POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Beberapa aktifis anti korupsi dari luar Purwakarta satu persatu datangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari), mereka menanyakan kasus dugaan gratifikasi mobil mewah.

Terbaru, hari ini ketua Aliansi Pengawas Hukum Republik Indonesia (APHRI) beserta kuasa hukumnya mendatangi Kejari.

Kedatangan mereka untuk menanyakan tindak lanjut kasus gratifikasi mobil mewah, yang diduga menyeret mantan Bupati Purwakarta.

Baca Juga: Jabar Kukuhkan Forum PAKSIAPI untuk Perkuat Edukasi Antikorupsi

"Kita datang kesini hanya ingin tahu perkembangan pengaduan dugaan gratifikasi ini seperti apa,” kata Rizal Sahrul Sukirman ketua APHRI, usai menemui Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), Kamis (30/01).

Kemudian, kuasa hukum APHRI Ardi Subarkah menimpali, tadi Ibu Kajari sudah memberikan info terkait laporan penyidikan kasus dugaan gratifikasi mobil mewah.

“Kata bu Kajari akan segera diinformasikan," timpal Rizal.

Baca Juga: Ayah Irish Bella Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun

Menambahkan, Ardi Subarkah, mengatakan, terkait kasus dugaan gratifikasi ini, pihaknya berharap kepada Kejari Purwakarta dapat segera menetapkan kejelasan kasusnya.

"Kejelasan ini penting, biar tidak salah sangka. Kalau tidak ya bilang tidak, barang bukti kan sudah ada, jadi tunggu apa lagi," tambah Ardi.

Diketahui, pihak kejaksaan negeri purwakarta menyita mobil mewah jenis Toyota Kijang Innova Zenix Q Hybrid TSS Modellista, pada tanggal 05 Mei 2024 tahun lalu.

Baca Juga: Biaya dan Syarat Perpanjang SIM Mati, Berikut Penjelasannya

Mobil yang di sita pihak kejaksaan tersebut bernomor polisi T 1507 CA, dari penelusuran pojoksatu.id saat itu, mobil tersebut atas nama FS salah seorang ASN di Bapenda Purwakarta.

Mobil tersebut di sita oleh pihak kejaksaan dari Jakarta, diduga dari tangan Anne Ratna Mustika mantan Bupati Purwakarta.

Sayangnya pihak kejaksaan, enggan berbicara mobil tersebut disita dari tangan siapa, hanya mengatakan disita dari daerah Jakarta.

Baca Juga: Pemprov Sumut Bentuk Tim Khusus Tangani Kasus Anak Korban Kekerasan di Nias Selatan

Kuat dugaan mobil itu disita dari Anne, karena saat masih menjabat Bupati mobil itu sering terparkir di rumah dinas Bupati Anne Ratna Mustika.***