POJOKSATU.id, KABAR baik bagi komunitas literasi di Indonesia. Ini setelah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa resmi menetapkan 100 komunitas literasi sebagai calon penerima fasilitasi dan pembinaan tahun 2025.
Setiap komunitas literasi akan mendapatkan dana sebesar Rp50 juta sebagai bentuk apresiasi atas kiprah mereka dalam menggerakkan budaya baca dan tulis di tengah masyarakat.
Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Nomor 3648/I/BS.01.02/2025, yang ditandatangani pada 29 Juli 2025 di Jakarta, Tentang Penetapan Calon Penerima Fasilitas dan Pembinaan Kelompok Masyarakat : Apresiasi Bagi Komunitas Literasi Tahun 2025.
Program ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong peningkatan literasi masyarakat melalui penguatan peran komunitas.
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menyebut bahwa komunitas literasi memiliki peran strategis sebagai motor penggerak transformasi sosial berbasis pengetahuan.
Dalam keputusan tersebut disebutkan bahwa masih banyak komunitas literasi yang menghadapi keterbatasan sumber daya dan anggaran, sehingga perlu difasilitasi dan dibina secara terstruktur oleh pemerintah.
Baca Juga: Sosok Evawaty Bahtiar, Guru SDN Borong yang Dibentak Oknum Polisi saat Buat Laporan Pencurian
100 Komunitas Literasi dari Seluruh Indonesia
Sebanyak 100 komunitas literasi dari berbagai daerah telah lolos seleksi dan ditetapkan sebagai penerima bantuan. Beberapa di antaranya meliputi:
1.Duta Literasi Kabupaten Semarang (Jawa Tengah)
2.Gerakan Literasi Ilmiah (Gerilia) (Maluku Utara)
3. Gerkatin (Gorontalo)
4. GPAN Kediri (Jawa Timur)
5. Hayu Maca (Jawa Barat)
6. Ideketjil (Sulawesi Tengah)
7. KBKC (Komunitas Binjai Kota Cerdas) (Sumatera Utara)
8. Kedai Buku Jenyy (Sulawesi Selatan)
9. Klub Baca Tapak Seribu (Nusa Tenggara Barat)
10 Komunitas Lingkaran (Sumatera Selatan)
Daftar lengkap klik Calon Penerima Fasilitas Dan Pembinaan Kelompok Masyarakat : Apresiasi Bagi Komunitas Literasi Tahun 2025
Mereka mewakili keberagaman pendekatan literasi yang melibatkan pendidikan anak, pemberdayaan difabel, perempuan, pemuda, hingga pelestarian bahasa daerah.
Baca Juga: SUDAH CAIR! Ini Cara Akses SIPMA Kemenag PIP Madrasah 2025
Masing-masing komunitas akan memperoleh bantuan dana fasilitasi sebesar Rp50.000.000. Dana ini dialokasikan dari DIPA Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Tahun Anggaran 2025. Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk pengembangan program-program literasi, seperti:
-Peningkatan kapasitas pengelola komunitas
-Penyediaan bahan bacaan yang berkualitas
-Kegiatan literasi berbasis komunitas
-Pendampingan dan pelatihan menulis
-Festival literasi lokal dan daerah
Seluruh penerima fasilitasi wajib membuat laporan kegiatan dan pertanggungjawaban keuangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menegaskan bahwa program ini juga bertujuan membangun budaya akuntabilitas, transparansi, dan keberlanjutan dalam gerakan literasi akar rumput.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin menegaskan bahwa dukungan terhadap komunitas literasi adalah bagian dari komitmen pemerintah dalam menyukseskan Gerakan Nasional Literasi Bangsa.
“Komunitas literasi adalah ujung tombak di daerah. Mereka bukan hanya membagikan buku, tetapi menyemai harapan, kreativitas, dan peradaban,” ujarnya dalam siaran resmi.
Dengan dukungan fasilitasi ini, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam aktivitas membaca, menulis, berdiskusi, dan menciptakan karya berbasis budaya literasi.
Ikuti berita-berita terbaru melalui web kami Pojoksatu di aplikasi berikut;
Dengan dukungan fasilitasi ini, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam aktivitas membaca, menulis, berdiskusi, dan menciptakan karya berbasis budaya literasi. ***
***



