POJOKSATU.id - Memilih jurusan kuliah sering kali masih berkutat pada pilihan populer seperti kedokteran, manajemen, atau teknik informatika.
Padahal, di balik itu ada sejumlah jurusan yang jarang dilirik, namun justru punya peran penting di industri dan menawarkan penghasilan yang tidak main-main.
Menariknya, karena peminatnya masih relatif sedikit, peluang untuk lolos seleksi masuk pun biasanya lebih besar.
Baca Juga: Gagal SPAN PTKIN 2026? Ini Jadwal, Biaya, dan Syarat Lengkap UM-PTKIN yang Wajib Kamu Tahu
Bagi siswa kelas 12 yang sedang galau menentukan masa depan, daftar ini bisa jadi bahan pertimbangan yang lebih strategis.
Berikut 10 jurusan “hidden gem” di Indonesia yang layak dipertimbangkan.
1. Teknik Geodesi & Geomatika
Jurusan ini tidak hanya soal menggambar peta, tetapi memahami bentuk bumi secara presisi hingga level milimeter.
Baca Juga: Indonesia–Qatar Perkuat Kolaborasi Pendidikan Tinggi, Riset hingga Double Degree Jadi Fokus
Mahasiswa akan mempelajari geodesi fisik (gravitasi bumi), geodesi satelit (GNSS/GPS), fotogrametri (pengolahan citra udara), hingga sistem informasi geografis (GIS).
Materi kuliah meliputi matematika geodesi, penginderaan jauh, pemetaan digital, survei terestris, hingga pemodelan spasial 3D.
Praktikum lapangan menjadi bagian penting karena mahasiswa harus melakukan pengukuran langsung di berbagai kondisi geografis.
- Kampus yang menyediakan jurusan ini antara lain Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Baca Juga: Perguruan Tinggi Didorong Cetak Talenta Global, CDC Jadi Kunci Tembus Pasar Kerja Internasional
- Biaya kuliah berkisar Rp5–20 juta per semester. Lulusan banyak dibutuhkan sebagai surveyor, analis GIS, hingga terlibat dalam proyek pembangunan nasional dengan gaji Rp8–25 juta per bulan.
2. Aktuaria
Aktuaria dikenal sebagai perpaduan matematika tingkat tinggi dengan dunia bisnis.
Mahasiswa akan mendalami teori probabilitas, statistik lanjutan, matematika keuangan, hingga pemodelan risiko.
Materi yang dipelajari mencakup analisis data, teori bunga, asuransi jiwa dan umum, manajemen risiko, serta pemrograman untuk analisis aktuaria.
Baca Juga: Heboh Motor Listrik Rp42 Juta untuk Program MBG, BGN Ungkap Alasan dan Status Terbaru
Selain itu, mahasiswa juga diarahkan untuk mengikuti sertifikasi profesi aktuaris yang menjadi standar global.
- Jurusan ini tersedia di Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Gadjah Mada.
- Biaya kuliah Rp7–25 juta per semester. Lulusannya bekerja di sektor asuransi, investasi, hingga fintech dengan gaji Rp10–30 juta per bulan.
3. Teknik Nuklir
Teknik Nuklir tidak melulu soal bom atau senjata, tetapi lebih banyak pada pemanfaatan energi dan radiasi untuk kebutuhan damai.
Mahasiswa akan mempelajari fisika inti, reaktor nuklir, proteksi radiasi, instrumentasi nuklir, hingga aplikasi nuklir di bidang medis seperti radioterapi.
Baca Juga: Hasil Akhir PPPK Kemenham 2026 Resmi Diumumkan 11 April 2026, Ini Cara Cek dan Tahap Lanjutannya
Praktikum biasanya melibatkan simulasi reaktor dan pengukuran radiasi.
- Jurusan ini dapat ditempuh di Universitas Gadjah Mada.
- Biaya kuliah sekitar Rp5–15 juta per semester. Prospek kerja meliputi lembaga riset seperti BRIN, rumah sakit, hingga sektor energi dengan gaji Rp8–20 juta per bulan.
4. Teknik Perminyakan
Jurusan ini berfokus pada eksplorasi, pengeboran, hingga produksi minyak dan gas bumi.
Mahasiswa akan mempelajari geologi minyak, reservoir engineering, teknik pengeboran, simulasi produksi, hingga manajemen energi.
Selain teori, terdapat juga praktik menggunakan software simulasi industri migas.
- Tersedia di Institut Teknologi Bandung dan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.
