POJOKSATU.ID – Perselisihan antara sejumlah konten kreator asal Bekasi dengan pihak yang berada di kawasan proyek pedestrian Kalimalang akhirnya berujung damai setelah kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan.

Perdamaian tersebut dilakukan menyusul viralnya video dan informasi dugaan intimidasi terhadap konten kreator yang sedang melakukan pengambilan gambar di area pembangunan pedestrian Kalimalang, Bekasi Selatan.

Sebelumnya, insiden tersebut memicu perhatian publik setelah beredar narasi adanya ancaman verbal terhadap kreator konten saat melakukan dokumentasi proyek pembangunan. 

Dalam proses mediasi yang berlangsung kondusif, kedua pihak sepakat untuk saling memahami posisi masing-masing.

Konten kreator menyampaikan bahwa aktivitas yang dilakukan bertujuan untuk mendokumentasikan perkembangan pembangunan yang menjadi perhatian masyarakat, sementara pihak keamanan mengaku berupaya menjaga ketertiban dan keamanan di area proyek yang masih dalam tahap pengerjaan.

Baca Juga: Kinerja Keuangan Tetap Solid, Likuiditas dan Permodalan BRI Kuat hingga Kuartal I 2026

Salah satu perwakilan konten kreator menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya komunikasi yang baik sehingga persoalan tersebut tidak berlarut-larut.

"Kami bersyukur persoalan ini bisa diselesaikan secara baik-baik. Ke depan kami berharap tidak ada lagi kesalahpahaman saat melakukan peliputan atau pembuatan konten di ruang publik," ujar pria yang akrab disapa Ustad. 

Sementara itu, pihak yang berada di lokasi proyek juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat ucapan maupun tindakan yang menimbulkan ketidaknyamanan selama insiden berlangsung.

Mereka menegaskan tidak memiliki niat menghalangi aktivitas jurnalistik warga maupun kreator konten yang melakukan dokumentasi secara bertanggung jawab. Kedua pihak pun sepakat untuk menjaga komunikasi dan mengedepankan koordinasi apabila terdapat kegiatan peliputan di kawasan proyek.

Kasus ini sebelumnya menjadi sorotan publik setelah muncul laporan dugaan intimidasi terhadap dua konten kreator yang sedang mendokumentasikan progres pembangunan proyek pedestrian Kalimalang. Dalam narasi yang beredar, korban mengaku mendapat tekanan verbal hingga ancaman terhadap kendaraan mereka saat berada di lokasi. 

Baca Juga: Jangan Salah Paham! Peserta UTBK SNBT 2026 yang Didiskualifikasi Belum Tentu Gagal Masuk PTN

Proyek pedestrian Kalimalang sendiri merupakan salah satu proyek strategis yang tengah dikembangkan Pemerintah Kota Bekasi untuk menjadi destinasi wisata baru sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

Kawasan tersebut hingga kini masih dalam tahap penyelesaian pembangunan dan ditargetkan menjadi ikon wisata baru Kota Bekasi. Proyek pedestrian ini di bangun juga untuk mendukung proyek strategis wisata air Kalimalang. 

Dengan tercapainya kesepakatan damai, kedua pihak berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dan seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama mendukung pembangunan daerah dalam suasana yang aman, terbuka, dan saling menghormati.***