POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Ketua Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) Kabupaten Purwakarta HM.Jhon Dien, bereaksi keras atas menjamurnya peredaran Minuman Keras ( Miras ) yang semakin mengkhawatirkan.
Tahun lalu ( 2025 ) pada bulan Juni, ada beberapa korban akibat Miras Oplosan, bahkan sampai ada yang meregang nyawa akibat miras. Kejadian tepatnya di Cibinong Jatiluhur.
Tahun ini kembali ada korban tewas akibat dianiaya oleh preman kampung, pemicu utamanya akibat preman kampung dibawah pengaruh Miras.
Baca Juga: Trump Marah-marah Gegara Media Amerika Beritakan Jatuhnya Jet Tempur F-15E di Wilayah Iran
“Sebagai Ketua MUI sangat mendukung dgn tegas kpd Petugas/Polisi dan Instansi terkait lainnya utk MEMBERANTAS MIRAS dgn tegas,” kata Ajengan Jhon Dien, melalui pesan Whatsapp kepada pojoksatu.id, Selasa (07/04).
Sikap tegas MUI tersebut mengindikasikan bahwa kedepannya tidak ingin lagi hal serupa terjadi, karena dampak miras bisa sangat berbahaya.
Sehingga, ketua MUI bersikap tidak main-main atas menjamurnya peredaran miras di Kabupaten Purwakarta.
Baca Juga: 50 Soal TKA SMP Bahasa Indonesia 2026 Lengkap dengan Pembahasan, Latihan Tryout Kelas 9
“Polisi hrs bekerja sana seluruh Stake Holder, baik Instansi Pemerintah terkait maupun Organisasi dan Masyarakat terkait. Tutup penjualan2 Miras,” tegas Ajengan Jhon Dien.
Ketua MUI juga mendukung Kyai Ustad dan para santri turun tangan membwrantas miras, bila pemerintah dan aparat sudah tidak mampu memberantas Miras.
“Ya silahkan ( Kyai, Ustadz dan para santri turun ke jalan melakukan sweping Miras ),” tutup ketua MUI Purwakarta, mengakhiri pesannya.
Baca Juga: Sidang PTUN Ungkap Dugaan Kriminalisasi Jabatan, Kuwu Kalianyar Disorot
Sebelumnya diberitakan, tuan rumah pesta pernikahan bernama Dadan ( 58 ) tewas akibat dianiaya ( dibalok ) oleh preman, karena menolak memberikan uang untuk membeli Miras.
Diketahui, preman yang melakukan penganiayaan otak pelakunya berinisial YI alias Boneng, yang sempat melarikan diri ke luar kota Purwakarta.
Sehari kemudian akhirnya YI yang tengah kabur dari pengejaran aparat, dilumpuhkan dengan timah panas dan akhirnya tertangkap.***




