POJOKSATU.ID - Sekitar 600 ribu guru yang masuk database tengah harap-harap cemas menanti undangan piloting PPG Daljab 2024. Sayangnya ada dua kategoru guru yang tampaknya kecil peluangnya dapat undangan.

Seperti diketahui, uji coba atau piloting sistem baru pendidikan profesi guru (PPG) dalam jabatan (daljab) atau sekarang disebut guru tertentu akan diluncurkan pada Senin 15 Juli 2024.

Setelah peluncuran pilot project itu, barulah pihak Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengirim undangan peserta piloting PPG Daljab 2024.

Baca Juga: Langkah Selanjutnya jika Terpanggil Piloting PPG Daljab 2024, Kategori A dan Kategori B Masuk? Cek SIMPKB 16 Juli

Dari 600 ribu guru yang masuk database, hanya 60 ribu yang akan mendapat undangan piloting PPG Daljab 2024 yang dikirim atau ditandai dengan adanya notifikasi pada akun SIMPKB.

Sebanyak 60 ribu peserta itu akan mendapat notifikasi pada Selasa 16 Juli 2024. Jadi, jika Anda masuk database, harus rajin-rajin mengecek akun SIMPKB Anda.

Dikutip dari live terbaru Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbudristek, Prof Nunuk Suryani, Kamis (11/7/2024), ada sejumlah bocoran terkait pelaksanaan PPG Dalam Jabatan 2024.

Baca Juga: INGAT! Besok Episode 5-6 Clash of Champions, Cek di Sini Jam Tayang dan Link Streaming

Dimana pada Senin 15 Juli 2024, akan dilakukan peluncuran resmi atau launching piloting PPG Daljab 2024.

Dalam piloting ini, akan dipilih sebanyak 60 ribu guru sebagai peserta program ini.

60 ribu guru tersebut dipilih dari 38 provinsi di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Update 11 Juli, Tunjangan Sertifikasi Guru TW II Sudah Cair di 15 Provinsi Ini

Nantinya, mereka akan menjalani pembelajaran pendidikan profesi guru atau PPG.

"Bagi bapak/ibu guru yang nanti terpilih sebagai sample piloting, akan mengikuti dan menyelesaikan semua proses," ungkap Bu Nunuk.

Tentu saja, masa pembelajaran ini dilakukan di Platform Merdeka Mengajar atau PMM melalui menu LMS atau Learning Management System.

Artinya, seluruh proses pembelajaran dilakukan secara online dan mandiri oleh masing-masing peserta.

Selama pembelajaran, peserta akan menuntaskan tiga modul lengkap dengan berbagai tugas yang diberikan.

Baca Juga: Pengabdian Mahasiswa ITB di Pesisir Karawang

Setelah 3 modul dituntaskan, barulah kemudian seluruh peserta akan menjalani uji kompetensi peserta pendidikan profesi guru atau UKPPPG.

Sama dengan tahun-tahun sebelumnya, UKPPPG terdiri dari Uji Kinerja (Ukin) dan Uji Pengetahuan (UP).

Meski piloting ini kental dengan nuansa 'uji coba' tapi peserta piloting jangan khawatir.

Sebab jika peserta dalam program piloting tersebut dianggap lulus, maka yang bersangkutan dianggap telah melewati PPG Dalam Jabatan.

"Jika lolos atau lulus, menyelesaikan UKPPPG tersebut, maka bapak/ibu sudah melewati PPG Daljab," terang Bu Nunuk.

Dengan demikian, peserta piloting PPG Daljab 2024 yang dinyatakan lulus, dipastikan akan mendapat sertifikat pendidik atau serdik.

Kategori Guru Kecil Peluangnya Dapat Undangan Piloting PPG Daljab 2024

Dari penjelasan Prof Nunuk saat live instagram terbaru itu, disebutkan bahwa 60 ribu peserta itu akan mengikuti dan menyelesaikan semua proses PPG Daljab.

Baca Juga: Amanda Soemedi Buka Gebyar Bangga Buatan Indonesia dan Luncurkan Layanan Batik di Tasikmalaya

Sekadar mengingatkan, ada tiga tahapan dalam PPG Daljab. Yakni administrasi, lalu mengikuti proses pembalajaran dan terakhir UKPPPG.

Mencermati pernyataan Prof Nunuk, patut menjadi perhatian dua kategori guru di bawah ini yang bisa dianggap kecil peluangnya dapat panggilan piloting:

1. Guru Penggerak

Guru yang lulus pendidikan guru penggerak (PGP) atau guru penggerak tampaknya tidak akan dipanggil dalam piloting PPG Daljab 2024.

Pasalnya mereka sudah mengikuti proses pembelajaran di PGP (biasanya selama enam bulan) yang konsepnya hampir sama dengan PPG.

Baca Juga: Polda Sumut Beberkan Upah Pelaku Pembakar Rumah Wartawan Rico Sempurna, Nyawa Manusia Dibayar Rp 1 Juta

Bahkan mungkin materi modul yang dipelajari selama PGP lebih rumit ketimbang modul dalam PPG.

Guru penggerak yang ingin mengikuti PPG Daljab akan langsung ke tahap terakhir, yaitu UKPPPG.

2. Eks PLPG

Guru yang sudah mengikuti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) - model lama PPG - namun belum lulus Ujian Tulis Nasional (UTN), juga kecil peluangnya dapat undangan piloting.

Sama halnya dengan guru penggerak, eks PLPG ini juga sudah menjalani proses pembelajaran yang kurang lebih sama dengan materi PPG Daljab.

Mereka juga hanya perlu mengikuti UKPPPG untuk mengantongi sertifikat pendidik atau serdik.

Baca Juga: PPIR: Pilar Utama Prabowo Subianto untuk Memenangkan Pemilu Presiden dan Mempertahankan Semangat Patriotisme Demi NKRI

Dengan demikian dua kategori guru di atas harus siap-siap menerima kenyataan tidak mendapat notifikasi di SIMPKB-nya untuk ikut piloting PPG Daljab 2024.

Namun di sisi lain, dalam live instagram itu, ada penonton yang bertanya apakah guru penggerak ini nanti dipanggil yang pertama?

"Belum tentu," jawab Prof Nunuk.

Jawaban Prof Nunuk itu sedikit memberi harapan bahwa bisa jadi juga dua kategori di atas dapat undangan pilot PPG Daljab 2024, namun langsung ke tahap UKPPPG.

Tapi perlu diketahui bahwa sasaran utama piloting PPG Daljab 2024 ini adalah guru usia senior (50-an).

Kemudian penentuan peserta dengan mempertimbangkan keterwakilan pulau dan provinsi di seluruh Indonesia, serta kondisi jaringan internet.

Untuk keterjangkauan internet, guru yang berada di daerah terpencil mungkin punya peluang besar.

Sebab tujuan utama piloting PPG Daljab 2024 ini adalah menguji sistem baru yang akan digunakan dalam PPG ini.

Andai dari piloting ini, guru di daerah terpencil yang kondisi jaringan internetnya tidak stabil, ternyata bisa mengikuti semua proses dengan baik, maka itu poin positif bagi Kemendikbud.

Kalaupun ada masalah, itu juga akan jadi bahan evaluasi bagi Kemendikbud agar PPG Daljab selanjutnya, bisa berjalan lancar.***