POJOKSATU.id - Sebanyak 16 siswa jenjang pendidikan menengah akan mewakili Indonesia dalam ajang internasional Young Inventors Challenge (YIC) 2026.

Mereka tergabung dalam delapan tim yang membawa beragam inovasi di bidang teknologi, pertanian, kesehatan, hingga lingkungan.

Keikutsertaan para siswa tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong prestasi riset dan inovasi peserta didik Indonesia di tingkat internasional.

Kepala Pusat Pengembangan Prestasi dan Karakter (Puspreska) Kemendikdasmen, Rusprita Putri Utami, berharap para siswa dapat meraih prestasi dalam kompetisi penelitian yang diselenggarakan oleh Association of Science, Technology, and Innovation (ASTI).

“Semoga adik-adik meraih prestasi yang dijanjikan di ajang Young Inventors Challenge,” kata Rusprita, Selasa (20/10/2026).

Young Inventors Challenge 2026 Dorong Inovasi Siswa

Young Inventors Challenge merupakan ajang yang mendorong kolaborasi siswa sekolah menengah untuk menghasilkan produk dan solusi inovatif dalam menjawab berbagai persoalan.

Inovasi yang dikembangkan juga diarahkan untuk menjawab tantangan yang relevan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Persiapan delegasi Indonesia untuk YIC 2026 telah dimulai melalui Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2025.

Sebanyak 12 tim pemenang OPSI yang terdiri atas 24 siswa mengikuti prapelatihan YIC 2026 pada 2-6 Maret 2026 di Jakarta.

Dalam kegiatan tersebut, siswa mendiskusikan hasil penelitian OPSI 2025 dan menyusun proposal sesuai format YIC.

Mereka juga mendapatkan pendalaman materi untuk menyempurnakan proposal penelitian, mengembangkan visualisasi produk, serta memperoleh pendampingan dari pembina dan alumni YIC.

Para peserta kemudian mengikuti pelatihan tahap I dan II. Dari rangkaian pembinaan tersebut, delapan tim berhasil lolos ke 32 besar finalis dan menjadi delegasi Indonesia dalam YIC 2026.

Daftar 8 Tim Indonesia dan Inovasinya di YIC 2026

Delapan tim yang akan mewakili Indonesia berasal dari SMA dan madrasah di berbagai daerah. Masing-masing membawa penelitian dengan fokus dan pendekatan teknologi yang berbeda.

1. Tim PORTIS - SMA Negeri 1 Sumenep

Cameela Ahmad dan Shaheza Aleesha Risky mengembangkan penelitian berjudul DRAVIS: The Use of Drone Surveillance Dilengkapi dengan YOLO Computer Vision Framework for Monitoring and Detecting Illegal Fishing.

Penelitian ini memanfaatkan teknologi pesawat nirawak atau drone yang dilengkapi kerangka kerja computer vision YOLO untuk memantau dan mendeteksi praktik penangkapan ikan ilegal.

Inovasi tersebut berfokus pada pemanfaatan teknologi untuk membantu pengawasan aktivitas perikanan dan mendukung upaya mencegah penangkapan ikan secara ilegal.

2. Tim Tirto - SMA Negeri 2 Ponorogo

Hanin Naurayani Alifa dan Khariza Fazari Shafiya mengembangkan Sistem Irigasi Terpadu dan Terkendali Otomatis (TIRTO) untuk sawah berbasis kecerdasan buatan.

Inovasi ini dirancang untuk mengintegrasikan sistem pengairan sawah dengan teknologi kecerdasan buatan sehingga pengelolaan irigasi dapat dilakukan secara otomatis dan terkendali.

Penelitian tersebut mengangkat pemanfaatan teknologi dalam mendukung pengelolaan air untuk kebutuhan pertanian.

3. Tim AGRITEVO - SMAS Islam Athirah, Sulawesi Selatan

Muhammad Rijal dan Salwa Salsabila Az membawa penelitian berjudul AGRITEVO: Inkubator Pembibitan Padi Berbasis Internet of Things (IoT) Powered by Solar Energy.

Mereka mengembangkan inkubator pembibitan padi berbasis Internet of Things (IoT) yang memanfaatkan energi surya sebagai sumber daya.

Inovasi ini menggabungkan teknologi pemantauan berbasis internet dengan penggunaan energi terbarukan untuk mendukung proses pembibitan padi.

4. Tim ChemisTwin - SMA Nasional KPS, Kalimantan Timur

Safira Laksmi Dewi dan Prayogo Aryobimo mengusung penelitian berjudul NANOVA: Ecofriendly Cellulose Nanocrystals (CNC)-SiO₂-PDMS Superhydrophobic Coating for Robust Steel Protection.

