POJOKSATU.id, Tasikmalaya – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) memperkuat komitmen terhadap keselamatan dan keandalan operasional dengan menggelar pemeriksaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) di Fuel Terminal Tasikmalaya, Kamis (24/9/2026).
Pemeriksaan tersebut diikuti 423 pekerja yang terdiri dari pekerja Pertamina, tenaga alih daya, awak mobil tangki BBM dan LPG, hingga mitra kerja yang mendukung kegiatan operasional di lingkungan Fuel Terminal Tasikmalaya dan wilayah sekitarnya.
Pemeriksaan dilakukan secara mendadak tanpa pemberitahuan sebelumnya. Cara ini diterapkan untuk memastikan hasil pemeriksaan tetap objektif sekaligus menggambarkan kondisi aktual para pekerja di lapangan.
Baca Juga: Perwakilan Jawa Barat Bersiap Melaju ke Tingkat Nasional di #Cari_Aman Academy
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pertamina Patra Niaga dalam memastikan kesiapan sumber daya manusia, di samping menjaga keandalan produk, armada, serta fasilitas yang digunakan dalam kegiatan operasional.
Kegiatan pemeriksaan mendapat dukungan penuh dari Fungsi Medical Regional JBB. Sepanjang Januari hingga September 2026, tercatat sudah lima lokasi di wilayah Regional JBB yang melaksanakan pemeriksaan NAPZA dengan jumlah pekerja yang diperiksa mencapai lebih dari 923 orang.
Fuel Terminal Manager Tasikmalaya, Teuku Kiki Jovan Pahlevi Mully, mengatakan pemeriksaan secara mendadak merupakan bagian dari pengawasan sekaligus tanggung jawab pimpinan untuk memastikan seluruh pekerja siap menjalankan tugas.
Baca Juga: Terbuka untuk Media, Begini Sikap Yusril soal Temuan “Klaster Mewah” di Lapas Cibinong
"Kami laksanakan sidak tanpa pemberitahuan sebelumnya agar hasilnya objektif dan menggambarkan kondisi riil di lapangan. Kami wajib memastikan seluruh pekerja di lingkungan Fuel Terminal Tasikmalaya dalam kondisi fit to work untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan bebas NAPZA," ujar Kijo.
Menurutnya, kondisi pekerja menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran dan keselamatan operasional, terutama pada sektor yang memiliki tanggung jawab terhadap penyaluran energi.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB PT Pertamina Patra Niaga, Reno Fri Daryanto, menyebut pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari penerapan budaya HSSE Excellence di lingkungan kerja Pertamina Patra Niaga.
Baca Juga: Hari Senang Para Kreditur: APBN Mantap Cairkan Rp37,7 Triliun demi Jatuh Tempo KDKMP
"Keselamatan adalah prioritas utama. Dengan memastikan pekerja dalam kondisi prima, kami ingin memastikan operasional dan penyaluran energi untuk masyarakat tetap terjaga dengan baik," ujar Reno.
Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat penerapan keselamatan kerja di seluruh lini operasional.
Upaya tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran pelayanan dan penyaluran energi yang aman serta andal bagi masyarakat.
Baca Juga: Hari Senang Para Kreditur: APBN Mantap Cairkan Rp37,7 Triliun demi Jatuh Tempo KDKMP
Masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai layanan dan produk Pertamina dapat menghubungi Pertamina Call Center 135 atau melalui email [email protected].***




