POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Kasus percaloan tenaga kerja di PT.Metro masih terus bergulir, minggu kemarin Kepala Desa (Kades) dan HRD pabrik sudah diperiksa Reskrim Polres Purwakarta.
Kemungkinan akan ada beberapa orang lagi yang akan diperiksa, dalam kasus calo pelamar kerja ke PT.Metro tersebut.
Memgungkap percaloan tersebut kelihatannya memang agak rumit dan berbelit, namun salah satu kata kunci untuk membongkarnya yaitu Barcode (Barkod).
Baca Juga: Banjir Bandang dan Longsor di Danau Toba, BPBD Simalungun: 277 Rumah Terdampak, 18 Rusak
Dari informasi yang berhasil dihimpun, setiap pelamar pekerjaan yang bisa masuk ke dalam hanya mereka yang memiliki barcode.
Bila pelamar tidak memiliki Barcode, maka kabarnya bisa dipastikan pelamar itu tidak bisa masuk ke PT.Metro.
Pojoksatu.id, berusaha mencari informasi, siapa dari pihak PT.Metro yang mengeluarkan Barcode tersebut dan kepada siapa barcode itu diberikan.
Barcode untuk para pelamar pekerjaan itu dikeluarkan PT.Metro, selanjutnya Barcode tersebut diduga diberikan kepada Kades.
Jadi, jangan harap bagi para pencari kerja yang akan melamar secara langsung ke PT.Metro bisa masuk, karena mereka tidak mempunyai Barcode.
Kepala Desa Bunder berinisial TMT alias Ade Ojoy, saat di konfirmasi belum memberikan jawaban. Bahkan pesan konfirmasi yang disampaikan pojoksatu.id, hingga kini belum di balas.
Atas ramainya kasus percaloan tenaga kerja tersebut, bahkan sudah ada beberapa korban yang melaporkan ke Aparat Penegak Hukum.
Sehingga, Kades Bunder dan HRD PT.Metro diperiksa unit 3 Reskrim Polres Purwakarta, untuk membongkar kasus percaloan tersebut.
Pagi tadi Senin (17/03), ketua Komunitas Madani Purwakarta (KMP), Zaenal Abidin mendatangi Polres Purwakarta menanyakan prihal kasus percaloan ketenagakerjaan tersebut.
Baca Juga: Viral Deddy Corbuzier Dijuluki Squidward Gegara Bela RUU TNI, Ini Tiga Jejak Kontroversialnya
Ketua KMP menyampaikan dukungan nya kepada penyidik untuk dapat menuntaskan kasus dugaan pungli tersebut sampai pada akar nya.
“Kasihan masyarakat kecil, sekedar hanya menjadi operator diperas hingga belasan juta,” kata Zaenal, kepada pojoksatu.id, saat dihubungi via seluller (17/03).
Masih menurut Zaenal, tadi Kanit 3 Pak Ari menyampaikan, bahwa semua pihak harus ikut aktif berpartisipasi dalam menyampaikan bukti-bukti faktual, sehingga jaringan pungli bisa dibongkar sampai ke akarnya.
“Kita akan bantu aparat kepolisian, untuk mengumpulkan dan menyiapkan bukti-bukti tambahan,” tutup Zaenal, mengakhiri pembicaraan.***




