POJOKSATU.id - Relawan Sandi Uno menggelar pelatihan kewirausahaan menyasar ratusan petani di Belitung dan Jogjakarta.
Di Belitung, pelatihan digelar di Desa Lasar, Kecamatan Membalong, dimana petani dilatih untuk memproduksi pupuk kompos secara mandiri dengan kualitas lebih baik dibanding pupuk organik.
Dengan demikian, sekaligus meringankan beban pembelian pupuk bagi petani.
Baca Juga: Tuai Kritikan, Keysa Levronka Dianggap Tak Punya Etika Saat Podcast Bareng Marlo
Ketua Wilayah UMKM Sahabat Sandi Belitung, Diantri Lapian, menyatakan petani dan masyarakat Belitung sangat membutuhkan karena pupuk kompos sulit didapatkan dan mahal.
"Sehingga kami tergerak untuk segera memberikan pelatihan memproduksi pupuk sendiri dengan cepat untuk dijadikan produk usaha. Jadi, problem kesulitan mendapatkan pupuk dan efisien bisa tercapai,” kata Diantri,
Ketua Gemawira ini berharap, pelatihan dapat mendorong kemampuan para petani dan meningkatkan pendapatan ekonomi lebih bagi keluarganya.
Baca Juga: Ada 2 Foto Pelaku Mutilasi Mahasiswa UMY, Waliyin yang Mana? Waliyin Punya 2 Karater Berbeda
Sekaligus menjadi peluang untuk menciptakan lapangan kerja baru bagi yang belum memiliki usaha.
Sekaligus mendorong UMKM naik kelas bagi yang sudah punya usaha.
"Maka, program ini prioritas serta berkelanjutan di dusun dan desa pertanian," ujar Diantri.
Baca Juga: SEMA No. 2/2023 Cegah Perkawinan Beda Agama
Diantri menyatakan, Sandiaga Uno berkomitmen dan konsisten mendorong penciptaan lapangan kerja baru melalui UMKM.
Sehingga, program-program relawan Sandi Uno dipastikan mempercepat fokusnya.
Dalam program ini Sandiaga Uno juga terlibat langsung dengan membantu mempromosikan, membeli produk-produk UMKM serta membuka jalan untuk permodalan.
Baca Juga: Aplikasi Jombingo Bikin Korban Merugi Puluhan Juta, Polisi Dalami 2 Laporan
"Dengan Pak Sandi terlibat langsung seperti ini, masyarakat semakin semangat dan tergerak untuk membuka usaha dan juga meningkatkan mutu produknya naik kelas," tuturnya.
Sementar di Jogjakarta, UMKM Sahabat Sandi menggelar pelatihan digital marketing di Desa Caturtunggal, Sleman.
Hal ini dilakukan agar para UMKM mengerti bagaimana mempromosikan dan menjual produknya melalui sosial media.
Baca Juga: Wang Semah
Ketua UMKM Sahabat Sandi dan Koordinator Gemawira Yogyakarta, Arine menuturkan, peningkatan teknologi memberikan dampak positif bagi pelaku usaha untuk mempermudah pasar lebih luas.
Sehingga sektor UMKM menjadi salah satu golongan usaha yang memerlukan konsep go digital dalam menjalankan bisnisnya.
“Dalam pelatihan ini peserta juga diajarkan cara membuat konten yang akan diupload ke medsosnya. UMKM harus go digital agar produknya semakin luas dikenal dan pasarnya semakin besar," jelas Arnie.
Baca Juga: LRT Jabodebek dengan 434 Perjalanan Resmi Beroperasi 18 Agustus, Tarif Tertinggi Rp 20 Ribuan
Dengan seiring perkembangan waktu dan perubahan perilaku konsumen saat ini lebih condong berbelanja secara online, maka para pelaku UMKM wajib go digital.***




