POJOKSATU.ID – Konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah turut memberi dampak terhadap perekonomian global, khususnya pada pergerakan harga komoditas energi dunia. 

Ketegangan geopolitik di wilayah tersebut sempat mendorong harga minyak mentah melonjak tajam di pasar internasional.

Kenaikan harga minyak ini tidak terlepas dari posisi strategis Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi minyak dunia. 

Sekitar 20 persen pasokan minyak global diketahui melintasi selat tersebut, yang berada di kawasan negara-negara yang saat ini tengah dilanda konflik.

Akibat kondisi tersebut, harga minyak dunia sempat menyentuh kisaran 120 dolar Amerika Serikat per barel. Namun dalam beberapa waktu terakhir, harga komoditas energi tersebut mulai mengalami koreksi dan kini berada di kisaran 90 dolar per barel.

Baca Juga: Guru PAI Non ASN Wajib Cek SIAGA, Verifikasi Rekening Insentif 2026 Dibuka

Pimpinan PT Equityworld Futures (EWF) Cirebon, Ernest Firman, mengatakan fluktuasi harga minyak akibat situasi geopolitik membuat sektor energi kembali menjadi perhatian para investor global.

“Komoditas emas masih dalam pergerakan yang stabil walaupun di kawasan Timur Tengah sedang berkonflik. Sementara, komoditas minyak mengalami fluktuasi,” ujar Ernest Firman, Rabu (11/3/2026) malam.

Menurutnya, ketegangan geopolitik di Timur Tengah memiliki dampak langsung terhadap jalur distribusi energi dunia, khususnya minyak mentah, sehingga memicu volatilitas harga di pasar global.

“Ketegangan di Timur Tengah ini lebih banyak berpengaruh pada komoditas minyak karena yang terdampak langsung adalah jalur transportasi energi. Untuk emas sendiri dampaknya tidak terlalu besar,” jelasnya.

Meski demikian, ia menambahkan bahwa komoditas emas tetap berpotensi mengalami peningkatan permintaan pada situasi tertentu, terutama ketika investor mencari instrumen investasi yang lebih aman di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Emas biasanya mengalami peningkatan permintaan ketika investor mengalihkan likuiditas dari uang tunai ke aset yang dinilai lebih aman,” pungkasnya.***