POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Tim Inafis Polres bergerak cepat setelah mendapatkan informasi ada penemuan mayat karena bunuh diri, padahal Tempat Kejadian Perkara (TKP) cukup sulit.
Malam gelap gulita tidak menghalangi tim inafis bergerak untuk melakukan evakuasi mayat bunuh diri, walaupun harus melewati pematang sawah, menyeberangi sungai belasan meter dan memasuki kebun.
Tidak ada penerangan, karena lokasi memang jauh dari perkampungan, namun tidak menyurutkan tim inafis untuk terus bergerak.
Setelah sampai di lokasi, waktu sudah menunjukan pukul 22.40 WIB menjelang tengah malam Rabu (12/02).
Puluhan warga yang berada di TKP ketika ditanya tidak ada yang mengenali mayat tergantung tersebut, karena tidak terlalu jelas sebagian wajah tertutup topi disamping itu kondisi gelap gulita.
Tidak lama kemudian tim inafis menurunkan mayat tergantung, kemudian mengambil dompet dari saku celana mayat tersebut.
Baca Juga: Sopir Truk Pencabut Nyawa Penyebab Kecelakaan di Pintu Tol Ciawi 2 Akhirnya Ditetapkan Tersangka
Menggunakan baju kaos berwarna merah, pakai topi hitam menggunakan celana pendek hitam, pakai gelang rantai dan kalung rantai.
Diketahui yang bunuh diri dengan cara Gantung Diri (Gandir), bernama Taryadi usia sekitar 26 Tahun, warga RT 11 RW 04 Desa Gurudug Kecamatan Pondoksalam.
Setelah diketahui identitasnya, beberapa warga akhirnya mengenali mayat yang tergantung dan menghebohkan warga sekampung tersebut.
Perjalanan tim Inafis Polres Purwakarta, kembali menemukan kendala karena harus membawa mayat melalui pematang sawah dan menyeberangi sungai.
Akhirnya beberapa warga bergotong royong membawa mayat tersebut, dengan susah payah akhirnya mayat sampai dipemukiman warga.
Setelah sampai dirumah pihak keluarga, kemudian tim inafis melanjutkan kembali pemeriksaan terhadap mayat tersebut.
Baca Juga: BRI Diganjar Apresiasi Pemerintah, Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Global
Dari pemeriksaan awal, diketahui Taryadi murni melakukan bunuh diri dengan cara Gandir, karena tidak ditemukan bekas-bekas tindakan kekerasan.
“Kemungkinan Taryadi meninggalnya Magrib, karena jasadnya belum kaku,” kata tim Inafis, setelah melakukan pemeriksaan.
Pihak keluarga, menolak jasad Taryadi dibawa untuk dilakukan outopsi. Karena ingin memakamkan malam itu juga.
Baca Juga: Wujudkan Indonesia Emas 2045, DPR dan BGN Gelar Sosialisasi MBG di Wanasaba
Jelang tengah malam beberapa perwira dari Polsek Cibatu tampak hadir, diantaranya Kapolsek Cibatu yang didampingi oleh Camat Cibatu.
Adapun Tempat Kejadian Perkara (TKP) masuk wilayah Cibatu, tepatnya di kebun kampung legok bitung RT 08 RW 02 Desa Wanawali Kecamatan Cibatu.***




