POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Walaupun diterpa kampanye hitam (black Campaign), pasangan calon gubernur Dedi Mulyadi – Erwan Setiawan tetap tidak tergoyahkan.
Kekinian masyarakat Jawa Barat mulai berfikir cerdas dan rasional, tidak mudah diadu domba menggunakan isu SARA bila dibandingkan 5 tahun lalu.
Terbukti, walaupun ada black campaign melalui isu sara kepada Kang Dedi Mulyadi (KDM) hasil surveinya malah semakin meningkat.
Baca Juga: Unggahan Status Terakhir Tom Lembong Sebelum Ditahan Kejagung, Ternyata Singgung Pergantian Zaman
Elektabilitas terkini hasil survei LSI Denny JA, KDM yang berpasangan dengan Erwan semakin meroket meninggalkan ke tiga pesaingnya.
Bahkan elektabiltas dari hasil survei walaupun ketiga calon digabungkan, masih belum mampu menyaingi KDM dan Erwan.
Dari data yang diterima pojoksatu.id, selain hasil survei LSI Denny JA hasil survei dari Indikator juga menunjukan posisi KDM masalah semakin meroket.
Baca Juga: Perusahaan Percetakan untuk Bisnis di Jakarta
Dalam simulasi pasangan Empat calon gubernur dan wakil gubernur, hasil survei dari indikator pasangan KDM – Erwan mencapai 88,2% pemilih.
Sedangkan untuk posisi kedua yaitu pasangan Syaikhu dan Ilham Akbar 4,1%, kemudian pasangan Acep dan Gitalis 3,8%, yang terakhir pasangan Jeje dan Ronal 1,4%.
Adapun pertanyaan yang disampaikan kepada masyarakat dalam simulasi Indikator tersebut yaitu ‘Seandainya Pemilihan Langsung Gubernur Jawa Barat Dilaksankan Sekarang, Siapa yang akan Ibu/Bapak pilih diantara pasangan nama berikut?’
Jawaban para responden menempatkan pasangan Kang Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan diangka 88,2%, berada di puncak hasil survei.
Baca Juga: PDIP Tegaskan Kadernya Tidak Main Dua Kaki di Pilgub Sumut 2024, Djarot: Ketahuan, Wajib Pecat
Hasil survei ditempat lain, yaitu di basis PKS tepatnya di kota Depok, ternyata KDM unggul jauh meninggalkan Syaikhu.
Untuk Pilgub Jabar, paslon nomo urut empat Kang Dedi Mulyadi (KDM) dan Erwan Setiawan tak terkejar dari ketiga lawannya dengan mengantongi 61,9 persen.
Sementara Depok yang dikenal sebagai kandang PKS menempatkan calonnya Ahmad Syaikhu-Ilham Akbar Habibie di posisi kedua jauh tertinggal dengan hanya 26,8 persen.
Di posisi ketiga ada pasangan Acep Adang Ruhiat-Gitalis Dwi Natarina dengan 5,8 persen dan paling buncit paslon Jeje Wiradinata-Ronal Surapradja yang hanya mengantongi2,8 persen.
Survei periode 3-12 Oktober 2024 tersebut dilakukan terhadap 400 orang warga Kota Depok dengan margin of error kurang lebih 5 persen.***




