POJOKSATU.id - Melestarikan budaya bisa dilakukan dengan cara kreatif, salah satunya seperti yang dilakukan sukarelawan Ganjar Pranowo yang tergabung dalam kelompok Ganjar Milenial Center (GMC).

Caranya, dengan menggelar pelatihan seni ukir kayu dengan menyasar para pemuda di Desa Anik, Kecamatan Banyuke, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat (Kalbar).

Koordinator Wilayah GMC Kalbar Nuryahdi mengatakan, selain melestarikan bdaya leluhur, seni ukir kayu juga bisa menjadi lahan bisnis potensial.

Baca Juga: Polda Banten Berhasil Amankan 1.208 Tabung Gas LPG Oplosan

Diharapkan, seni ukir kayu diharapkan bisa menjadi salah satu mata pencaharian para milenial.

Dengan demikian para milenial tersebut menjadi generasi yang mandiri.

"Saya berharap pelatihan ini bermanfaat kepada para peserta," kata Nuryahdi dalam siaran persnya, Selasa 19 September 2023.

Baca Juga: Profil Alifurrahman Asyari, Dulu Buzzer Istana, Kini Bak Anak Durhaka ke Orang Tuanya

Nuryahdi menyebut, pihaknya sudah puluhan kali menggelar kegiatan serupa di berbagai daerah dan selalu mendapat respon positif dari para peserta.

Para peserta pun diberikan pemaparan tentang seni ukir kayu oleh loyalis Ganjar Pranowo itu.

Nuryahdi mengakui, seni ukir kayu memang kerap dipandang sebelah mata.

Baca Juga: Mekanisme Pembobotan Nilai dan Ambang Batas PPPK 2023 JF Guru, Pemegang Serdik Linier Dapat Nilai Tambah

"Tapi sebenarnya mempunyai nilai-nilai kreativitas yang sangat tinggi dan menguntungkan jika dilihat dari segi bisnis," jelasnya.

Selain itu, lanjut Yahdi, kegiatan ini tentu juga menjadi salah satu upaya GMC untuk terus mensosialisasikan Ganjar Pranowo sebagai Capres 2024 ke seluruh penjuru negeri hingga pedalaman.

Dia berharap masyarakat di daerah ini bisa mengenal dan menentukan pilihannya kepada mantan Gubernur Jawa Tengah tersebut.

"Kami GMC Kalbar akan terus bergerak maksimal untuk memperkenalkan Ganjar Pranowo," tegasnya.

Baca Juga: KKB Kembali Membuat Masalah, Dua Warga yang Lagi Jalan Tiba-tiba Ditembak, Begini Kondisinya Terkini

Sementara itu, salah seorang peserta pelatihan, Adrianus Apen mengatakan, selaku pegiat seni ukir, dirinya sangat berterimakasih atas terselenggaranya kegiatan ini.

Menurutnya, kegiatan ini bisa membangun semangat dan potensi kaum muda dalam meningkatkan kompetensinya, khususnya pada bidang seni ukir kayu.

"Mengikuti kegiatan ini saya bisa paham bagaimana caranya mengukir dari awal hingga manjadi sebuah kerajinan ukiran," kata Andruanus Apen.***