POJOKSATU.ID - Entah kebetulan atau tidak, seorang penulis Ahmad Bahar, tulisan selalu menjadi kenyataan. Pada waktu 2014 pernah menulis calon-calon pemimpin, dan tulisannya benar-benar menjadi kenyataan.
"Jadi gini saya latar belakangnya penulis kebetulan memang sangat hobi untuk menulis calon-calon pemimpin misalnya 2014 saya menulis Jokowi JK alhamdulillah bener. Kemudian, 2019 saya menulis Jokowi Ma'ruf amin alhamdulillah benar juga," ucapnya Rabu (29/5)
Ahmad menambahkan pernah menulis tentang kiprah Gibran Rakabuming Raka dan bukunya di launching di Cirebon dan itupun terwujud, Gibran berhasil menjadi Wali Kota Solo.
"Mungkin ini hanya kebetulan semata, mas Gibran ini sebelum jadi Walikota kita tulis dan bukunya kita launching di Cirebon ini kita prediksi bahwa pada saatnya mas Gibran jadi Wali Kota dan bener juga," ungkapnya.
Baca Juga: Hadapi Pilkada Kota Bekasi, PKB & Gerindra Bangun Koalisi
Dan sekarang 2024 ini kata Ahmad, kembali mengeluarkan buku terbaru dengan judul Gibran The Next President yang rencananya akan segera di launching.
"Saya meyakini dan melihat auranya bahwa ternyata mas Gibran juga disukai oleh masyarakat. Kalau hari ini baru nyampe di Wapres tapi 2029 saya kira tidak ada yang bisa mengalahkan beliau di Pilpres," katanya.
Saat mengerjakan tulisan Gibran The Next President, dirinya masuk lebih dalam kelinglungan Gibran. Dan akhirnya menyimpulkan, Gibran merupakan figur yang memang mampu berdiri sendiri tanpa campur tangan orang tuanya.
"Saya masuk agak dalam di lingkungannya sangat berbeda dengan berita-berita di luar. Jadi kalau berita seolah mas Gibran ini kan setir oleh ayahnya pak Jokowi. Sebenarnya, Gibran itu enggak bisa diatur Pak Jokowi jadi itu salah besar," tuturnya
"Gibran juga tidak bisa diarahkan oleh Pak Jokowi. Gibran itu, maunya sendiri jadi katakanlah sampai di titik hari ini dia bisa menjadi Wapres salah satu trkad dan pendiriannya," sambungnya.
Sebagai penulis, lanjut Ahmad, buku ini sebenarnya memang bukan buku politik. Tapi buku budaya budaya politik. Contoh banyak istilah yang sering dipakai Gibran seperti menang ora opo-opo kalah yo wes.
"Banyak istilah-istilah kayak gitu di buku ini dan itu menjadi kepribadian dari mas Gibran. Seandainya kemarin itu dalam Pilpres mas Gibran kalah, saya kira prinsip sebagaimana yang saya tulis di buku pertama. Ya akan dilakukan enggak seperti politisi yang lain, PDIP kalah kemudian ngamuk atau seperti yang lain kalah mencaci maki," ujarnya
Menurut Ahmad, itulah yang diajarkan oleh seorang Gibran yang memang begitu adany. Banyak hal yang tidak diketahui oleh masyarakat luas jadi di luar ada kesan usil kayak anak ingusan.
"Aku bukan anak kecil aku bukan anak ingusan aku adalah Gibran dan itu benar gitu. Bahkan dia itu sangat suka disebut Walikota karbitan. Bahkan dia membuat usul untuk membuatkan buku dengan judul Aku Walikota karbitan, saya mendengar istilah itu aja ini kok lucu sih orang kan harusnya itu malu kan disebut begitu tapi justru malah jadi semangat," ujarnya
Dengan sikap yang ditunjukan Gibran maka, dapat dipastikan Gibran akan menjadi pemimpin masa depan yang memecahkan mitos bahwa seorang pemimpin itu harus tua atau senior.
"Seorang pemimpin saya kira harus orang yang berkualitas tidak harus tua tidak harus muda," pungkasnya




