POJOKSATU.id — Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mencatat lonjakan minat pada jalur Penerimaan Mahasiswa Baru (PENMABA) Mandiri Jalur Disabilitas tahun 2025.
Dari total 125 pendaftar, terdapat 10 program studi (prodi) yang menjadi pilihan utama calon mahasiswa dari kelompok penyandang disabilitas.
Data ini disampaikan langsung oleh Kantor Admisi UNJ sebagai bagian dari transparansi akses pendidikan inklusif yang semakin diperluas.
Seni Kuliner Jadi Pilihan Paling Favorit
Berdasarkan data terbaru, program studi Seni Kuliner dan Pengelolaan Jasa Makanan (D4) di Fakultas Teknik menjadi yang paling diminati dengan 24 pendaftar.
Posisi selanjutnya diisi oleh Pendidikan Khusus (S1) dari Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pendidikan Vokasional Seni Kuliner (S1) yang masing-masing mencatat 18 pendaftar.
Daftar Lengkap 10 Prodi Favorit Jalur Disabilitas UNJ 2025
-
Seni Kuliner dan Pengelolaan Jasa Makanan (D4) – Fakultas Teknik (24 pendaftar)
-
Pendidikan Khusus (S1) – Fakultas Ilmu Pendidikan (18 pendaftar)
-
Pendidikan Vokasional Seni Kuliner (S1) – Fakultas Teknik (18 pendaftar)
-
Sistem dan Teknologi Informasi (S1) – Fakultas Teknik (13 pendaftar)
-
Ilmu Komputer (S1) – Fakultas Teknik (13 pendaftar)
-
Pendidikan Vokasional Tata Rias (S1) – Fakultas Teknik (12 pendaftar)
-
Pendidikan Seni Rupa (S1) – Fakultas Bahasa dan Seni (10 pendaftar)
-
Pendidikan Kepelatihan Olahraga (S1) – Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (9 pendaftar)
Baca Juga: Wujudkan Indonesia Emas, DPR RI dan BGN Terus Gaungkan Sosialisasi Program MBG -
Pendidikan Agama Islam (S1) – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (8 pendaftar)
-
Pemasaran Digital (D4) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (8 pendaftar)
Pemerataan Akses Pendidikan
Kepala Kantor Admisi UNJ, I Wayan Sugita, menegaskan bahwa pembukaan jalur disabilitas dalam seleksi mandiri merupakan bentuk nyata komitmen UNJ terhadap pemerataan akses pendidikan tinggi.
"Tes jalur disabilitas dilaksanakan pada 10 Juli 2025, dan kami mendapatkan banyak sambutan positif, terutama dari para orang tua," jelas Wayan.
Ia mengungkapkan bahwa banyak orang tua merasa terbantu dan dihargai, karena tidak semua kampus menyediakan jalur khusus semacam ini.
Menurutnya, jalur inklusif ini bukan hanya simbolik, melainkan benar-benar dirancang untuk memberikan kesempatan belajar yang adil dan bermartabat bagi seluruh calon mahasiswa, termasuk kelompok disabilitas.
Berikan tanggapan di kolom komentar ya.
Ikuti informasi lainnya melalui apps kami:
Baca artikel menarik lainnya dari penulis: Rizq Azzahra




