POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Beberapa masyarakat yang merasa tertipu oleh para calo tenaga kerja, mengadu ke wakil bupati Abang Ijo Hapidin (Bang Ijo).

Mereka mengaku tertipu jutaan rupiah, bahkan mereka menyebut kepala desa setempat (Desa Bunder, Kecamatan Jatiluhur).

Yang mengadu ke Bang Ijo, mengatakan sepertinya mereka merupakan lingkaran percaloan yang ingin masuk kerja ke perusahaan yang dituju.

Baca Juga: Bangun Telat? Tenang! Ini Dia Resep Menu Sahur Kilat yang Tetap Sehat dan Mengenyangkan

“Hatur nuhun yeh bisa datang kadie (terima kasih ya, sudah bisa datang ke sini),” kata Bang Ijo, dalam akun media sosial tiktoknya, mengawali pembicaraan.

Bang Ijo melanjutkan, bahwa saudara sekalian mau datang ke sini melaporkan, yang sebenarnya wajib kita itu melaoprkan pungutan-pungutan liar itu sudah menjadi tradisi.

“Mudah-muhan tidak terjadi lagi ke orang lain, terutama masyarakat purwakarta. Sekarang bagaimana, ini kejadiannya dimana,” kata Bang Ijo, di akun media sosialnya yang baru tayang beberapa jam lalu.

Baca Juga: OTW PEREMPAT FINAL Orleans Masters 2025, Dua Ganda Campuran Indonesia MASIH BERTANDING Malam Ini, Dua Lolos, Dua Lagi GUGUR

Warga yang mengadu tersebut berkata bahwa dirinya juga sama, di perusahaan yang sama yang diduga PT.Metro berlokasi di Desa Bunder Kecamatan Jatiluhur.

“Awal kejadian pada bulan Oktober 2024, saya diiming-imingi kerja di Perusahaan (PT) eta,” ujar salah satu warga yang mengadu ke Bang Ijo.

Warga itupun mengatakan pwrtama memberikan uang kepada oknum ormas, sebesar 500 ribu rupiah.

Baca Juga: CPNS dan PPPK Gigit Jari, NIP Molor Sampai 2026, Netizen Ngamuk di YouTube, Petisi Penolakan Viral!

“Tapi sepertinya ada lingkaran seperinya, kita teh kumpulan dulu di rumah Kepala Desa (Kades),” kata Warga yang tertipu tersebut.

Karena kumpul di rumah Kades, warga itu menjadi percaya bahwa dirinya bisa diterima bekerja di perusahaan tersebut.

“Itu yang meyakinkan, karena kumpulnya di rumah kades. Sesudah magrib biasanya, selama tiga kali pertemuan,” cerita warga, kepada Bang Ijo.

Baca Juga: Aktivis Karawang Puji Pelayanan RS Lira Medika

Setelah itu, kemudian sempat ada panggilan dari pihak perusahaan. Cuma, yang pertama kan ngasih 500 ribu.

“Si oknum ini menelphon lagi, kayaknya sih oknum orang dalamnya yang menelphone. Dengan kalimat, kalau misalkan mau ada panggilan berani enggak ngasih uang 2 juta buat DP kedalam,” ceritanya.

“DP hela etateh (DP dulu itu teh), sudah habis berapa waktu itu,” sambar Bang Ijo.

Baca Juga: Kai EXO Bakal Konser Solo Perdana di Indonesia, Catat Jadwal Lengkap Tur Bertajuk 'KAION' 2025 Itu

Warga itupun meng iyakan, bahwa yang 2 juta itu untuk DP terlebih dahulu sebelum diterima kerja.

“Alhamdulillah sih belum terlalu besar ngasihnya, total 1,5 Juta itu untuk panggilan saja,” tambah Warga yang merasa tertipu tersebut.

Menurutnya, uang tersebut merupakan uang tabungannya yang dikasihkan utuk masuk kerja ke perusahaan tersebut, yang jumlahnya 1,5 juta.

Baca Juga: Bersiap Piala Asia U17 2025, 30 Pemain TIMNAS U-17 Indonesia Jalani PEMUSATAN LATIHAN di Bandung dan Bogor, Cek Jadwal dan Daftar Pemain GARUDA MUDA

Bang Ijo kemudian menanyakan kembali, setelah memberikan uang tersebut apakah ada pungutan lagi atau tidak.

