POJOKSATU.ID - Kabar tentang kemungkinan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) bergabung dalam Zaken Kabinet Prabowo-Gibran dinilai lebih dari sekadar balas budi politik.
Kehadiran PDI-P dianggap sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas politik di tengah situasi geopolitik global yang kian memanas, termasuk ancaman konflik di Eropa, Timur Tengah, Selat Taiwan, dan Semenanjung Korea.
Heru Subagia, alumni Hubungan Internasional dari Universitas Gadjah Mada (UGM), menyampaikan pandangannya terkait kabar yang menyebutkan bahwa tokoh-tokoh seperti Budi Gunawan, Olly Dondokambey, dan Andre masuk radar Zaken Kabinet. Menurut Heru, masuknya PDI-P ke dalam pemerintahan Prabowo-Gibran bukan hanya sebagai bentuk penghargaan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga kestabilan politik dalam negeri di tengah ketidakpastian global.
"Pemerintahan Prabowo menghadapi tantangan domestik yang berat, terutama akibat melemahnya ekonomi kelas menengah dan rendahnya daya beli masyarakat, ditambah dengan kondisi perekonomian global yang tidak menentu," kata Heru, Sabtu (5/10).
Baca Juga: Waspada Hoaks Pilkada 2024, AMSI Jabar Bekali Media dengan Kemampuan Cek Fakta
Heru menambahkan, Prabowo yang berlatar belakang militer tentu memprioritaskan stabilitas politik dalam negeri.
Langkah untuk mengajak PDI-P bergabung dinilai penting demi memperkuat pemerintahan dalam menghadapi tantangan-tantangan ke depan.
"Masuknya kader PDI-P ke dalam Zaken Kabinet bukan sekadar balas budi, tetapi merupakan kebutuhan holistik di tengah tantangan geopolitik dan ekonomi global yang suram," jelasnya.
Lebih lanjut, Heru menilai bahwa dengan bergabungnya PDI-P, situasi politik di dalam negeri akan lebih terkendali, sehingga stabilitas politik dan ekonomi tidak terlalu sulit dijaga oleh pemerintahan Prabowo-Gibran mendatang.
Heru juga menyoroti terpilihnya kembali Puan Maharani sebagai Ketua DPR dan Ahmad Muzani sebagai Ketua MPR sebagai indikasi awal bahwa PDI-P akan bergabung dalam koalisi besar pemerintahan, yang kini tinggal menunggu restu dari Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri.
Di sisi lain, Ketua DPP PDI-P Said Abdullah memberikan klarifikasi terkait rumor bergabungnya Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, Abdullah Azwar Anas, dan Olly Dondokambey ke kabinet Prabowo-Gibran. Said menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada arahan dari Megawati terkait hal tersebut.
Baca Juga: Cek Nih JUMLAH PESAING Peserta SKD Seleksi CPNS 2024, Pelajari Lagi Persiapan Tes dan Passing Grade
"Belum ada sinyal dari Ibu Ketua Umum. Tiga nama yang disebut, Pak Budi Gunawan, Pak Azwar Anas, dan Pak Olly Dondokambey, masih menunggu keputusan dari DPP dan Ibu Ketua Umum," kata Said di Gedung DPR, Jakarta.




