POJOKSATU.id, SUBANG – Sungguh brutal pelaku penusukan kepada anak remaja di Subang, karena senjata yang digunakan untuk menusuk berupa plat besi pipih yang runcing ujungnya.
Dari video dan foto yang yang diterima pojoksatu.id, tampak seorang bocah remaja tengah berbaring di ruang perawatan rumah sakit.
Yang membuat miris ada benda besi berbentuk pipih, nembus dari bagian dada kanan hingga ke punggung belakang.
Baca Juga: Kasus Honorer K2 Bodong, Cermin Buram Tata Kelola ASN Digital, Begini Kata BKN
Kemungkinan benda itu plat besi pipih yang ujungnya runcing, semakin ke pangkal semakin lebar beberapa centi meter.
Belum diketahui secara pasti bocah remaja tersebut korban tawuran atau korban geng motor, yang pasti remaja itu sepertinya terus merintih menahan rasa sakit.
Pojoksatu.id berusaha mencari informasi, akhirnya didapatkan bahwa remaja yang masih duduk di kelas 2 SMP itu merupakan warga Desa Cinangsi Kecamatan Cibogo Subang.
Kepala Desa Cinangsi, Pepe Surya Subagja saat dihubungi via seluller membenarkan bahwa korban merupakan warga desa Cinangsi.
“Iya itu warga saya, kejadiannya dini hari tadi,” kata Subagja, via sambungan seluller, Sabtu (11/10).
Kepala Desa juga tidak mengetahui secara pasti, kejadian yang menimpa warganya tersebut karena TKP nya ada di desa tetangga.
“TKP nya di jalan raya cibogo desa Cibogo, didekat sekolahan rhiadul jannah. Nanti saya kirim nomor telepon staf desa yang ngurus-ngurusnya, soalnya saya lagi di luar kota,” tambah Subagja.
Sementara menurut staf desa yang dihubungi pojoksatu.id, kejadiannya Sabtu dini hari tadi di jalan raya cibogo.
“Korban pelajar kelas 2 SMP, inisialnya Ro. Korban langsung dibawa ke rumah sakit ciereng,” ujar staf desa Cinangsi via seluller.
Baca Juga: Drama Tak Berujung Ammar Zoni, Dari Bintang Sinetron Kini Masuk Bisnis Gelap di Balik Jeruji
Namun, korban harus di rujuk ke rumah sakit yang ada di Bandung, karena plat besinya belum bisa di cabut dari tubuh korban.
“Kemudian di rujuk ke rumah sakit welas asih bandung. Tadi sudah di bawa ke RS Welas asih,” tambahnya.
Staf desa juga memastikan bahwa pihak keluarga sudah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian setempat.
“Pihak keluarga laporan ke Polsek setempat, kemudian diarahkan ke Polres ke unit PPA karena korban masih dibawah umur,” tambahnya.
Dugaan sementara korban remaja yang masih sekolah kelas 2 SMP tersebut, merupakan korban dari keganasan geng motor.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwajib, korban tersebut korban dari geng motor atau korban pembegalan.***




