POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Memasuki musim paceklik seperti saat ini, inflasi akan kebutuhan bahan pokok semakin merangkak naik. Sehingga kondisi itu berpengaruh pada angka kemiskinan, akibatnya daya beli masyarakat yang menurun.
Dampaknya angka kemiskinan secara perlahan akan bertambah, sehingga perlu solusi untuk menangani permasalahan tersebut.
Agar angka kemiskinan bisa ditekan, Presiden PKS KH. Ahmad Syaikhu memberikan solusi cerdas. Yaitu dengan memberikan bantuan bahan pokok, dengan menggunanakan ATM.
Baca Juga: PKS Purwakarta Targetkan 11 Kursi Incar Jadi Ketua DPRD, Berikut Nama-Nama Caleg PKS Setiap Dapilnya
Selain dapat mengentaskan kemiskinan, program tersebut juga membantu untuk ketahanan pangan.
Ketua DPD Partai PKS Kabupaten Purwakarta, Moh Arief Kurniawan mengatakan bahwa ATM beras yang diberikan oleh PKS ada beberapa titik Sekabupaten Purwakarta.
“Ada 6 titik ATM beras yang diberikan oleh PKS di Kabupaten Purwakarta,” kata Arief, atau biasa disapa kang Akur saat berbincang dengan pojoksatu.id.
Program beras ATM ternyata mendapatkan sambutan yang luar biasa dari masyarakat, karena dengan adanya beras ATM masyarakat merasa terbantu.
“Disamping untuk mengentaskan kemiskinan, ATM beras juga sebagai bentuk ketahanan pangan untuk rakyat,” tambah kang Akur.
Program pemberian ATM beras tersebut, merupakan bentuk nyata PKS kepada masyarakat yang memberikan secara langsung dan manfaatnya terasa secara langsung.
Baca Juga: Pj Bupati Purwakarta Bakal Mutasi Pejabat, Karena Ada Beberapa Kursi Pejabat Yang Kosong
“PKS merupakan satu-satunya partai politik yang memberikan ATM beras kepada masyarakat, yang bisa dirasakan secara langsung oleh rakyat,” beber Kang Akur.
Adapun untuk titik-titik penempatan ATM beras yang diberikan oleh PKS yaitu di Bungursari, Campaka, Jatiluhur, Bojong, Kota Purwakarta dan Kantor DPD PKS.
“Sebaik-baiknya manusia yaitu bisa bermanfaat untuk orang lain, berbuat baik itu bisa kapan saja dan dimana saja. Semoga pemberian ATM beras dari Presiden PKS bermanfaat bagi masyarakat,” tutup Arief Kurniawan, mengakhiri pembicaraan.***