- Biaya kuliah Rp7–25 juta per semester. Lulusannya bekerja di perusahaan migas dengan gaji Rp15–50 juta per bulan.
Baca Juga: Selat Hormuz Dibuka, Menteri Bahlil Klaim Masa Kritis BBM Lewat, Stok Nasional Aman 1 Bulan
5. Ilmu Perpustakaan & Sains Informasi
Jurusan ini kini berkembang jauh dari sekadar mengelola buku. Fokusnya adalah pengelolaan informasi dalam berbagai format, termasuk digital.
Mahasiswa akan belajar manajemen arsip, metadata, sistem informasi, literasi digital, hingga data curation.
Ada juga pembelajaran terkait teknologi informasi untuk mengelola database dan big data sederhana.
- Jurusan ini tersedia di Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada.
- Biaya kuliah Rp5–15 juta per semester. Prospek kerja meliputi data manager, arsiparis, hingga knowledge manager dengan gaji Rp6–15 juta per bulan.
Baca Juga: IPB University Terapkan WFH dan PJJ Lebih Fleksibel, Bisa Pilih Jumat atau Senin
6. Teknik Metalurgi & Material
Jurusan ini mempelajari sifat, struktur, dan proses pengolahan material seperti logam, keramik, dan polimer.
Mahasiswa akan belajar termodinamika material, metalografi, proses ekstraksi logam, hingga rekayasa material maju seperti nanomaterial.
Praktikum laboratorium menjadi bagian penting untuk memahami karakteristik material secara langsung.
- Tersedia di Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
- Biaya kuliah Rp6–20 juta per semester. Lulusannya bekerja di industri manufaktur hingga tambang dengan gaji Rp8–25 juta per bulan.
7. Oseanografi
Oseanografi adalah ilmu tentang laut secara menyeluruh, mulai dari fisika laut hingga biologi laut.
Mahasiswa akan mempelajari arus laut, gelombang, kimia laut, ekosistem laut, hingga teknologi eksplorasi bawah laut.
Praktikum lapangan sering dilakukan di laut untuk pengambilan sampel dan analisis data.
- Jurusan ini tersedia di Institut Teknologi Bandung dan Universitas Diponegoro.
- Biaya kuliah Rp5–18 juta per semester. Prospek kerja di sektor kelautan, energi, dan riset dengan gaji Rp7–20 juta per bulan.
Baca Juga: Terungkap! Ahmad Sahroni Jadi Korban Pemerasan Oknum Ngaku Penyidik KPK, Uang Rp300 Juta Melayang
8. Teknik Lingkungan
Jurusan ini fokus pada solusi terhadap masalah lingkungan seperti pencemaran dan pengelolaan limbah.
Mahasiswa akan belajar teknik pengolahan air, pengendalian polusi udara, manajemen limbah B3, hingga analisis dampak lingkungan (AMDAL).
Ada juga penggunaan software untuk pemodelan lingkungan.
- Tersedia di Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Indonesia.
- Biaya kuliah Rp5–20 juta per semester. Lulusannya bekerja di industri dan pemerintahan dengan gaji Rp7–18 juta per bulan.
9. Rekayasa Kehutanan
Jurusan ini tidak hanya mempelajari hutan, tetapi juga bagaimana mengelolanya secara berkelanjutan.
Mahasiswa akan mempelajari silvikultur (budidaya hutan), konservasi, ekologi hutan, hingga industri hasil hutan.
Ada juga praktik lapangan di kawasan hutan untuk memahami kondisi nyata.
- Jurusan ini tersedia di Institut Pertanian Bogor dan Universitas Gadjah Mada.
- Biaya kuliah Rp5–15 juta per semester. Lulusannya bekerja di sektor kehutanan dan lingkungan dengan gaji Rp6–15 juta per bulan.
10. Teknologi Pangan
Jurusan ini mempelajari bagaimana makanan diproduksi, diawetkan, hingga aman dikonsumsi.
Mahasiswa akan belajar mikrobiologi pangan, kimia pangan, teknik pengolahan, hingga inovasi produk makanan.
Praktikum dilakukan di laboratorium untuk menguji kualitas dan keamanan pangan.
- Tersedia di Institut Pertanian Bogor, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Padjadjaran.
- Biaya kuliah Rp5–20 juta per semester. Lulusannya bekerja di industri makanan dengan gaji Rp6–20 juta per bulan.
Jurusan yang terlihat sepi bukan berarti tidak menjanjikan—justru sering kali menjadi jalur cepat menuju karier yang stabil dan bernilai tinggi. ***