Penelitian ini berfokus pada pengembangan lapisan superhidrofobik ramah lingkungan berbahan kristal nano selulosa, silika, dan polimer PDMS untuk melindungi material baja.

Lapisan superhidrofobik dirancang memiliki sifat sangat menolak air sehingga berpotensi membantu melindungi permukaan baja dari paparan air dan mendukung ketahanan material.

5. Tim SCAB - SMA Negeri 6 Yogyakarta

Revalina Marbun dan Kayra Naurin Aqueeni mengembangkan EnviroSmart Device: Smart Guidance and Emergency Device for Visually Impaired.

Inovasi ini berupa perangkat pemandu cerdas yang dilengkapi fitur darurat untuk membantu penyandang tunanetra.

Penelitian tersebut mengangkat pemanfaatan teknologi untuk mendukung mobilitas dan keselamatan penyandang disabilitas netra dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

6. Tim AKU DAH LUPA - MAN 2 Kota Malang

Fathan Abdillah Al Attar dan Fachry Bahtiar Rahadiansyah membawa penelitian berjudul AlzScan: An Alzheimer's Disease Detection System Menggunakan EfficientNetV2 dan Multi-Head Self-Attention on MRI Images.

Mereka mengembangkan sistem berbasis web untuk membantu mendeteksi penyakit Alzheimer melalui analisis citra magnetic resonance imaging (MRI).

Sistem ini memanfaatkan EfficientNetV2 dan mekanisme multi-head self-attention dalam pemrosesan citra medis.

Penelitian tersebut mengeksplorasi penggunaan kecerdasan buatan untuk mendukung analisis yang berkaitan dengan deteksi penyakit Alzheimer.

7. Tim SYFORCE - MAN Insan Cendekia Pekalongan

Muhammad Sulthan Fadhil Ardani dan Alrizta Winant Maliki Herdyanto mengembangkan penelitian berjudul SIMUFLEX: A Wearable Spinal Curvature Measurement System Based on Fusion Sensor for Detecting Scoliosis.

Penelitian ini mengembangkan perangkat yang dapat dikenakan atau wearable untuk mengukur kelengkungan tulang belakang dengan memanfaatkan sistem fusi sensor.

Perangkat tersebut dirancang untuk membantu mendeteksi indikasi skoliosis melalui pengukuran kelengkungan tulang belakang.

Inovasi ini mengangkat pemanfaatan teknologi sensor dalam pemantauan kondisi kesehatan.

8. Tim DewaCerva - SMA Negeri 8 Jakarta

Muhammad Bagir dan Xahida Xena Xanadu Adam Talib mengusung penelitian berjudul DewaCerva: Lipid-Polymer Hybrid Nanoparticles (LPNs) of Dewandaru (Eugenia uniflora L.) Leaf Extract for Cervical Cancer Therapy with Evaluation of p53, AKT and mTOR Pathways.

Penelitian ini mengkaji potensi formulasi nanopartikel hibrida lipid-polimer berbasis ekstrak daun dewandaru untuk penelitian terapi kanker serviks.

Tim tersebut mengevaluasi jalur biologis p53, AKT, dan mTOR yang berkaitan dengan proses seluler, termasuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup sel.

Riset ini menunjukkan upaya siswa mengeksplorasi potensi bahan alam dan teknologi nanopartikel dalam penelitian biomedis.

Namun, temuan tersebut perlu dipahami sebagai penelitian yang masih memerlukan pengujian lebih lanjut, bukan sebagai bukti bahwa terapi kanker telah terbukti efektif.

Membawa Riset Siswa Indonesia ke Panggung Internasional

Delapan tim delegasi Indonesia memperlihatkan beragam pendekatan dalam menjawab persoalan di bidang pertanian, kelautan, lingkungan, aksesibilitas, dan kesehatan.

Keikutsertaan mereka dalam Young Inventors Challenge 2026 juga menjadi kesempatan untuk menguji gagasan penelitian, bertukar pengalaman, dan mengembangkan kemampuan kolaborasi di tingkat internasional.

Perjalanan menuju kompetisi tersebut tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir, tetapi juga oleh proses panjang dalam merancang penelitian, menyempurnakan proposal, dan mengembangkan inovasi.

Kini, 16 siswa tersebut membawa harapan agar karya yang mereka kembangkan dapat memperoleh pengakuan sekaligus menginspirasi lebih banyak pelajar Indonesia untuk berani meneliti dan menciptakan solusi bagi berbagai persoalan di sekitarnya. ***