POJOKSATU.id – Pemerintah Kota Sukabumi meraih penghargaan nasional setelah berhasil menekan angka prevalensi stunting secara signifikan.
Kota Sukabumi menerima insentif fiskal sebesar Rp5,5 miliar dari pemerintah pusat.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka pada Rabu, 12 November 2025.
Baca Juga: Viral! Aksi Ras Tekuat Bikin Heboh, Bawa Fotokopi Ijazah Roy Suryo Saat Temani Pemeriksaan Polisi
Dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 di Auditorium Kemenkes Jakarta.
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki yang hadir bersama Kepala Dinas Kesehatan Ida Halimah menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut.
“Alhamdulillah, hari ini Kota Sukabumi mendapatkan insentif fiskal sebesar Rp5,5 miliar yang diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia,” ungkapnya.
Baca Juga: Gaji Ratusan PPPK Paruh Waktu Disdik Kepri Tak Kunjung Cair, Ini Penyebab Utamanya!
Ia menambahkan, keberhasilan itu merupakan hasil kerja keras pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam melakukan intervensi gizi serta edukasi.
“Target kami adalah agar Sukabumi menjadi salah satu kota yang mampu mencapai sasaran nasional penurunan stunting di bawah 14 persen pada tahun 2029,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang berhasil menurunkan angka stunting.
Baca Juga: Gaji Ratusan PPPK Paruh Waktu Disdik Kepri Tak Kunjung Cair, Ini Penyebab Utamanya!
Ia menjelaskan, untuk pertama kalinya sejak 2013 angka stunting nasional turun di bawah 20 persen.
“Pada tahun 2024, angka stunting nasional turun menjadi 19 persen, setelah sebelumnya bertahan di atas 30 persen selama satu dekade,” ujarnya.
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengingatkan pentingnya sinergi dalam mempercepat penurunan angka stunting di seluruh daerah.
“Program ini harus kita kawal bersama. Penurunan angka stunting bukan hasil kerja satu pihak, melainkan hasil sinergi dari semua elemen bangsa,” kata Gibran. ***




