POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Bantuan sosial Permakanan Lansia terus bergulir, anggota DPRD dari fraksi Gerindra memastikan akan memanggil Dinas Sosial dan Kelompok Masyarakat.
Hal itu disampaikan Ketua Komisi IV DPRD, Ricky Syamsul Fauzi saat ditemui diruangannya, dirinyapun sudah mendengar masalah permakanan lansia tersebut.
Bahkan, Ricki juga membuka salah satu sample permakanan lansia diperoleh para awak media yang melakukan investigasi.
Baca Juga: Deretan Mantan Menteri Era Jokowi yang Tersandung Korupsi, Terbaru Ada Tom Lembong
“Melihat sample permakanan ini, sangat memprihatinkan,” kata Ricky, kepada wartawan Rabu (30/01).
Setelah melihat secara langsung sampel makanan yang diterima para lansia di Kabupaten Purwakarta dari Pokmas.
Ricky, mengaku bahwa dirinya belum dapat menyimpulkan layak atau tidaknya makanan tersebut dikonsumsi oleh para penerima manfaat.
“Pada agenda rapat bulan depan kita panggil mereka yang terlibat didalamnya, untuk menjelaskan program tersevut,” tambah Ricky.
Ricki juga menambahkan bila nanti memang ada dugaan cawe-cawe dan indikasi dikorupsi, biar aparat penegak hukum yang menanganinya.
“Kita belum bisa menghitung secara pasti karena perlu ahli, berapa harga sample permakanan tersebut. Tapi kalau melihat secara kasat mata, cukup memprihatinkan,” tutup Ricky.
Dari sample permakanan lansia yang didapatkan pojoksatu.id, memang terlihat makanan untuk lansia tersebut membuat kita mengelus dada.
Isinya, ada sepotong tempe dengan perkiraan panjang sekitar 5 centi lebar 2 centi dan ketebalan setengah centi.
Kemudian sepotong pindang tongkol yang biasa kita lihat di warteg, ada sayuran acar paling sekitar satu sendok makan.
Kemudian ada sekepal tangan remaja nasi putih, buah semangka alakadarnya bahkan cukup tipis kecil lagi dan air mineral gelas plastik.
Untuk diketahui jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) permakanan di kabupaten Purwakarta, jumlahnya ada 1.083 orang lansia.
Setiap hari KPM akan mendapatkan jatah makan dua kali, yaitu pagi dan siang atau sore hari. Untuk satu porsi makanan, pemerintah menganggarkan 15 ribu rupiah.
Jadi, setiap hari para lansia yang terdaftar di program permakanan mendapatkan jatah dua kali makan sehari yang dianggarkan pemerintah sebesar 30 ribu rupiah.
Jumlah tersebut terbagi dalam 17 Kecamatan, setiap kecamatan jumlah KPM bervariasi namun rata-rata diatas 50 orang.
Adapun untuk pendistribusian dan pengelola anggaaran permakanan lansia tersebut dikelola oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas).
Program permakanan lansia tersebut sebenarnya program yang cukup bagus, karena sangat bermanfaat bagi para lansia.
Namun,bila melihat porsi permakanan buat lansia berikut dengan lauk pauknya, Presiden Prabowopun kemungkinan bakal menitikan air mata jika melihatnya.***




