POJOKSATU.ID- Sebuah video viral memperlihatkan sejumlah truk yang membawa sound horeg terlihat berkonvoi.
Tampak mobil patroli polisi berada dibarisan depan seperti mengawal konvoi sound horeg tersebut.
Sementara itu, sejumlah truk yang membawa sound horeg berukuran jumbo yang telah ditutupi terpal berada di belakangnya.
Dalam keterangan di video itu, konvoi sound horeg yang berasal dari Jawa Timur ini akan menuju Jakarta.
Dikatakan mereka akan berkumpul di daerah Sudirman untuk memeriahkan acara pelantikan presiden dan wakil presiden Indonesia, pada hari Minggu, 20 Oktober 2024.
Baca Juga: Anies dan Ganjar, Dua Mantan Rival Prabowo Subianto Bersedia Hadir Pelantikan Presiden Besok
Jika informasi ini benar, mungkin akan jadi pemandangan baru bagi mereka para pecinta sound horeg.
Biasanya, acara ini digelar di sebuah lapangan terbuka, tapi di Jakarta, gedung-gedung bertingkat akan menjadi latar belakangnya.
Selain itu, karena jumlahnya banyak dan ukurannya yang sangat besar, kemungkinan besar kaca-kaca gedung bertingkat akan dibuat bergetar.
Seperti yang terjadi di daerah asalnya, dalam beberapa video yang beredar di media sosial, kaca rumah warga sampai harus diberi lakban agar tidak pecah karena frekuensi suara yang dihasilkan sound horeg sangat besar.
Namun, acara sound horeg yang mendapat konotasi negatif dari sebagian besar warganet, tampaknya mendapat penolakan.
Baca Juga: Sosok Euis, Buaya Muara Terbesar Penghuni Sungai Cikaso yang Kini sedang Sensitif
Lantaran suara keras yang dihasilkan akan mengganggu aktivitas masyarakat.
Belum lagi, saat truk yang membawa sound horeg berukuran besar sering mengalami kesulitan ketika melintasi jalan sempit hingga harus merusak fasilitas publik dan atap rumah warga agar bisa melintas.
Pada video yang diunggah oleh akun Instagram @undercover.id, sebagian besar warganet yang tinggal di Jakarta menolak acara tersebut digelar di wilayahnya.
Seorang warganet mempertanyakan manfaat acara ini digelar karena hanya akan merugikan masyarakat.
Selain itu, warganet juga khawatir kaca di gedung-gedung bisa pecah dan membahayakan dan membahayakan para pejalan kaki di bawahnya.
Baca Juga: Pimpinan Negara Sahabat Mulai Tiba di Indonesia Hadiri Pelantikan Prabowo Gibran
Warganet juga mempertanyakan kenapa konvoi yang diduga akan menuju ke Jakarta ini dikawal oleh polisi.
Padahal, seharusnya aparat melarang acara tersebut digelar di Jakarta karena bisa mengganggu kenyamanan warga sekitar.
Bahkan, seorang warganet memberikan kritik cukup pedas terhadap kebiasaan atau tradisi yang berasal dari Jawa Timur ini.
Menurutnya, tak seharusnya budaya di daerah yang tak jelas manfaatnya, dibawa ke wilayah perkotaan.
Sebagai informasi, sound horeg muncul pada tahun 2000-an ketika alat pengeras suara ini jadi hiburan sederhana masyarakat di Jawa Timur.
Setelah itu, muncul ide untuk menciptakan alat ini lebih besar yang diduga terimspirasi dari sebuah tempat hiburan malam di Jakarta.
Baca Juga: PT EWF Cirebon Rayakan HUT ke-4, Targetkan Peningkatan Karir dan Bisnis
Kepopulerannya meredup ketika pandemi melanda Indonesia.
Usai pandemi berakhir, masyarakat yang rindu akhirnya aktif menggelar festival sound horeg seperti yang terlihat dalam video di media sosial. ***




