POJOKSATU.ID – Wakil Ketua I DPRD Kota Cirebon, Harry Saputra Gani, memanfaatkan masa reses dengan cara berbeda. Ia melibatkan anak-anak muda, khususnya generasi Z, untuk mendengar langsung pemikiran, aspirasi, dan keluhan mereka terkait kebijakan maupun pembangunan di Kota Cirebon.

Harry menilai, keterlibatan generasi muda sangat penting karena kerap kali program pemerintah tidak sesuai dengan kebutuhan mereka.

“Makanya kita sengaja melibatkan anak-anak Gen Z ini, agar tahu sebenarnya mereka mau seperti apa. Kadang-kadang mereka punya keinginan tapi tidak bisa mengutarakan,” ujarnya dalam Reses Masa Persidangan III di Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

Dalam forum itu, sejumlah kritik segar dan berbeda muncul dari anak muda. Salah satunya terkait jumlah siswa dalam satu kelas yang mencapai 50 orang. Kondisi ini dinilai tidak hanya membebani guru, tetapi juga menurunkan kualitas belajar siswa.

“Ini sudut pandang yang jarang terlihat, karena mereka lah yang merasakan langsung dampaknya,” kata Harry.

Baca Juga: Karnaval Kemerdekaan Perdana, Warnai Malam Puncak HUT RI ke-80 dengan Meriah

Selain masalah pendidikan, mereka juga menyampaikan aspirasi mengenai Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), masa depan setelah lulus sekolah, kebutuhan beasiswa yang merata, hingga minimnya apresiasi bagi anak muda berprestasi.

“Kadang-kadang generasi muda ini butuh validasi. Kalau mereka tidak mendapat pengakuan, bisa jadi mereka bertindak tidak baik. Padahal yang mereka butuhkan hanyalah apresiasi dan dukungan, tidak harus dengan anggaran besar,” jelasnya.

Harry menambahkan, forum reses ini bukan hanya wadah menampung aspirasi, tetapi juga menjadi ajang pendidikan politik bagi generasi muda.

“Saya juga belajar dari mereka. Dari cara pandang anak-anak muda ini, saya bisa tahu bagaimana melihat sesuatu dari perspektif generasi sekarang,” ungkapnya.

Aspirasi yang dihimpun, lanjutnya, akan dibawa ke DPRD untuk dibahas bersama pemerintah kota.

“Mereka ini calon pemimpin masa depan. Jadi masukan mereka harus kita dengarkan. Semoga pemerintah bisa memberikan ruang dan apresiasi agar anak muda semakin termotivasi berkontribusi untuk Kota Cirebon,” pungkasnya.***