POJOKSATU.id - Masjid Raya Al Jabbar menjadi perhatian publik usai viral di media sosial.

Bagaimana tidak, Masjid Raya Al-Jabbar yang terletak di Gedebage, Kota Bandung ini tidak hanya menjadi tempat ibadah tetapi juga sebagai destinasi baru wisata religi dan edukasi bagi masyarakat.

Konsep Masjid Raya Al-Jabbar yang saat ini menjadi destinasi baru wisata religi dan edukasi bagi masyarakat diusulkan oleh Gubernur Ahmad Heryawan pada tahun 2017, kemudian proyek ini diteruskan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Masjid Raya Al-Jabbar memiliki banyak keistimewaan yang bisa menjadi destinasi wisata religi dan edukasi bagi masyarakat, seperti arsitektur yang ikonik, masjid terapung, empat menara, ruang shalat monumental, dan museum.

Baca Juga: Menyusuri Keunikan Masjid Pintu Seribu: Wisata Religi Filosofi Pengingat Kematian dan Arsitektur Unik

Berikut ini adalah keistimewaan Masjid Raya Al-Jabbar di Bandung yang menjadi destinasi baru wisata religi dan edukasi bagi masyarakat.

1. Masjid Raya Al-Jabbar memiliki Museum Rasulullah SAW yang menyajikan sejarah Islam di Jawa Barat.

Pengunjung Masjid Raya Al-Jabbar Bandung terhitung mencapai 1.021.745 orang, hal ini membuktikan bahwa kemegahan dan keistimewaan Masjid Raya Al-Jabbar ini menarik bagi masyarakat.

Salah satu keistimewaan yang ada di Masjid Raya Al-Jabbar adalah Museum Rasulullah SAW, yang mencatat sejarah perjalanan dakwah Islam di Tanah Pasundan, termasuk sejarah dakwah Nabi Muhammad SAW dalam beberapa abad yang lalu.

Museum Rasulullah SAW ini berlokasi di dalam Masjid Raya Al-Jabbar Bandung, tepatnya berada di bawah lantai tempat ibadah.

Destinasi wisata religi dan pusat edukasi ini menampilkan sejarah Rasulullah SAW dari lahir hingga wafat.

Museum Rasulullah SAW didirikan dengan tujuan untuk menyediakan pendidikan yang kreatif dan sarana rekreasi yang terbuka bagi semua kalangan, termasuk organisasi, masyarakat, orang tua, anak-anak, dan pelajar.

Baca Juga: Mengunjungi Masjid Agung Banten, Wisata Religi Ziarah ke Makam Sultan Maulana Hasanudin Banten

2. Masjid Raya Al-Jabbar telah menghadirkan taman tematik yang menceritakan tentang kisah Lima Nabi. Taman tematik ini bertujuan sebagai alat pendidikan yang menghibur bagi anak-anak.

Dengan beragam fasilitas menarik yang telah disiapkan, Masjid Raya Al-Jabbar Bandung telah berubah menjadi pusat edukasi dan rekreasi berbasis agama yang baru bagi masyarakat.

Pembangunan masjid ini bukan hanya untuk mempercantik lingkungan, tetapi juga menciptakan Lima taman tematik yang mengangkat kisah-kisah Nabi sebagai sarana pembelajaran bagi anak-anak.

Lima Nabi tersebut mencakup Nabi Adam, Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Yunus, dan Nabi Isa. Taman tematik ini ditempatkan di sekitar danau yang mengelilingi masjid atau di sebelah kanan bangunan masjid yang dipisahkan oleh danau tersebut.

Setiap taman tematik ini dirancang dengan berbeda sesuai dengan cerita masing-masing Nabi dan menggambarkan keanekaragaman tumbuhan di Jawa Barat.

Taman-taman tematik ini dibuat di luar area tempat ibadah sebagai sarana pembelajaran bagi anak-anak.

Baca Juga: Seorang Remaja Curi Uang Kotak Amal Masjid Terekam CCTV Sambil Pura-pura Main HP

3. Masjid Raya Al-Jabbar telah menambahkan sebuah perpustakaan yang menjadi bagian penting dari fasilitasnya. Sarana perpustakaan ini dapat dijadikan sebagai tujuan wisata religi dan pusat edukasi modern.

Perpustakaan masjid ini berada di dekat kafetaria lantai dasar masjid dan menawarkan akses gratis ke berbagai buku dan literatur Islam.

Selain perpustakaan, terdapat ruang edukasi yang berfungsi sebagai tempat untuk diskusi, rapat, dan kegiatan lainnya.

Ruangan ini dilengkapi dengan meja, kursi, dan sumber informasi yang dapat digunakan selama ruang tersebut dipakai.

Masjid Raya Al-Jabbar juga menyediakan empat ruang kelas yang dapat digunakan untuk belajar dan berdiskusi mengenai agama, dan letaknya berada di depan pintu masuk Museum Rasulullah SAW.

Baca Juga: Mengunjungi Masjid Agung Banten, Wisata Religi Ziarah ke Makam Sultan Maulana Hasanudin Banten

Pembangunan perpustakaan masjid ini bertujuan agar para pengunjung Masjid Raya Al-Jabbar Bandung bisa memanfaatkan fasilitas ini guna meningkatkan pemahaman mereka dalam bidang agama, baik melalui membaca buku-buku yang ada di perpustakaan maupun melalui literatur lainnya yang disediakan.

Sebagai pusat edukasi, perpustakaan Masjid Raya Al-Jabbar Bandung telah menyediakan berbagai informasi dan bahan bacaan yang dapat digunakan untuk pengembangan pengetahuan mandiri.

Termasuk buku-buku, majalah, surat kabar, dan sumber bacaan lainnya yang dapat memperkuat keimanan seseorang kepada Allah SWT serta memperluas wawasan dan keterampilan mereka.***