersedia mengikuti seluruh tahapan seleksi yang dilakukan Bina Antarbudaya.

  10. Pendaftaran dan aplikasi dimulai pada Februari, sesuai pengumuman penyelenggara.

    Baca Juga: Terjepit Kepmen 358 2026, Publikasi Open Access Tak Dihitung IKU, Dosen Harus Lari ke Mana?

Fasilitas Beasiswa Asia Kakehashi Project

Bagi finalis yang terpilih, program menyediakan sejumlah fasilitas, antara lain:

  • Visa Jepang.

  • Tiket perjalanan internasional dari negara asal ke Jepang dan sebaliknya, termasuk satu bagasi terdaftar.

  • Perjalanan domestik dari dan ke kota asal untuk kegiatan orientasi dan reorientasi.

  • Perjalanan dari dan ke kota tempat peserta tinggal selama berada di Jepang.

  • Penempatan di keluarga angkat, sekolah menengah, atau asrama.

  • Berbagai kegiatan orientasi, mulai dari orientasi pra-keberangkatan, kedatangan, pertengahan tahun, akhir masa tinggal, hingga reorientasi.

  • Kegiatan pengayaan yang menjadi bagian dari program.

  • Asuransi kesehatan, dengan pengecualian untuk kondisi yang sudah ada sebelumnya, perawatan mata, dan perawatan gigi.

  • Uang saku bulanan.

    Baca Juga: Cara Sanggah dan Ajukan Jadi Penerima Bansos 2026, Ini Link Resmi Kemensos

  1. Youth for Understanding atau YFU

Youth for Understanding atau YFU merupakan program pertukaran pelajar yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk tinggal bersama keluarga angkat sekaligus bersekolah di sekolah setingkat SMA di negara tujuan.

Selama mengikuti program, peserta menjadi bagian dari keluarga angkat dan menjalani berbagai aktivitas bersama, mulai dari kegiatan sehari-hari hingga berlibur.

Berdasarkan persyaratan yang tercantum dalam bahan program, calon peserta harus memenuhi sejumlah ketentuan, yaitu:

Berbeda dengan program yang menyediakan beasiswa penuh, dalam program YFU siswa atau orang tua peserta menanggung sejumlah biaya.

Biaya tersebut meliputi biaya pendaftaran, biaya program, serta biaya lain di luar biaya pendaftaran dan biaya program.

Bagi siswa SMA, pertukaran pelajar bisa menjadi pengalaman berharga untuk belajar sekaligus mengenal dunia secara lebih dekat. Namun, persiapan tetap menjadi kunci. ***