POJOKSATU.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon memperkuat peran strategisnya dalam melindungi masyarakat melalui sinergi lintas sektor. Bersama BNN Kota Cirebon, Korem 063/Sunan Gunung Jati, dan BAMAGNAS, OJK menggelar edukasi literasi keuangan yang terintegrasi dengan pencegahan aktivitas ilegal hingga penguatan nilai sosial.
Upaya ini menjadi langkah konkret OJK dalam menjawab tantangan multidimensi yang dihadapi masyarakat, mulai dari maraknya pinjaman online ilegal, investasi bodong, hingga judi online yang berpotensi memicu tekanan sosial dan penyalahgunaan narkotika.
Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menegaskan bahwa literasi keuangan memiliki peran penting dalam membangun ketahanan masyarakat. Menurutnya, pemahaman finansial bukan sekadar soal produk dan layanan keuangan, melainkan bagian dari ketahanan nasional.
“Literasi keuangan bukan sekadar pemahaman tentang produk dan layanan keuangan, tetapi merupakan bagian dari ketahanan nasional. Masyarakat yang cerdas secara finansial akan lebih tangguh menghadapi tekanan ekonomi dan tidak mudah terjerumus pada aktivitas keuangan ilegal maupun penyimpangan sosial lainnya,” ujar Agus. Rabu (6/5/2026)
Baca Juga: Babak Baru Kasus Korupsi Eks Kadis PUPR Topan Ginting, 7 PNS dan Mantan Pegawai Diperiksa KPK
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan dampak yang luas dan berkelanjutan. Sinergi antara OJK, BNN, TNI, tokoh agama, dan pemangku kepentingan lainnya dinilai menjadi model strategis dalam membangun ekosistem perlindungan masyarakat yang holistik.
Komandan Korem 063/Sunan Gunung Jati menyatakan dukungan penuh TNI dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat. Ia menilai ancaman keuangan ilegal dan narkotika merupakan bagian dari ancaman non-militer yang perlu ditangani bersama.
“Sinergi seperti ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan wilayah dan menjaga generasi muda dari berbagai pengaruh negatif,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala BNN Kota Cirebon, Kombes Pol. Rohandi, S.I.K., menilai pendekatan literasi keuangan sebagai strategi preventif yang efektif dalam mendukung program P4GN.
Baca Juga: Karir Politiknya Babak Belur, Begini Nasib Ade Armando Usai Dipolisikan dan Hengkang dari PSI
“Banyak kasus penyalahgunaan narkotika berawal dari tekanan ekonomi dan rendahnya literasi keuangan. Edukasi yang dilakukan OJK ini merupakan langkah hulu yang sangat strategis,” jelas Rohandi.
Sebagai bentuk apresiasi, BNN Kota Cirebon memberikan penghargaan kepada OJK Cirebon atas kontribusinya dalam mendukung program pencegahan dan pemberantasan narkotika.
Penghargaan serupa juga diberikan oleh BAMAGNAS Kota Cirebon. Ketua DPD BAMAGNAS, Adi Rao, menekankan pentingnya integrasi literasi keuangan dengan nilai moral dan spiritual dalam membangun masyarakat yang berdaya tahan.
Menurutnya, masyarakat yang memiliki pemahaman finansial yang baik serta nilai spiritual yang kuat akan lebih mampu menolak praktik ekonomi ilegal dan berbagai penyimpangan sosial.
Baca Juga: Bandit Sosial
Dua penghargaan tersebut semakin menegaskan peran OJK sebagai motor penggerak perubahan sosial yang adaptif terhadap dinamika zaman. OJK tidak hanya berfungsi sebagai regulator sektor jasa keuangan, tetapi juga berperan sebagai katalisator dalam membangun masyarakat yang cerdas finansial, berintegritas, dan tangguh.
Ke depan, OJK Cirebon berkomitmen untuk terus memperluas literasi dan inklusi keuangan serta memperkuat kolaborasi lintas sektor guna menciptakan masyarakat yang sejahtera secara ekonomi dan tahan terhadap berbagai ancaman sosial.***