Warga itupun menjawab, setelah menerima panggilan dan mengikuti prosedur tes dari perusahaan ada telephone lagi.

“Setelah 4, 5 hari hingga satu minggu, kemudian si orang dalam menelphone lagi,” tambah warga korban perekrutan tenag kerja tersebut.

Baca Juga: Emil Audero, Joey Pelupessy, dan Dean James DISUMPAH 10 MARET di Roma Italia, PSSI Masih Punya Waktu, Pendaftaran Pemain ke FIFA Deadline 13 MARET

Bang Ijo kemudian bertanya, menanyakan apa isi dari telphone kepada warga tersebut.

“Kalau mau lanjut MCU, Medical sama training, harus melunasi administrasi totalnya dulu 8 juta dimintanya,” bebernya.

Warga yang merasa jadi korban calo hendak masuk bekerja, dirinya mulai curiga bahwa disamping itu dirinya tidak memiliki uang sebanyak itu.

Baca Juga: Agar Tubuh Tetap Fit Seharian Selama Puasa, 5 Cara Agar Tidak Gampang Lemas

“Yang mencurigannya kaya ada indikasi lingakaran apa, apa sih disebutnya pa? (mungkin maksudnya lingkaran setan), jadi si eksternal, internal, kades,” jelas Warga yang merasa jadi korban percaloan tenag kerja tersebut.

“Kolaborasi ya mereka ya, membuat skema ya,” cecar Bang Ijo, yang di iyakan oleh warga tersebut.

Bang Ijo kemudian menanyakan masalah pengaduan para warga itu, ke Polres Purwakarta ditanggapi atau tidak.

Baca Juga: Gadaikan 7 Unit Mobil Rental, Vokalis Band Lokal di Bengkulu Ditangkap, Begini Modusnya

“Ditanggapi dengan baik, karena pihak polres purwakarta responnya bagus. Tadi itu merupakn pidana, penipuan pak,” terang Warga tersebut.

Terpisah, Kepala Desa Bunder Kecamatan Jatiluhur, Tedi alias Ojoy saat di konfirmasi pojoksatu.id membenarkan bahwa didesanya ada pelatihan.

“Yang pertama pelatihan matematika, itu saya langsung yang mengajarnya,” kata Ojoy, kepada pojoksatu.id, melalui sambungan seluller Kamis Malam (06/03).

Baca Juga: Mudik Gratis BUMN 2025: Rute Kereta Api Jakarta - Kampung Halamanmu, Jadwal Lengkap di Sini!

Setelah itu, bagi yang tidak punya paklaring atau pengalaman kerja, mengikuti pelatihan menjahit sepatu.

“Sudah resmi jadi Balai Latihan Kerja (BLK) menjahit, itu yang mengelolanya Ibu Nani,” tambah Ojoy.

Sayangnya dari mulai sejak beroperasi dari akhir tahun 2021 hingga 2025 saat ini, Ojoy tidak mengetahui jumlah total yang sudah mengikuti pelatihan.

Baca Juga: TIDAK USAH HEBOH, Bocah Sayed Al Wadaei DIPASANG Timnas Bahrain Hanya Untuk REGENERASI, Ini PROFIL dan Perjalanan KARIERNYA

Saat ditanya berapa jumalh total warga sekitar (Bunder) yang mengikuti pelatihan dan jumlah total luar wilayah yang mengikuti pelatihan Ojoy tidak mengetahui secara pasti.

Namun, dirinya membenarkan bahwa pelatihan itu diminta biaya sebesar 600 ribu per orangnya.

“Biaya pelatihan diminta 600 ribu per orang, saya juga baru tau beberapa waktu ke belakang,” kilah Ojoy.

Baca Juga: TUNJANGAN Guru Madrasah DIPERCEPAT, Batas Akhir Update Data 15 MARET, Simak Tahapan dan STATUS PENCAIRAN TPG Kemenag 2025

Bila benar dugaan yang disampaikan oleh warga kepada Bang Ijo, adanya lingkaran berkolaborasi berbagai pihak tinggal aparat penegak hukum bergerak secepatnya.

Diduga tempat pelatihan itu merupakan kedok untuk merekrut yang ingin bekerja di pabrik tersebut, mereka yang dari luar wilayah karena butuh pekerjaan pasti akan bayar walaupun mengeluarkan uang jutaan hingga belasan juta rupiah.***