CIREBON, POJOKSATU.ID - Sebanyak 264 orang dilaporkan menjadi korban dugaan keracunan setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cirebon. Dari jumlah tersebut, 228 korban merupakan anak-anak, sedangkan 36 lainnya orang dewasa.

Berdasarkan data penanganan di delapan fasilitas kesehatan, sebanyak 176 pasien menjalani rawat inap dan 88 lainnya mendapatkan penanganan rawat jalan. Data tersebut menunjukkan mayoritas korban merupakan anak-anak yang membutuhkan penanganan medis.

Direktur Utama Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati Kota Cirebon, dr. Katibi, M.K.M., mengatakan pasien dengan dugaan keracunan mulai berdatangan ke instalasi gawat darurat (IGD) pada Selasa (20/10/2026) sekitar pukul 17.50 WIB.

Hingga Rabu (21/10/2026) pukul 09.00 WIB, tercatat 62 pasien telah mendapatkan penanganan di RSD Gunung Jati. Setelah itu, dua pasien tambahan datang sehingga jumlah pasien yang tercatat dalam penjelasan awal mencapai 64 orang.

"Dari 62 pasien yang datang sejak pukul 17.50 sampai pukul 09.00, empat masih menjalani observasi di IGD, terdiri dari tiga anak dan satu orang dewasa. Kemudian, 11 pasien dirawat inap dan 47 lainnya sudah diperbolehkan pulang," ucapnya Rabu (21/10/2026)

Katibi menjelaskan, keluhan yang paling banyak dialami pasien adalah mual dan muntah. Tim medis memberikan penanganan untuk meredakan gejala tersebut sekaligus mengantisipasi risiko dehidrasi akibat kehilangan cairan tubuh.

Menurut dia, pasien yang ditangani di RSD Gunung Jati tidak hanya berasal dari kalangan siswa. Korban juga mencakup guru, orang tua murid, serta petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Berdasarkan data yang disampaikan Katibi, terdapat dua petugas SPPG, dua guru, dan empat orang tua siswa yang turut mendapatkan penanganan di rumah sakit tersebut.

Delapan Fasilitas Kesehatan Tangani Korban

Sementara itu, rekapitulasi data dari delapan fasilitas kesehatan mencatat total 264 pasien. Rumah Sakit Ciremai menangani jumlah pasien terbanyak, yakni 85 orang, disusul RSD Gunung Jati sebanyak 71 orang dan RS Putera Bahagia sebanyak 59 orang.

Berikut rincian penanganan pasien di masing-masing fasilitas kesehatan:

RS Ciremai: 85 pasien, terdiri dari 74 anak dan 11 dewasa. Seluruhnya menjalani rawat inap.

RS Putera Bahagia: 59 pasien, terdiri dari 51 anak dan delapan dewasa. Sebanyak 46 pasien dirawat inap dan 13 lainnya menjalani rawat jalan.

RSD Gunung Jati: 71 pasien, terdiri dari 63 anak dan delapan dewasa. Sebanyak 11 pasien menjalani rawat inap dan 60 lainnya mendapatkan penanganan rawat jalan.

RS Medimas: 26 pasien, terdiri dari 19 anak dan tujuh dewasa. Sebanyak 17 pasien dirawat inap dan sembilan lainnya menjalani rawat jalan.

RS Cahaya Bunda: 12 pasien anak, seluruhnya menjalani rawat inap.

RS Pelabuhan: tiga pasien, terdiri dari dua anak dan satu dewasa. Seluruhnya menjalani rawat jalan.

RS Sumber Kasih: tiga pasien, terdiri dari dua anak dan satu dewasa. Seluruhnya menjalani rawat jalan.

PAD: lima pasien anak, seluruhnya menjalani rawat inap.

Di tengah penanganan para korban, beredar pula informasi di masyarakat mengenai dugaan adanya korban meninggal dunia. Saat dimintai konfirmasi terkait kabar tersebut, Katibi menyampaikan bahwa kondisi pasien yang ditangani di RSD Gunung Jati secara umum dalam penanganan yang baik.

Ia menyebutkan, pasien yang belum diperbolehkan pulang masih menjalani observasi atau perawatan di ruang rawat inap biasa. Menurut dia, tidak ada pasien yang dirawat di ruang intensive care unit (ICU) di rumah sakit tersebut.***