CIREBON, POJOKSATU.ID - Sebanyak 106 orang dilaporkan menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Kota Cirebon setelah menyantap menu program Makan Gizi Gratis (MBG)

Pemerintah daerah bersama instansi terkait kini memprioritaskan penanganan pasien dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut.

Walikota Cirebon Effendi Edo mengatakan, keselamatan dan kondisi kesehatan seluruh korban menjadi perhatian utama pemerintah.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait kini memprioritaskan penanganan pasien dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut.

Walikota Cirebon Effendi Edo mengatakan, keselamatan dan kondisi kesehatan seluruh korban menjadi perhatian utama pemerintah.

Koordinasi dengan sejumlah rumah sakit telah dilakukan untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan medis secepat mungkin.

Menurut Edo, pasien yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG tersebar di beberapa fasilitas kesehatan di Kota Cirebon. Pemerintah terus memantau perkembangan kondisi mereka bersama tenaga medis.

"Alhamdulillah tidak ada yang kritis, karena penanganan rumah sakit sangat cepat. Sudah ada yang pulang," ujar Edo. Rabu (21/10/2026)

Ia menegaskan, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan instansi terkait untuk memastikan seluruh pasien memperoleh penanganan sesuai kebutuhan medis.

Sekitar 100 anak dilaporkan terdampak insiden kesehatan dan dilarikan ke empat rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Korban terdata merupakan para siswa yang berasal dari tiga sekolah, yakni SDN Kalijaga, SDN Kalijaga Permai, dan TK Teratai di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Cirebon Yulian Septa Pratama menyatakan bahwa seluruh korban terdampak saat ini telah tertangani dengan baik di fasilitas kesehatan rujukan.

Pihaknya memprioritaskan pemulihan kondisi fisik anak-anak tersebut secara menyeluruh.

Menanggapi langkah tegas terhadap pihak penyedia, KPPG Cirebon langsung membekukan izin operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait.

Penangguhan layanan tersebut diberlakukan mulai malam ini demi mengantisipasi potensi insiden susulan.

Tadi ada yang bertanya soal sanksi, SPPG ini sudah suspend per malam ini sampai batas waktu yang belum ditentukan," tegas Yulian.

"Mengenai beban pembiayaan medis, pemerintah memastikan bahwa keluarga korban tidak akan dikenakan biaya perawatan rumah sakit,"ujarnya

Seluruh biaya pengobatan anak-anak tersebut dijamin dan ditanggung sepenuhnya oleh Badan Gizi Nasional (BGN).***