POJOKSATU.id - Masjid Nurul Yakin atau yang lebih dikenal Masjid Pintu Seribu menjadi salah satu destinasi wisata religi yang wajib untuk dikunjungi, oleh ummat islam.

Meskipun bangunannya menyerupai benteng tua dan tampak seperti tidak terawat, Masjid Pintu Seribu memiliki nilai filosofis yang cukup mendalam.

Alasan dinamai Masjid Pintu Seribu, karena didalam bangunan tersebut, terdapat jumlah lorong yang banyak.

Nuansa kegelapan yang diangkat dalam arsitektur bangunan tersebut, dapat mengingatkan dan menjadi tempat perenungan bagi para pengunjung akan kematian.

Baca Juga: 5 Tempat Wisata Religi di Tasikmalaya, Menikmati Keindahan Alam Sekaligus Eksplore Sejarah Islam di Jawa Barat

Pengunjung yang masuk kedalam Masjid Pintu Seribu, harus menundukkan kepalanya sedikit karena tingginya hanya 150 sentimeter.

Semakin masuk ke dalam maka akan semakin sempit dan gelap, tidak ada cahaya yang menerangi.

Saat berjalan lengan kanan dan kiri juga dapat menyentuh dinding-dinding tembok, yang terbuat dari batu bata.

Sehingga tidak heran, pengunjung yang masuk kedalam Masjid Pintu Seribu, tidak kuat untuk menahan air matanya.

Meskipun biasanya, pengunjung yang datang secara gerombolan, namun dapat dipastikan tidak mengurangi kehidmatan untuk bermuhasabah diri.

Tak cukup sampai disitu masjid yang dibangun pada 1978 ini, memiliki tasbih dengan ukuran panjang dan besar berwarna coklat tua.

Baca Juga: Mengunjungi Masjid Agung Banten, Wisata Religi Ziarah ke Makam Sultan Maulana Hasanudin Banten

Tasbih besar itu memiliki 99 butir, yang setiap butirnya bertuliskan nama Asmaul-Husna.

Di beberapa pintu masjid dan pagar depan,juga tampak terlihat angka 999, kabarnya angka tersebut bagian dari penggabungan jumlah nama nama Allah dan jumlah sembilan wali (wali songo).

Masjid Pintu Seribu dibangun oleh Syekh Ami Al-Faqir Mahdi Hasan Al-Qudrotillah Al-Muqoddam yang juga salag satu keturunan Sunan Gunung Jati.

Syekh Al Faqir (Nama Panggilan) dikenal sebagai sosok yang misterius serta jarang sekali berbicara, dan menurut informasi yang didapat, bangunan Masjid Pintu Seribu, dibiayai penuh oleh dirinya.

Baca Juga: Ustaz Sahabat Ganjar Beri Bantuan Alat Musik Nasyid, Kembangkan Keterampilan Remaja Masjid di Deli Serdang

Para pengunjung yang datang, biasanya tidak hanya sekedar untuk beribadah, mereka juga kerap berziarah ke makam pendiri Masjid Pintu Seribu,

Bagi ummat islam yang tertarik untuk berkunjung ke Masjid Pintu Seribu silahkan datang ke Kampung Bayur, Priuk, Kota Tanggerang RT 01/RW 03.

Untuk informasi harga tiketnya, pengunjung tidak perlu merogoh kocek, hanya cukup mengeluarkan uang untuk membayar parker kendaraan, dan bisa berkunjung kapan pun, sebab, Masjid Pintu Seribu buka 24 jam.***